
Trisna mendekati dokter Bagas yang saat ini sedang disandera oleh dokter Alfonso.
" Trisna, Keluarlah dari sini atau kau tidak akan bisa kembali lagi. Karena dokter Alfonso benar-benar marah kepadaku. Karena telah melepaskan kalian." ucap dokter Bagas dengan begitu kepayahan memperingatkan Trisna.
Trisna mendekati dokter Bagas dan berusaha untuk membebaskannya. Akan tetapi belenggu yang mengikat tangan dan kaki dokter Bagas terlalu kuat.
Trisna kemudian ingat dengan tasbih yang selalu dia pegang kemanapun dia pergi. Trisna kemudian mulai menggenggam tasbihnya dan mulai membaca ayat suci Alquran dengan begitu khusyuk. Telapak tangan Trisna kemudian terlihat bercahaya. Ketika Tresna menyentuh belenggu yang mengikat tangan serta kaki dokter Bagas, belenggu itu pun hancur seketika.
" Alhamdulillah. Akhirnya aku bisa membebaskanmu. Dokter Bagas, masuklah ke dalam tasbih ku agar kau bisa terbebas dari tempat ini!" ucap Trisna, dengan menatap mata dokter Bagas.
Tiba-tiba saja dokter Bagas berubah menjadi cahaya putih dan langsung melesat masuk ke dalam tasbih yang digenggam oleh Trisna.
" Syukurlah ternyata aku bisa menggenggam jiwa dokter Bagas. Sekarang aku akan mengeluarkan dia dari tempat terkutuk ini!" ucap Trisna dengan bergegas keluar dari sana. Terlihat Trisna yang kemudian duduk bersila di atas lantai yang dingin dan kotor itu.
Seketika jiwa Trisna pun kemudian masuk kembali ke dalam tubuhnya. Sesaat sebelum dokter Alfonso datang ke tempat itu.
" Kurang ajar! Manusia itu benar-benar memiliki kekuatan yang luar biasa. Dia bahkan bisa melepaskan belenggu yang aku pasang kepada dokter Bagas. Aku harus mencari cara untuk bisa keluar dari tempat ini dan memberikan pelajaran kepada gadis itu yang selalu saja mengganggu kenyamananku tinggal di rumah sakit ini!" ucap dokter Alfonso tampak begitu geram.
Dokter Alfonso kemudian mencari anak buahnya yang selama ini dia manfaatkan untuk selalu mengikuti segala kemauannya.
" Kalian harus menangkap semua manusia yang masuk ke dalam rumah sakit ini. Makan jiwa mereka agar hidup kita tetap abadi. Apa kalian paham?" tanya dokter Alfonso kepada teman-teman yang lain.
Di antara para hantu itu, terlihat tunangan dokter Bagas yang begitu pucat wajahnya. Terlihat dia menangis begitu sedih karena sekarang Dokter Bagas sudah tidak ada lagi di rumah sakit. Tidak ada lagi yang akan melindungi dia dari keganasan dokter Alfonso yang selalu mengganggunya.
__ADS_1
" Melisa! Sekarang kau akan menjadi milikku seutuhnya. Hahaha!! Karena dokter Bagasmu yang tercinta sudah meninggalkan tempat ini dan dia tidak akan bisa kembali lagi kemari. Dia lebih memilih gadis itu daripada kamu yang penyakitan dan hantu penasaran!" ucap dokter Alfonso yang kemudian mengangkat tubuh Melisa untuk di bawa ke dalam kamar miliknya.
" Lepaskan aku Alfonso! Bagas pasti akan menghajarmu kalau dia tahu kau melakukan ini padaku!" ucap Melisa berusaha untuk melepaskan diri dari kuasa dokter Alfonso yang selama ini selalu berusaha untuk menguasai dia.
Akan tetapi terlihat dokter Alfonso tidak memperdulikan sama sekali semua hujatan cacian maupun makian yang keluar dari mulut Melisa.
" Sewaktu kau hidup. Aku hanya bisa mengiler melihatmu yang selalu mengejar-ngejar dokter Bagas. Sekarang dia sudah tidak ada di sini lagi. Melisa, kau akan menjadi milikku! Aku akan menjadikan kau sebagai Ratuku di istana ini! Percayalah Melisa ketika kau memutuskan untuk menjadi milikku maka semua hantu yang ada di rumah sakit ini tidak akan ada yang berani mengganggumu lagi!" ucap Alfonso dengan sifat jumawanya yang sangat tidak disukai oleh Melisa.
" Jangan pernah bermimpi akan membuatku mau untuk menjadi istrimu karena cintaku hanya untuk Bagas!" ucap Melisa yang tampak menangis.
Alfonso terlihat begitu marah mendapatkan penolakan dari Melisa. Apalagi ketika Melisa menyebut nama Bagas membuat Alfonso menjadi semakin geram di buatnya.
" Kau memang perempuan yang tidak tahu diri! Bahkan sudah mati pun kau masih membuat aku marah luar biasa!" dokter Avanza kemudian menampar Melisa sampai Melisa meringis kesakitan.
Melisa hanya menangis ketika melihat dokter Alfonso yang kemudian meninggalkan dia begitu saja, setelah melampiaskan hasratnya terhadap dirinya.
Begitulah nasib Melisa di rumah sakit itu. Apabila dokter Bagas tidak ada di tempat. Mekisa pasti akan menjadi pelampiasan seorang Alfonso yang sewaktu masih hidup pun adalah penggemar beratnya.
Melisa adalah seorang artis terkenal dan juga seorang foto model jadi tidak heran kalau Alfonso begitu menggilainya.
" Diamlah di situ. Karena aku akan mencari cara untuk mengejar dan memberikan pelajaran kepada Bagas yang sudah melepaskan mangsa-mangsa kita!" ucap Alfonso sambil mengunci ruangan tersebut.
Melisa berusaha untuk terbangun tetapi tubuhnya yang lemah memaksa dia untuk pasrah dengan keadaannya.
__ADS_1
***
Dokter Bagas yang sudah berhasil diselamatkan oleh Trisna melalui jiwa Trisna yang keluar dari wadagnya pada saat Trisna sedang tidur. Kini jiwa dokter Bagas ada di dalam tasbih milik Trisna.
Dokter Bagas tampak terdiam di dalam ruangan itu. Ruangan yang berwarna putih dan tampak begitu adem dan ayem.
" Apakah aku akan terkurung dalam Tasbih ini selamanya?" tanya dokter Bagas sambil terus menatap ruangan hampa udara itu.
" Akan tetapi di sini masih jauh lebih baik. Daripada di rumah sakit yang begitu panas hawanya dengan aura kebencian dan dendam yang sangat mencekik leher!" akhirnya dokter Bagas pun memutuskan untuk membiasakan diri berada di dalam tasbih milik Trisna.
Pada saat Trisna terbangun dari tidurnya dia pun kemudian melihat tasbih yang sekarang berada di tangannya sama percis seperti yang ada di dalam mimpinya.
" Ya Allah! Apakah benar kalau jiwa dokter Bagas ada di dalam Tasbih ini?" monolog Trisna sambil menggenggam tasbihnya.
Sekarang sekitar jam 02.00 pagi dan Trisna ingin mengecek apakah benar-benar Dokter Bagas telah dia selamatkan.
" Dokter Bagas! Kalau kau memang benar ada di dalam Tasbih ini keluarlah dan tunjukkan dirimu kepada ku!" ucap Trisna sambil mengelus tasbihnya yang ada di genggaman tangannya.
Tidak lama kemudian terlihat cahaya putih yang keluar dari tasbih dan membentuk tubuh dokter Bagas.
" Akhirnya kau membebaskan aku juga!" ucap Dokter Bagas dengan senyum sumringahnya yang membuat Trisna merasa bahagia.
" Syukurlah kalau aku benar-benar telah menyelamatkanmu! Kemarin aku benar-benar khawatir dengan kondisimu. Setelah kau mengorbankan diri untuk bertarung dengan dokter jahat itu!" ucap Trisna yang tampak berkaca-kaca matanya.
__ADS_1
Soalnya Trisna melihat tubuh dokter Bagas yang begitu menyedihkan dengan banyak luka di sekujur tubuhnya. Setelah disiksa oleh dokter Alfonso yang mengamuk gara-gara semua sandera yang susah payah dia tangkap semuanya malahan dibebaskan oleh dokter Bagas dengan begitu mudah.