
Jenderal siluman buaya sudah kembali lagi wujudnya dengan wujud manusia. Wajahnya tampak begitu pucat.
" Kyai ampunkan diriku! Tolong kyai jangan musnahkan aku. Aku mohon Kyai! Aku berjanji aku akan mengabdi kepadamu dan menjadi suruhan mu!" ucap Sang jenderal yang tampak begitu kepayahan dan begitu kepanasan. Tubuhnya bahkan sudah hampir melepuh dan meleleh karena panas yang tak terkira yang di akibatkan oleh ayat suci Alquran yang sejak tadi terus menghantam tubuhnya tanpa ampun.
Terlihat tubuh Sang Jenderal yang sebentar lagi akan musnah tetapi dia memohon kepada Kyai Ilham untuk mengampuninya.
" Tolonglah ampunilah aku Kyai! Aku berjanji aku akan melindungi tempat-tempat milik keluarga Broto yang merupakan hasil pesugihan dari gusti ratu agar tidak di bumi hanguskan oleh sang ratu yang pasti akan memakan banyak jiwa kalau sampai hal itu terjadi. Aku mohon Kyai! Berilah aku kesempatan hidup agar aku bisa memperbaiki kesalahanku!" ucap sang Jenderal begitu memelas dengan memohon kepada Kyai Ilham.
" Kyai tidak usah mendengarkan ucapan siluman itu. Bukankah selama ini siluman buaya selalu begitu kejam dan sangat jahat? Mengampuni dia hanya akan membuat umat manusia akan semakin dalam bahaya! Apalagi kalau dia sampai berhasil pulang ke istananya. Dia dan ratunya pasti akan membangun kembali kekuatan yang lain untuk membalas dendam kepada kita!" ucap santri senior kepada Kyai Ilham.
Terlihat tubuh Jenderal siluman buaya semakin meleleh dan hampir saja musnah.
Kyai Ilham terus menetap ke arahnya terlihat Sang Jenderal yang memelas dan memohon pengampunan padanya.
" Aku akan memusnahkan raga silumanmu dan mengurung jiwamu di dalam tasbih ku! Aku akan memurnikan jiwa mu sehingga kau bisa kembali ke akhirat dengan jiwa yang bersih!" ucap Kyai Ilham kepada Jenderal siluman buaya yang sudah meneteskan air mata haru.
Terlihat Sang Jenderal yang menganggukkan kepala kemudian memajamkan matanya dengan begitu pasrah kepada Kyai Ilham.
Kyai Ilham tampak membacakan ayat-ayat suci Alquran yang kemudian mengarahkan tasbih miliknya ke arah jantung Sang Jenderal yang kemudian keluar cahaya putih dan melesat masuk ke dalam tasbih yang ada di telapak tangan Kyai Ilham.
Sontak tubuh Jenderal siluman buaya pun akhirnya musnah menjadi abu. Dia terlihat begitu pasrah pada sang Kyai yang kini telah memusnahkan dirinya.
Saat ini jiwa sang Jendral sudah mendekam di dalam tasbih milik Sang Kiai.
" Terima kasih Kyai karena kau masih bersedia untuk menyelamatkan jiwaku!" ucapnya dengan haru.
__ADS_1
" Siapa namamu?" tanya Kyai Ilham padanya.
" Genta, Kyai!" ucapnya perlahan.
" Ingat Genta dengan janjimu tadi. Bahwa kau akan berusaha untuk melindungi semua tempat yang di miliki oleh Keluarga Broto dari pengaruh ratu siluman buaya! Aku hanya tidak mau kalau sampai ada nyawa yang harus melayang lagi gara-gara keserakahan ratumu yang tidak ada ujungnya," ucap Kyai Ilham padanya.
Genta langsung mengangguk penuh keyakinan dengan ucapan Kyai Ilham.
" Tenanglah Kyai! Saya pasti akan membantu Kyai untuk melindunginya agar tidak terjadi korban di alam manusia gara-gara keserakahan sang ratu siluman buaya!" ucap Genta tanpa ragu sama sekali.
Kyai Ilham dan para santri kemudian membentuk benteng pertahanan yang kokoh dan kuat, membangun pagar gaib di kediaman keluarga Broto agar ketika mereka tidak ada di sana, Kenzo dan semua orang yang ada di sana tidak akan diganggu oleh sang ratu buaya.
Pada saat Kyai Ilham dan para santri sedang membersihkan tempat itu. Tiba-tiba terjadi goncangan yang sangat hebat dan dahsyat. Terlihat banyak makhluk-makhluk astral yang selama ini bersekutu dengan Kakeknya Kenzo, mereka berterbangan satu demi satu dan keluar dari kediaman keluarga Broto.
Setelah kediaman Broto bersih dan terbangun pagar gaib yang kokoh, Kyai Ilham kemudian mengajak murid-muridnya untuk kembali ke pondok pesantren setelah berhasil menggagalkan usaha siluman buaya untuk membumihanguskan tempat itu.
" Kyai Apakah tidak masalah kalau kita menyelamatkan jiwa dari Jenderal siluman buaya? Saya takut akan membawa masalah ke depannya!" ucap santri senior yang selalu menjadi andalan Kyai Ilham.
" Tenanglah Rangga. Jiwa siluman itu sudah aku Taklukan dan dia tidak akan berani macam-macam dengan kita!" ucap Kyai Ilham kepada Rangga yang tersenyum kepadanya.
***
Sementara itu Rara dan Trisna yang sekarang sudah berhasil melewati serangan para siluman buaya yang berjumlah ratusan tadi, mereka sekarang sudah berada di pondok pesantren milik Kyai Ilham.
Rara kemudian mempersilahkan tamunya untuk beristirahat di kamar yang sudah disediakan oleh santri yang tadi dia perintahkan untuk membersihkannya.
__ADS_1
" Terima kasih Ra karena kamu sudah mau menolong kami!" ucap Kenzo dengan air mata berderai di pipinya.
Kenzo benar-benar merasa terharu dengan perjuangan Rara, Trisna dan juga Kyai Ilham beserta teman-temannya yang lain. Untuk membantunya selamat dari cengkraman ratu siluman buaya yang selama ini di abdi oleh Kakeknya yang sudah meninggal.
" Sudahlah Kenzo masalah ini adalah masalah kita semua. Kalau sampai kau nanti mengabdi kepada siluman buaya itu, apalagi sampai menikah dengan ratu siluman buaya, pasti akan terjadi banyak korban yang akan mati untuk menjadi tumbalmu setiap tahunnya! Aku hanya ingin menyelamatkan calon-calon tumbal yang akan mati sia-sia kalau sampai kamu mengabdi kepada siluman buaya!" ucap Rara sambil tersenyum kepada Kenzo yang benar-benar merasa bersyukur karena pernah dipertemukan dengan Rara Dan juga Trisna.
" Terima kasih sekali lagi kepada kalian semua yang sudah mau berusaha untuk menyelamatkan kami dari rongrongan siluman buaya!" ucap ibunya Kenzo yang terlihat begitu terharu melihat perjuangan Rara dan juga ayahnya untuk menyelamatkan mereka sekeluarga.
" Setelah kita menyelesaikan masalah ini. Mama ingin agar kau segera menikah dengan Rara agar Ratu siluman buaya tidak akan mengganggu kalian lagi! Kenzo Mama tidak mau kalau sampai kau mengikuti jejak kakekmu melakukan pesugihan siluman buaya! Kau tahu Kenzo? Semua adik-adikmu dan saudaramu yang lainnya, banyak yang dikorbankan untuk menjadi tumbal kakekmu. Sekarang, hanya kau yang tersisa dari keluarga ini!" ucap Saras dengan berlinang air mata dan penuh kesedihan di mata tuanya.
Kenzo memeluk Saras dengan erat dan berjanji kepada ibunya akan selalu melindungi ibunya yang sudah banyak hidup menderita karena sang kakek yang selalu mengambil anak-anak Saras sebagai tumbal.
" Rara, tante harap kamu mau untuk menanggung beban ini. Menikahlah dengan Kenzo dan tolonglah kami untuk menangkal pengaruh Ratu siluman buaya dari keluarga kami!" terlihat Saras yang begitu mengharapkan Rara untuk menjadi menantu nya dan mau menikah dengan Kenzo.
Rara menatap Kenzo beberapa saat lamanya.
" Udah Ra sebaiknya kalian menikah saja tidak baik juga akan berpacaran di dalam hukum islam itu tidak diperbolehkan! Haram hukumnya Ra! Apalagi kamu kan anak Kyai Ra! Bukankah Kyai Ilham juga sudah memerintahkanmu untuk menikah dengan Kenzo?" tanya Trisna kepada Rara.
Rara tampak cemberut kepada sahabatnya. Karena bukannya memberikan solusi, Trisna Malah berdiri diantara Kenzo dan juga Saras yang mendesaknya untuk segera menikahi Kenzo. Dengan raut wajah kesal Rara lalu meninggalkan mereka semua.
" Kalian jangan memaksaku untuk menikah muda. Aku akan memikirkannya lagi. Sekarang kalian semua Istirahatlah karena hari sudah semakin larut malam!" ucap Rara yang kemudian memilih untuk pergi ke kamarnya dan meninggalkan mereka semua.
Sekitar pukul 02.00 pagi Kyai Ilham dan juga santri lainnya mulai kembali ke pondok pesantren. Dokter Bagas yang sudah menunggu kedatangan sejak tadi langsung menyambut kedatangan Kyai Ilham.
" Bagaimana hasilnya Kyai apakah para siluman itu berhasil dibasmi?" Tanya Dokter Bagas dengan begitu penasaran.
__ADS_1