
Kyai Ilham berusaha untuk mencari Rara yang sudah selama dua hari menghilang tanpa kabar berita.
" Kyai. Bagaimana kalau saya bertanya kepada Trisna? Bukankah selama ini mereka tidak pernah berpisah dan selalu kemana pun mereka selalu bersama?" tanya Genta yang saat ini sedang bersama dengan Kyai Ilham.
Kyai Ilham terus menggulirkan tasbih miliknya dan berdzikir di dalam hatinya dengan begitu khusyuk.
" Tanyakanlah Genta. Aku akan menunggumu di sini." Setelah Kyai Ilham memberikan izin kepada Genta untuk bertanya kepada Trisna. Genta pun langsung menghilang dari hadapan Sang Kiai.
Trisna yang saat ini sedang melakukan tugasnya merasa terkejut ketika bulu kuduknya terasa begitu dingin yang menandakan ada makhluk gaib yang berada di sekitarnya.
" Ada apa Genta kau datang ke tempatku?" tanya Trisna ketika dia menyadari bahwa yang mengunjungi kontrakannya adalah Genta.
" Wah ternyata aku tidak bisa bermain-main sedikit denganmu!" terlihat Genta yang tersenyum kepada Trisna.
" Bagaimana dengan keadaan dokter Bagas sekarang?" tanya Trisna yang sampai saat ini masih merasa khawatir dengan keadaan dokter Bagas.
Genta melihat ke sekeliling tempat tinggal Trisna yang begitu sederhana.
" Dokter Bagas baik-baik saja. Saat ini dia masih dalam tahap pelatihan oleh Kyai. Tetapi dia tidak diperbolehkan untuk keluar oleh Kyai karena dia harus mempelajari banyak sekali zikir dan juga doa-doa untuk memperkuat jiwanya agar tidak di kalahkan oleh hantu jahat seperti dokter Alfonso yang telah menyakitinya hingga seperti sekarang!" Trisna menarik nafasnya dalam-dalam.
Trisna tahu bahwa Genta datang ke tempatnya memiliki sebuah tujuan yang laun.
" Katakanlah keperluanmu!" ucap Trisna.
Trisna sudah membereskan semua pekerjaannya dan sekarang dia fokus untuk berbicara dengan Genta.
" Apa kau tahu kalau sudah dua hari Rara tidak kembali ke pondok pesantren maupun ke kontrakannya?" tanya Genta sambil menatap kepada Trisna.
Trisna terlihat memikirkan apa yang akan dia katakan kepada Genta.
__ADS_1
" Sebenarnya sekitar dua hari yang lalu, Rara dibawa pergi oleh Kenzo. Dia mengatakan kepadaku bahwa dia hanya ingin berbicara sebentar dengan Rara. Saat itu aku pikir Rara sedang berada di pondok pesantren bersama ayahnya. Sehingga aku tidak pernah mencari keberadaannya. Walaupun sudah dua hari ini dia tidak berangkat ke kantor." Trisna menundukkan kepalanya.
Sejujurnya Trisna saat ini sedang merasa sebagai sahabat yang buruk. Karena masih tetap anteng setelah selama dua hari Rara menghilang tanpa kabar.
" Apakah Kyai Ilham sudah mencoba untuk menerawang keberadaan Rara?" tanya Trisna kepada gentah yang langsung menggelengkan kepalanya.
" Kyai Ilham dan aku sudah berusaha untuk menerawang keberadaan Rara saat ini. Akan tetapi nihil. Seperti ada sebuah kabut putih yang menghalangi pandangan kami untuk bisa mengetahui keberadaannya!"
Trisna seketika merasa lemas tubuhnya ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh Genta.
Karena Trisna pun mengalami hal yang sama. Ketika dia mencoba untuk mencari di mana keberadaan Rara. Trisna merasa seperti ada kabut yang begitu tebal yang menghalangi pandangannya.
" Sungguh aneh sekali! Siapakah yang sudah membuat pagar gaib sebegitu hebatnya? Sehingga tidak bisa ditembus oleh kita semua? Bahkan kekuatan Kyai Ilham pun tidak mampu untuk menembusnya!" Genta sampai menggelengkan kepalanya karena benar-benar tidak mengerti dengan kejadian yang terjadi saat ini kepada Rara.
Trisna kemudian mengambil tasbihnya dia berusaha untuk memanggil Rara.
" Ra! Ra!!! Rara Kamu ada di mana sekarang Jawab pertanyaanku kalau kau mendengar suaraku! Ra!!" Trisna terus menggulirkan tasbih putih yang ada di telapak tangannya dan terus mengucapkan zikir di dalam hatinya dengan khusyuk.
" Trisna?? Apakah itu kamu Tris?" gentah benar-benar terkejut ketika mendengarkan jawaban dari panggilan yang tadi dilakukan oleh Trisna.
Trisna terlihat semakin serius menggulirkan tasbih yang ada di tangannya.
" Sekarang kamu ada di mana? Tunjukkan padaku keberadaanmu. Aku akan segera menjemputmu bersama dengan Genta!" Trisna berusaha untuk berbicara dengan Rara tetapi tiba-tiba saja suara Rara menghilang kembali.
Trisna dan Genta tampak begitu kecewa.
" Tampaknya Rara baik-baik saja terlihat dari suaranya. Genta!! Coba kau lihat frekuensi yang tadi dikirimkan oleh Rara melalui suaranya. Mungkin kau bisa mendeteksi keberadaan Rara sekarang!" Genta kemudian menggenggam tasbih yang tadi di serahkan oleh Trisna kepadanya.
Akan tetapi Genta merasakan bahwa tangannya terasa begitu panas dan tidak sanggup untuk memegang tasbih milik Trisna. " Ya ampun Tris tasbih Apa yang kau miliki ini kenapa aku merasakan panas sekali ketika mau memegangnya?" tanya Genta sambil menatap penasaran kepada Trisna.
__ADS_1
Trisna hanya tersenyum kepada Genta. Karena Genta yang terus mendesak ya untuk bercerita tentang tasbih itu Trisna pun kemudian mulai menjelaskan bahwa tasbih itu adalah warisan leluhurnya.
" Udah ya nggak usah kepo lagi! Karena itu adalah rahasia keluargaku. Aku tidak boleh menceritakan lebih daripada itu!" ucap Trisna berusaha untuk meminta pengertian Genta agar tidak mendesaknya lagi untuk bercerita tentang tasbih yang saat ini selalu menemani Trisna kemanapun dia pergi.
Genta pun kemudian menganggukkan kepala dan menghormati apa yang di katakan oleh Trisna. Bagaimanapun gentah tidak ingin memaksa Trisna untuk menceritakan sesuatu yang tidak ingin dia ceritakan kepada orang lain seperti dirinya.
" Tampaknya Rara berada di tempat yang aman. Karena bahkan kita semua tidak bisa menembus keberadaannya. Setidaknya untuk sementara itu yang bisa kita simpulkan. Ya, setidaknya, Rara tidak akan menjadi korban kebiadaban Ratu siluman Buaya!" Trisna berharap apa yang dikatakan oleh Genta adalah sebuah kenyataan dan sebuah kebenaran.
Trisna kemudian meminta kepada Genta untuk bekerja sama dengannya agar bisa menembus kekuatan pagar gaib yang dipasang oleh seseorang yang memiliki kemampuan yang sangat hebat sehingga membuat semua orang tidak mampu menembusnya.
" Genta aku yakin kalau kita berdua bekerja sama kita pasti akan bisa menembus keberadaan Rara saat ini!" ucap Trisna dengan penuh keyakinan dan terus berusaha untuk meyakinkan Genta bahwa usaha mereka pasti tidak akan sia-sia.
Pada malam itu Genta dan Trisna bersama-sama berjuang dan terus berdzikir selama semalam penuh untuk mereka bisa menembus kekuatan pagar gaib yang dipasang oleh Kenzo yang dia minta kepada seorang kyai yang sangat pintar dan sangat hebat dengan ilmunya ghaib nya.
Tepat sekitar jam 03.00 pagi. Trisna dan Genta merasakan bahwa ada aura yang sangat panas yang sedang mendekati mereka.
" Genta berhati-hatilah ada makhluk jahat yang sedang berusaha untuk menyerang kita berdua!" Trisna berusaha untuk mengingatkan gentah agar berhati-hati.
Genta yang saat ini sedang bersemedi bersama Trisna. Kemudian menganggukkan kepala kepada Trisna yang sejak tadi terus berusaha untuk membantu Genta melawan makhluk yang entah siapa terus berusaha mengganggu konsentrasi mereka untuk bisa menembus kekuatan pagar gaib yang di pasang oleh Kenzo.
" Siapa kamu? Kau sungguh berani mati karena mengganggu kami!" ucap Genta kepada makhluk yang saat ini sedang berusaha untuk masuk ke dalam kontrakan Trisna yang sejak tadi semakin erat menggenggam tasbih yang dia miliki.
Genta melihat bahwa Trisna saat ini sedang kepayahan melawan makhluk gaib yang entah dari mana tiba-tiba saja mendatangi kontrakan Trisna.
" Cepat tunjukkan wujudmu! Kau tidak usah seperti seorang pengecut yang hanya bisa bermain belakang!" ucap Genta memerintahkan kepada makhluk gaib yang malam ini mengganggu konsentrasi mereka untuk bisa mengetahui keberadaan Rara yang ada di dalam pagar gaib yang sangat kuat dan sangat sulit untuk ditembus oleh mereka berdua.
" Aku adalah utusan dari Kyai Ibrahim. Beliau meminta kepadaku untuk menyampaikan pesan kepada kalian berdua. Berhentilah untuk berusaha menembus pagar gaib yang telah beliau pasang karena itu akan sangat berbahaya kepada penghuni rumah yang saat ini sedang dinaungi oleh pagar gaib itu!" ucap makhluk yang berbadan tinggi besar yang saat ini sedang memperlihatkan eksistensinya di hadapan Trisna dan juga Genta.
" Siapa itu Kyai Ibrahim? Aku merasa, bahwa aku tidak pernah mengenalnya!" Trisna berusaha untuk menghambat eksistensi makhluk gaib yang mengaku sebagai suruhan seorang Kyai bernama Ibrahim.
__ADS_1
" Kyai Ibrahim adalah seorang kyai besar yang berasal dari Madura. Kenzo telah meminta kepada beliau untuk menaungi mansion miliknya yang akan dia tempati bersama istrinya dari pengaruh ratu siluman buaya! Apabila kalian terus berusaha untuk menembus pagar gaib itu, maka mereka berdua akan berada dalam bahaya. Karena itu artinya siluman Ratu Buaya pun akan bisa menemukan mereka berdua!" Trisna dan Genta benar-benar terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh makhluk gaib yang memiliki Aura yang sangat panas yang bahkan sampai mengakibatkan Trisna dan Genta terus mengucurkan keringat karena sangking panasnya.
" Aku tidak percaya dengan omongan makhluk beraura panas seperti kau! Cepat kau suruh kyaimu untuk datang sendiri menghadapku! Maka aku akan percaya dengan semua omonganmu!" perintah Trisna sambil mengarahkan tasbih yang dia pegang kepada makhluk yang memiliki Aura sangat panas dan sangat mengganggunya.