Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong

Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
26. Harus bagaimana?


__ADS_3

Setelah Kakeknya meninggal. Kenzo pun kemudian memeriksa kamar milik sang Kakek dan mengambil buku manual yang sudah dipersiapkan oleh Kakeknya untuk dirinya bisa melanjutkan pesugihan siluman buaya.


Kenzo membaca semua yang tertulis di dalam buku itu.


" Ya ampun Kakekku sudah melewati begitu banyak kesulitan dengan melakukan pesugihan seperti ini!" ucap Kenzo bermonolog dengan dirinya sendiri.


Kenzo mengelus dadanya ketika dia membaca semua hal yang harus dia lakukan untuk melakukan pesugihan Siluman Buaya.


Di mana pada malam tertentu di setiap bulannya. Kakeknya harus bersetubuh dengan ratu siluman buaya. Hal yang sangat gila!! Kenzo benar-benar tidak mengerti kenapa Kakeknya sampai melakukan hal-hal mistis seperti itu.


" Kakek! Pantas saja wajah Kakek selalu pucat dan seperti kehilangan aura kehidupan setiap malam tertentu yang di sepakati oleh mereka. Rupanya karena Kakek harus bercinta dengan ratu siluman buaya." monolog Kenzo yang terus menggelengkan kepalanya.


Tiba-tiba saja bulu kuduk Kenzo serasa meremang seketika. " Ada apa ini? Kenapa perasaanku menjadi tidak enak begini?" monolog Kenzo kepada dirinya sendiri.


Kenzo pun kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


" Ya Allah apa yang kulihat itu?" Kenzo pun kemudian mempertajam pandangannya ke arah ranjang milik sang kakek di mana ada seorang wanita yang sangat cantik dan $eksi sedang berbaring di atasnya.


Perempuan itu tersenyum kepada Kenzo.


" Siapa kamu?" tanya Kenzo tampak terkesiap dan juga terpesona dengan kecantikan wanita itu yang sekarang bangkit dari ranjang.


Darah muda Kenzo berdesir seketika saat wanita itu mendekat ke arahnya. Pakaian wanita itu kurang bahan, hanya menggunakan BH nya dan rok yang memiliki belahan sampai ke ujung pangkal pahanya.


" Kau siapa?" tanya Kenzo yang merasa benar-benar kesulitan untuk menahan gejolak darah mudanya. Apalagi saat wanita itu dengan begitu agresifnya menyentuh bagian sensitif Kenzo yang sudah tegang seperti di sengat listrik ribuan volt saja sejak pertama melihat wanita itu di kamar Broto.


Suasana di dalam kamar itu benar-benar sangat mencekam dan membuat Kenzo benar-benar merinding dibuatnya.

__ADS_1


Aroma bunga kantilpun tercium begitu menusuk hidung Kenzo yang sangat sensitif dengan wewangian.


" Aku adalah ratu siluman buaya putih yang selama ini selalu disembah oleh kakekmu!" ucapnya dengan suara yang begitu merdu di telinga Kenzo.


Kenzo terkesiap mendengarkan pengakuan wanita itu.


" Kau Ratu siluman buaya?" Kenzo berusaha untuk mengkonfirmasi Pengakuan dari wanita itu.


" Jadi kau yang sudah membuat kakekku sampai mengorbankan anak cucunya. Hanya untuk mengabdi kepadamu?" tanya Kenzo tampak begitu geram.


Terlihat wanita itu tertawa terbahak-bahak mendengarkan perkataan dari Kenzo.


" Katakan padaku! Kenapa kau juga tidak Membunuhku?" tanya Kenzo pada ratu siluman buaya.


" Karena aku sudah memilih kamu untuk menggantikan kakekmu yang akan mengabdikan hidupmu padaku. Oleh karena itu aku tidak membunuhmu untuk dijadikan tumbal dari kakek kamu yang serakah itu! Hahaha!" Kenzo sangat bergidik ngeri. Saat dia mendengarkan tawa dari ratu siluman buaya yang sangat menakutkan baginya dan membuat bulu kuduknya merinding seketika.


Terlihat Ratu siluman buaya tertawa mendengarkan perkataan dari Kenzo.


" Maka semua harta yang dimiliki oleh kakekmu akan langsung aku tarik dan aku juga akan membunuh semua orang yang penting di dalam hidupmu. Sehingga kau akan datang dengan mengemis padaku untuk meminta semuanya dikembalikan seperti sedia kala! Hahahaha!" setelah mengatakan itu Ratu siluman buaya pun kemudian pergi meninggalkan kamar milik Broto.


" Ah sial! Eh ke mana kau? Aku belum selesai bicara denganmu! Dasar ratu brengsek!" umpat Kenzo benar-benar merasa kesal dengan ancaman dari Ratu siluman Buaya.


Karena merasa sangat marah dan jengkel. Kenzo pun kemudian meninggalkan kamar milik kakeknya dan kembali ke kamarnya sendiri.


Akan tetapi belum pun Kenzo masuk ke dalam kamarnya tiba-tiba saja ibunya langsung berlari mendekati Kenzo.


" Kenzo sayang! Cepatlah bawa ayahmu ke rumah sakit. Tiba-tiba saja ayahmu kejang-kejang dan keluar banyak darah dari mulut dan hidungnya!" ucap ibunya Kenzo yang sudah sangat ketakutan.

__ADS_1


Kenzo terkesiap luar biasa mendengarkan ucapan dari ibunya.


' Tampaknya Ratu siluman buaya sudah mulai menampakan aksinya untuk mengancamku. Sungguh benar-benar kurang ajar!' bathin Kenzo yang begitu geram memikirkan tentang ratu siluman buaya yang sedang berusaha memaksanya untuk melanjutkan pesugihan sang kakek yang sudah meninggal.


" Cepatlah Kenzo! Kenapa kau malahan melamun sih? Ayah kamu keburu mati!" ucap ibunya Kenzo menyadarkan putranya yang masih membeku di tempat.


Kenzo yang akhirnya sadarkan diri dia pun kemudian mengikuti ibunya untuk membawa sang ayah ke rumah sakit untuk mendapat kan perawatan. Akan tetapi ayahnya Kenzo sudah meninggal sebelum mereka sampai di rumah sakit.


Sehingga mereka akhirnya kembali lagi ke rumah karena bagaimanapun mereka tidak mau kalau sampai kematian ayahnya yang tidak wajar akan terekspos oleh media.


Keluarga Kenzo memang termasuk keluarga yang terkenal. Karena memiliki banyak rumah sakit yang dikelola oleh keluarganya.


" Kenapa tiba-tiba saja Ayah kamu meninggal dengan kondisi sangat aneh begini?" tanya ibunya Kenzo benar-benar tidak mengerti dengan kondisi suaminya yang tiba-tiba saja kejang-kejang dan keluar darah dari mulut dan hidungnya serta matanya.


" Padahal ayahmu sejak tadi siang masih sehat-sehat saja. Bahkan tadi setelah makan malam pun, dia masih sempat bercint@ dengan Mama," ucap ibunya Kenzo menceritakan semua hal tentang ayahnya yang sekarang sudah terbujur kaku di ruang tamu keluarganya.


Kenzo sudah memerintahkan kepada pembantu yang berada di mansion itu untuk membersihkan semua darah yang keluar dari lubang yang ada di kepala sang ayah. Hal itu di lakukan agar orang yang nanti bertakziah demi menghormati ayahnya, tidak akan bertanya-tanya tentang penyebab kematian ayahnya yang sangat aneh dan misterius.


" Kita akan lakukan pemakamannya hari ini juga tidak baik kalau sampai jenazah Papa terlalu lama di dalam rumah!" ucap Kenzo yang kemudian memerintahkan kepada sopirnya untuk mengumumkan tentang kematian ayahnya kepada warga di sekitar mansion keluarganya.


Ibunya Kenzo yang terlihat masih shock dengan kematian suaminya yang tiba-tiba. Dia hanya bisa terduduk lemas di sofa yang ada di ruang tamu.


" Suamiku! Kenapa kau tiba-tiba meninggal seperti itu?" tanyanya dengan menangis terisak.


Tiba-tiba saja ketika ibunya Kenzo sedang melihat ke arah tubuh suaminya. Dia melihat arwah sang suami yang di bawah pergi oleh anak buah siluman buaya.


" Eh, ke mana Kau mau membawa suamiku?" tanya Ibunya Kenzo yang berteriak dengan histeris kepada dua prajurit utusan ratu siluman buaya yang memaksa ayahnya Kenzo untuk meninggalkan Mansion mereka.

__ADS_1


__ADS_2