
Broto yang sedang sakit parah, dia meminta kepada anak cucunya untuk dia bisa kembali ke Indonesia dan akhirnya kembali ke kediaman keluarga besarnya dengan begitu susah payah.
" Kakek baik-baik saja kan?" tanya Kenzo pada Broto yang wajahnya masih pucat seperti biasanya.
" Kakek sudah lebih baik," ucap Broto sambil menatap cucunya.
Kenzo sebetulnya ingin sekali bertanya tentang kecelakaan itu kepada kakek nya. Akab tetapi dia merasa tidak tega kepada Broto yang begitu kesulitan untuk bernafas.
" Ada apa Kenzo?" tanya Broto merasa heran dengan cucunya yang tidak biasanya begitu pendiam.
Kenzo dari tadi terus memperhatikan kedua orang tuanya yang sedang sibuk mengurus segala kebutuhan sang kakek.
Broto saat ini tinggal di rumah sakit milik mereka yang ada di Jakarta. Setelah pulang dari Singapura untuk melakukan perawatan di sana.
" Kakek. Sebenarnya aku sangat penasaran dengan sesuatu," ucap Kenzo dengan hati-hati sekali.
" Bertanyalah Kenzo! Kalau kau memang ingin bertanya sesuatu. Jangan memendamnya sendiri begitu saja!" ucap Broto kepada cucunya yang sangat dia sayangi.
Kenzo adalah keturunan satu-satunya yang dia miliki yang masih tersisa karena anak cucunya yang lain sudah dia korbankan untuk jadi tumbal pesugihan yang dia lakukan.
Yah Demi kekayaan dan kejayaan Broto rela melakukan apa saja. dia bahkan sampai menumbalkan anak istrinya dan juga cucu-cucunya untuk kemuliaan dunia.
" Kakek, Aku ingin bertanya kepada kakek tentang kebakaran rumah sakit kita 50 tahun yang lalu!" ucap Kenzo berusaha untuk hati-hati karena dia takut akan menyinggung perasaan kakeknya.
Terlihat Broto yang melotot sempurna kepada Kenzo. Karena dia benar-benar merasa terkejut kalau Kenzo ternyata mengetahui tentang kejadian itu.
" Dari mana kau mengetahui tentang kecelakaan itu?" tanya Broto dengan mata melotot kepada Kenzo.
" Ayolah kakek! Kakek jelas tahu sekali kalau itu bukanlah kecelakaan!" ucap Kenzo yang mulai kehilangan kesabarannya.
__ADS_1
" Aku sudah bertemu dengan paman Bagas di rumah sakit itu!" ucapan Kenzo benar-benar sukses membuat Broto terkejut bukan kepalang di buatnya.
" Dari mana kau tahu tentang Bagas?" tanyanya pilu dan sedih.
Bagas bukanlah bagian dari rencananya untuk ditumbalkan. Karena pada saat itu Broto tidak tahu kalau Bagas sedang berada di rumah sakit menengok tunangannya yang sedang dirawat di sana.
" Bukankah tadi Kenzo sudah bilang sama kakek kalau Kenzo sudah bertemu dengan paman Bagas. Kemarin malam Kenzo dan teman-teman mendatangi rumah sakit itu dan kami bertemu di sana. Kenzo juga bertemu dengan beberapa dokter yang mati penasaran karena kebakaran yang terjadi lima tahun yang lalu! Hampir saja Kenzo dibunuh oleh mereka Kek untuk membalas dendam kematian mereka yang sia-sia. Kalau bukan karena Paman Bagas yang mengorbankan diri dengan bertarung dengan mereka, mungkin sekarang Kenzo tidak akan berada di sini lagi!" ucap Kenzo tampak begitu sedih.
Broto sampai kesulitan bernafas mendengarkan penjelasan dari Kenzo.
" Bagaimana caranya kalian bisa bertemu? Bukankah Bagas sudah meninggal 50 tahun yang lalu?" tanya Broto bener-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kenzo kepadanya.
Perasaan Broto benar-benar sangat merasa bersalah atas kematian Bagas yang benar-benar tidak ada di dalam rencananya.
Saat itu Broto sudah menyuruh Bagas untuk keluar dari rumah sakit dengan berpura-pura sakit dan menyuruh Bagas untuk pulang ke rumahnya. Akan tetapi, siapa yang menyangka kalau ternyata Bagas malah lebih memilih menolong tunangan dia daripada pulang ke rumahnya untuk menolong sang ayah yang mengaku sedang sakit.
" Kenzo menyewa seorang indigo untuk membuka mata batin kami dan melakukan perjalanan malam itu. Sehingga bisa melihat mereka semua yang ada di rumah sakit itu. Kenzo dan teman-teman lainnya hampir saja mati di bunuh oleh setan-setan di sana. Apalagi mereka sangat marah setelah mengetahui kalau aku adalah keturunan kakek. Hampir saja aku ditawan oleh mereka. Sampai akhirnya Paman Bagas menyelamatkan kami semua dan bertarung dengan mereka. Entah sekarang bagaimana keadaan Paman Bagas di sana!" ucap Kenzo yang merasa sangat sedih memikirkan tentang Bagas yang sampai saat ini belum dia ketahui kabarnya.
Broto tampak terkesiap mendengarkan semua cerita Kenzo tanpa terasa air matanya mulai berlinang di pipinya.
" Kamu sungguh bertemu dengan Bagas di sana?" tanya Broto seakan tidak percaya dengan ucapan Kenzo.
Tiba-tiba saja pintu ruangan yang ditempati oleh Broto diketuk dari luar.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
" Masuk!" ucap Kenzo.
Setelah itu pintu pun terbuka terlihat Trisna dan Rara yang melangkahkan kaki ke arah Kenzo dan Broto yang matanya melotot ke arah Trisna yang dia rasakan memiliki Aura yang sangat berbeda dari yang lainnya.
" Halo Kenzo. Apa kabarmu? Apa aku bisa berbicara dengan kakekmu?" tanya Trisna sambil menyelami Kenzo.
Kenzo merasa sangat bahagia melihat kedatangan Rara. Sejak seminggu yang lalu mereka tidak bertemu lagi. Karena Kenzo yang sangat disibukkan dengan Broto yang meminta pulang ke Indonesia.
Saat ini kedua orang tua Kenzo sedang berada di luar sedang mengurus tentang kepindahan kakeknya di rumah sakit mereka.
" Kabarku baik saja. Bagaimana dengan kalian berdua?" tanya Kenzo yang merasa senang dengan kehadiran keduanya.
" Kenzo aku harus bicara dengan kakekmu," ucap Trisna to the point.
Kenzo yang sudah mengetahui tujuan Trisna pasti dia ingin membicarakan tentang rumah sakit itu. Maka dia pun menengok ke arah Broto yang bertanya tentang mereka melalui tatapan matanya.
" Kakek Mereka berdua adalah Trisna dan Rela. Mereka adalah wartawan yang kemarin bersama Kenzo mendatangi rumah sakit milik kakek yang terbakar 50 tahun yang lalu!" ucap Kenzo memperkenalkan Trisna dan Rara kepada Broto yang kaget bukan kepalang.
" Mau apa kalian datang kemari?" tanya Broto dengan Ketus dan tidak bersahabat.
" Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda! Dokter Bagas silakan kau keluar dan temui lah ayahmu!" ucap Trisna sambil mengeluarkan tasbih yang ada di telapak tangannya.
Seketika itu juga dari tasbih itu keluar cahaya putih dan kemudian membentuk tubuh dokter Bagas yang berdiri di hadapan mereka semua.
Broto sampai terkejut ketika dia melihat kehadiran putranya yang sudah sangat dia rindukan puluhan tahun sekarang berdiri di hadapannya.
" Bagas Maafkan Papah nak! Papa tidak ada niat sama sekali untuk membunuhmu kau yang bersikeras untuk berada di sana! padahal Papa sudah berkali-kali memintamu untuk pulang ke rumah!" ucap Broto yang langsung menangis tersedu melihat Bagas yang berdiri di hadapannya dengan tatapan yang begitu sendu dan penuh kesedihan.
" Kenapa Papa begitu tega sekali mengorbankan mereka semua?" tanya Bagas.
__ADS_1