
Kyai Ilham mengerti apa yang dirasakan oleh putrinya saat ini dan dia pun tidak ingin mendesak Rara untuk mau menikah dengan Kenzo yang merupakan keturunan dari pengabdi Ratu siluman buaya.
Kyai Ilham bisa mengerti semua ketakutan Rara dengan apa yang tadi dia katakan kepadanya.
' Ayah tahu bahwa semua ini tidaklah mudah untukmu tetapi ayah percaya dengan kekuatan dan juga kehebatan mentalmu. Kelak kaulah yang akan selalu menjadi perisai dan pelindung Kenzo dari pengaruh Ratu siluman buaya!' batin Kyai Ilham sambil melihat ke arah putrinya yang sampai saat ini masih belum memutuskan apakah akan menolak atau menerima lamaran dari Kenzo.
' Ya Allah! Apa yang harus kulakukan?' batin Rara benar-benar merasa frustasi.
Rara mencintai Kenzo. Sangat mencintainya. Tetapi kalau dirinya harus bersaing dengan Ratu siluman buaya, dia pun merasa bimbang untuk menjalani nasib seperti itu.
" Pikirkanlah nak baik-baik dan apakah kau tidak akan menyesal kalau Kenzo menikahi wanita lain?" tanya Kyai Ilham kepada putrinya.
" Iya Ayah aku akan menerima untuk menikahi Kenzo. Ayah bisa melanjutkan semua proses nya. Rara akan mengikuti semua instruksi dari ayah. Rara melakukan ini selain karena Rara memang mencintai Kenzo. Rara juga tidak mau kalau sampai akan terjadi lebih banyak korban ketika Kenzo terbujuk rayu oleh Ratu siluman buaya untuk mengabdi kepadanya." ucap Rara dengan berlinang air mata.
Terlihat Kenzo yang saat ini sedang menguping pembicaraan ayah dan anak itu merasa hatinya begitu terhiris sembilu.
Kenzo tahu bahwa dirinya telah benar-benar menjadi beban bagi Rara maupun Kyai Ilham yang telah banyak membantunya selama ini.
' Aku nggak bisa membiarkan Rara harus hidup dalam penderitaan karena ketakutan aku yang tiba-tiba terbujuk oleh sang ratu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana ke dalam hidupku," monolog Kenzo merasa begitu sakit hatinya melihat Rara yang saat ini sedang menangis di dalam pelukan Kyai Ilham.
Kenzo sangat mencintai Rara Tetapi dia tidak mau kalau harus mengorbankan kebahagiaan wanita yang dia cintai hanya untuk menolong dan menyelamatkan dirinya dari pengaruh Sang Ratu Buaya.
Akan tetapi Kenzo pun merasa bingung kalau dia tidak menikah dengan Rara. Siapakah wanita yang akan dia minta untuk dijadikan istrinya?
Karena hanya dengan pernikahan. Kenzo bisa sedikit menjauh dari sang ratu yang pasti akan berpikir dua kali untuk mendekatinya.
Sepanjang perjalanan menuju kediamannya Kenzo terus memikirkan tentang Rara yang sedang menangis di dalam pelukan ayahnya.
" Seharusnya pernikahan itu menjadi sebuah kebahagiaan bukan menjadi sebuah kesedihan." ucap Kenzo.
__ADS_1
Saras yang saat ini sedang berada di samping Kenzo terlihat menatap putranya yang begitu suntuk wajahnya.
" Ada apa Nak? Kenapa kau sepertinya begitu tersiksa?" tanya Saras sambil melirik ke arah Kenzo.
Usia Saras saat ini sudah hampir 50 tahun akan tetapi kecantikannya masih bisa di bandingkan dengan wanita berusia 30 tahun.
Selama ini Saras memang sangat memperhatikan dirinya sendiri dan selalu melakukan perawatan mahal untuk menjaga kecantikan yang dia miliki.
" Katakanlah nak Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Saras lagi.
contoh kemudian menceritakan semuanya kepada Saras mengenai Rara yang begitu sedih untuk menikah dengannya," Seharusnya pernikahan adalah sebuah kebahagiaan bukan? Bukannya menjadi sebuah kesedihan. Aku tidak bisa membiarkan wanita yang kucintai harus hidup dalam kebimbangan dan ketakutan. Mah! Apakah Mamah mempunyai seorang wanita sebagai calon istriku? Katakanlah padaku mah. Aku akan menikahi wanita itu tanpa berpikir dua kali!" ucap Kenzo yang saat ini benar-benar sedang putus asa.
Saras tampak berpikir keras, " Sepertinya Mama mempunyai seorang wanita yang bisa menjadikan sebagai kandidat untuk menjadi calon istrimu." ucap Saras sambil tersenyum kepada putranya.
" Siapa Mah? Apakah Kenzo mengenal dia?" tanya Kenzo begitu penasaran Sampai dia tidak bisa berpaling dari Saras.
Akan tetapi Kenzo mengedikkan bahunya karena dia memang tidak ingat siapa itu Amelia. Wanita yang diceritakan oleh ibunya saat ini. Wanita yang akan dijadikan sebagai calon istri Kenzo.
" Ya sudah kalau kau mau menerima Amelia sebagai calon istrimu. Sekarang teleponlah Kyai Ilham. Untuk membatalkan semua proses pernikahan yang sedang di persiapkan oleh pihak mereka." ucap Saras kepada Kenzo.
" Baik Mah. Aku akan menelepon Rara. Untuk membatalkan rencana pernikahan kami!" ucap Kenzo yang kemudian mencari ponselnya dan akhirnya menelpon Rara.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Kenzo dengan jantung yang berdebar sangat kencang.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, ada apa?" tanya Rara pelan.
" Maafkan aku Ra. Sepertinya aku tidak bisa menikahimu. Karena Mamaku sudah menjodohkan aku dengan Putri sahabatnya dan hari ini juga aku akan menikah dengan nya." setelah mengatakan itu Kenzo langsung menutup panggilan teleponnya. Tanpa menunggu apa yang akan di katakan oleh Rara.
Sungguh perasaan Kenzo saat ini benar-benar sedang kacau dan dia tidak bisa berpikir jernih untuk saat ini.
__ADS_1
Kenzo tidak mau kalau sampai nanti apa yang sudah diputuskan olehnya. Bersama sang ibu akan dibatalkan kalau dia berlama-lama bicara dengan Rara.
' Aku mencintaimu Ra! Sangat mencintaimu. Akan tetapi aku tidak mau kalau harus membebanimu dengan kehidupanku yang masih abu-abu hingga saat ini. Aku harap kau bisa menemukan kebahagiaanmu bersama laki-laki yang bisa mencintaimu dengan tulus!' bathin Kenzo dengan air mata yang sudah meleleh di pipinya.
Saras bisa mengerti apa yang saat ini dirasakan oleh putranya. Dia bisa melihat bahwa Kenzo benar-benar mencintai Rara terlihat dari cara Kenzo menatap gadis itu.
' Maafkan kami Nak. Gara-gara Kakekmu yang sudah berurusan dengan siluman. Sehingga membuat hidupmu sekarang harus terombang-ambing seperti ini. Bahkan kau tidak bisa menikahi wanita yang kau cintai. mama bisa merasakan apa yang saat ini sedang dirasakan oleh Rara menilai kebimbangannya untuk menikah denganmu.' batin Saras merasa benar-benar sangat prihatin dengan keadaan fotonya yang harus mengikhlaskan cintanya.
' Dulu Mama juga mengalami dilema yang sama seperti Rara saat ini dan mama sudah membuktikan bahwa memang semua anak mama harus dijadikan tumbal oleh kakekmu. Yang tersisa sekarang hanya Kau seorang dari keturunan kakekmu. Itupun karena sangatlah tumbuh Ayah yang sedang mengincarmu untuk dijadikan pengantinnya. kalau tidak kau pun pasti sudah mati sejak dulu dijadikan tumbal oleh Siluman Buaya itu.' bathin Saras merasakan hatinya begitu hancur ketika dia kembali mengingat tentang seluruh anak-anaknya yang satu persatu tiba-tiba saja mati mendadak tanpa sebab apa pun yang menjadi sebab kematian mereka.
Pada saat itu Saras belum mengetahui tentang mertuanya yang mengabdikan hidup kepada Ratu siluman buaya. Sehingga dia selalu menganggap bahwa itu adalah keteledoran dirinya yang telah membuat anaknya meninggal secara tiba-tiba.
" Sungguh sakit nak. Ketika melihat darah daging kita mati sia-sia. Mama sudah mengalami semua itu lebih dulu!" ucap Saras sambil menghapus air matanya yang berderai begitu saja tanpa izinnya.
Kenzo yang selama ini selalu menjadi saksi dari air mata kesedihan ibunya setiap kali melihat saudaranya yang mati mendadak tanpa penyakit apapun.
" Kenzo tidak mau harus melihat kesedihan di mata Rara, ketika semua itu terjadi kepadanya. Mah, Kenzo tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana. Dan takdir seperti apa yang akan membawa hidup Kenzo. Akan tetapi Kenzo tidak akan mengizinkan air mata Rara menyertai setiap langkah hidup Kenzo." Saras memeluk putranya dengan begitu erat dan kemudian mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah milik keluarga Broto.
Ada beberapa bagian yang terbakar gara-gara ulah perbuatan siluman buaya. Akan tetapi secara keseluruhan kediaman itu masih terlihat baik. Kenzo bisa merasakan. Bahwa saat ini rumahnya telah dijaga dengan pagar gaib yang sangat kuat yang sudah dibuat oleh Kyai Ilham beserta para santrinya sebelum meninggalkan kediamannya kemaren malam.
" Insya Allah kita akan aman tinggal di kediaman ini karena Kyai Ilham sudah membuatkan pagar gaib untuk kediaman kita. Mah, kita harus mempertebal iman dan taqwa kita agar kita tidak sampai tergoda kepada bujuk rayu dari ratu siluman buaya yang akan menawarkan harta dan kekayaan kepada kita!" ucap Kenzo sambil tersenyum kepada ibunya yang saat ini sedang tersenyum ke arahnya.
" Mama akan menelpon dulu tante Maureen dan mengabarkan tentang lamaran kita untuk Amelia!" Kenzo hanya mengangguk saja menanggapi apa yang dikatakan oleh ibunya.
Bagaimanapun Kenzo sudah bertekad bahwa dia tidak akan pernah melibatkan Rara di dalam kehidupannya yang begitu rumit. Karena sudah berurusan dengan sang Ratu siluman buaya.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Jeng!" ucap Saras membuka salam untuk sahabatnya.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh tumben Jeng Saras menelepon saya, ada apa Jeng?" tanya Maureen kepada Saras yang segera melirik ke arah Kenzo.
__ADS_1