
Pangeran Abi Saka saat ini sedang berdzikir di dalam tasbih milik Trisna. Trisna yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Trisna tidak pernah menyangka kalau ternyata Pangeran Abi Saka seorang yang taat beribadah juga. Trisna juga tidak tahu kalau Pangeran Abi Saka ternyata siluman yang muslim dan tidak pernah lupa untuk berdzikir saat dia tidak melakukan kegiatan apapun.
" Aku tidak menyangka kalau anak Ratu siluman ular perak ternyata bisa melakukan semua itu. Aku kira dia sama-sama jahat seperti ibunya," monolog Trisna.
Tok tok tok
" Masuklah!" ucap Trisna kepada ayahnya yang ternyata berada di depan pintu kamarnya.
" Malam ini juga kamu dan Pangeran Abi Saka akan menikah. Kamu, bersiap-siaplah," Trisna sampai melotot sempurna mendengarkan apa yang dikatakan oleh ayahnya.
Trisna terlihat mau protes tetapi Kyai Ibrahim langsung melotot kepadanya.
" Turutilah! Apa yang Babah katakan padamu!" Trisna langsung menciut nyalinya saat melihat ayahnya yang begitu galak dan tegas. Tidak seperti biasanya yang terlalu lembut kepadanya.
" Tapi Babah!! Bagaimana mungkin aku bisa menikahi siluman? Apa Babah tega denganku?" tanya Trisna bahkan hampir menangis karena membayangkan kehidupan yang akan dia jalani di masa yang akan datang.
" Trisna, Babah hanya ingin kau memenuhi Takdirmu untuk bisa membuka pintu gerbang istana kerajaan alam gaib yang sudah lama menghilang. Kalau suatu saat nanti kau tidak bisa mencintainya Kau boleh meminta bercerai kepada suamimu," Trisna sangat terkejut mendengarkan ucapan ayahnya.
" Babah pernikahan bukanlah main-main!" ucap Trisna yang mulai kesal luar biasa.
" Babah tahu kalau pernikahan bukan main-main makanya kau harus berusaha untuk mencintai suamimu setelah kau menikah dengan Pangeran Abi Saka." Trisna hampir menangis mendengarkan ucapan ayahnya sendiri.
" Babah jahat!" Trisna kemudian menangis di atas ranjangnya karena memikirkan sifat ayahnya yang tiba-tiba saja berubah sangat aneh menurutnya.
__ADS_1
" Trisna Babah melakukan ini untuk kebaikan kamu. Babah hanya melaksanakan tugas yang seharusnya dilakukan sejak dulu. Maafkan Babah kalau kau mengira bahwa semua ini adalah keegoisan kami." Kyai Ibrahim terlihat mengelus pucuk kepala putrinya yang sampai saat ini masih menangis.
" Percayalah sayang. Secara perlahan, Kau pasti bisa mencintainya. Pangeran Abi Saka adalah seorang pria yang baik. Babah sudah mengenalnya sangat lama dan selama ini dia selalu belajar ilmu agama kepadaku. Walaupun dia siluman, tetapi dia taat beribadah dan dia tidak jahat seperti ibunya," Kyai Ibrahim berusaha untuk membujuk putrinya agar mau menikahi Pangeran Abi Saka.
" Dia itu bukan seorang pria Babah! Akan tetapi siluman ular perak! Apa Babah tega padaku?" Trisna benar-benar tidak habis pikir dengan pola pikir ayahnya sendiri bagaimana mungkin dia tega untuk membiarkan dirinya menikahi seekor siluman ular perak??
" No Babah!! Lebih baik Bapak membunuhku saja!" ucap Trisna dengan air mata yang mulai menetes di kelopak matanya.
" Lalu kau lebih memilih untuk menikah dengan dokter Bagas yang seorang hantu gentayangan korban dari keserakahan ayahnya yang telah menumbalkan dia kepada siluman buaya? Apa bedanya antara dokter Bagas dengan Pangeran Abi Saka?" tanya Kyai Ibrahim yang mulai merasa kesal kepada putrinya sendiri yang tidak mau menuruti apa yang dia katakan.
" Dokter Bagas saat ini sedang belajar kepada Kyai Ilham untuk menjadi seorang muslim yang taat," Trisna berusaha menjelaskan kepada ayahnya.
" Tetapi dokter Bagas tidak mencintaimu dia lebih mencintai tunangannya yang saat ini sedang hamil dokter Alfonso!" Trisna benar-benar terkejut karena ayahnya mengetahui semua hal tentang mereka.
" Intinya aku tidak mau menikahi Pangeran itu. Kalau Babah tetap memaksa Aku akan pergi dari Pondok Pesantren ini! Dan kembali ke kontrakanku. Aku akan kembali seperti dulu hidup sebagai anak yatim yang tidak memiliki keluarga!" Kyai Ibrahim sampai memerah wajahnya mendengarkan ucapan anaknya sendiri.
" Babah!! Lalu, apakah dalam agama Babah diajarkan untuk memaksakan kehendakmu terhadap anaknya?" tanya Trisna dengan mata yang berkaca-kaca.
Kyai Ibrahim sampai tidak bisa berkata-kata melihat Trisna yang begitu sedih hatinya karena dipaksa untuk menikah oleh ayahnya.
" Percayalah tidak mungkin kami menjerumuskan kamu kepada hal yang buruk. Kamu sendiri yang didatangi oleh raja alam gaib melalui mimpi kamu?" tanya Kyai Ibrahim pada Trisna.
" Aku tidak mengatakan kalau dia adalah raja Arab aku hanya mengatakan ada seorang pria berpakaian mewah ala kerajaan masa lalu dan datang padaku dan menceritakan semua yang kemarin kita bicarakan!" Trisna mengkonfirmasi ulang apa yang dia katakan kepada ayahnya.
Kyai Ibrahim menghela nafas dengan berat mendengar ucapan dari putrinya.
__ADS_1
" bagian bawah Apa urusannya kita dengan kerajaan alam gaib yang sudah lama menghilang?" tanya Trisna benar-benar sangat penasaran.
" Kalau kerajaan alam gaib kembali muncul, maka kerajaan itu akan menjadi penguasa di seluruh alam gaib. Ratu dan rajanya akan memerintah semua istana kerajaan yang ada di alam gaib. Kita harus bisa membukanya sebelum Ratu siluman ular perak yang melakukannya. Kalau dia sampai berhasil membuka gerbang pintu alam gaib maka dunia ini pasti akan penuh dengan huru hara." Trisna benar-benar pening mendengarkan ucapan ayahnya.
" Trisna! Percayalah bahwa apa yang kau lakukan ini adalah untuk kebaikan semuanya. kita harus bisa merebut istana kerajaan alam gaib sebelum Ratu siluman ular perak yang melakukannya. apabila dia yang berhasil menemukan pintu gerbang kerajaan itu maka Kejahatan akan merajalela di muka bumi ini! Babah mohon kepadamu pertimbangkanlah lagi keputusan kamu!" Kyai Ibrahim terus membujuk putrinya agar mau mengikuti apa yang dia katakan.
" Tapi Babah!! Kenapa harus aku?" tanya Trisna yang benar-benar sangat bingung.
" Karena itu adalah takdirmu sebagai pemegang tasbih mutiara hitam!" Kyai Ibrahim kemudian menjelaskan tentang asal muasal kemunculan tasbih mutiara hitam itu.
" Kalau begitu aku akan mengembalikan tasbih itu dan tidak mau menggunakannya lagi!" Kyai Ibrahim benar-benar kehabisan akal untuk berbicara dengan putrinya sendiri yang benar-benar sangat keras kepala.
" Bapak aku serius aku tidak mau menikahi Pangeran Abi Saka! Aku tidak mencintai dia!" Trisna bahkan sampai melotot ke arah ayahnya yang kini bangkit dari duduknya.
" Maka jangan salahkan Babahmu kalau harus menggunakan sesuatu yang tidak baik kepadamu agar membuatmu mau melakukan pernikahan ini!" Trisna benar-benar terkejut mendengar apa yang dikatakan ayahnya.
" Maksud Babah?" tanya Trisna masih bingung.
" Kita lihat saja nanti apa yang akan kamu lakukan kepadamu kalau kau membangkang dan tidak mau menikah denganmu Pangeran Abi Saka!" Trisna sampai tidak bisa berkata-kata mendengarkan ucapan ayahnya yang ternyata serius dengan apa yang dia katakan untuk membuat dirinya menikah dengan Pangeran Abi Saka.
Pangeran Abi Saka yang sejak tadi terus mendengarkan pembicaraan mereka berdua di dalam tasbih hanya bisa menundukkan kepala.
Hatinya merasa terhiris mendengarkan semua penolakan dari Trisna.
" Aku pasti bisa membuatmu jatuh cinta padaku suatu saat nanti!" tekat Pangeran Abi Saka.
__ADS_1
" Dan kau akan menjadi ratu di istanaku!" Pangeran Abi Saka rupanya sudah bertekad untuk menjadikan Trisna sebagai istrinya.
Sementara itu Kyai Ibrahim saat ini sedang berdiskusi dengan Kyai Salman dan juga Aminah untuk membuat Trisna mau menikah dengan Pangeran Abi Saka.