Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong

Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
77. Kembalilah


__ADS_3

Trisna saat ini membuka matanya di mana Raja Abi Saka masih memeluk tubuh polosnya. " Apa ya, aku harus melepaskan dia dan menetap di sini untuk mewakilinya memerintah istana ini?" monolog Trisna yang saat ini masih belum menyadari perasaannya sendiri yang sudah jatuh cinta kepada Raja Abi Saka.


Trisna ingin bangkit dan melepaskan diri dari tangan kekar Raja Abi Saka.


" Aih, sulit!! Kenapa dia memiliki tenaga sebesar itu? Padahal dia saat ini sedang tidur. Tapi sulit untuk lepas dari dia." Trisna terlihat lemas. Ya, sekujur tubuhnya lemas dan pegel.


Suami silumannya ini, aih, sungguh bener-benar membuat dirinya tidak bisa berkata-kata di buatnya. Semalaman mereka hanya berenang dalam lautan cinta yang bergulung-gulung tanpa henti.


" Tidurlah sayang!! Masih ada sekitar 2 sampai 3 jam lagi untuk kita bisa tidur. Setelah itu tidak tahu kita akan kembali bertemu." Trisna terkejut ketika tiba-tiba saja Raja Abi Saka membuka matanya dan menarik dirinya ke dalam pelukan Raja Abi Saka.


" Kau sudah bangun?" tanya Trisna.


Raja Abi Saka mengangguk kemudian duduk dan menatap istrinya yang saat ini terlihat begitu cantik dan bersinar wajahnya.


Raja Abi Saka melihat ada sesuatu yang bersinar di perut istrinya.


' Syukurlah! Ternyata kerja keras kami tidaklah sia-sia' bathin Raja Abi Saka sambil tersenyum bahagia sekali.


Trisna merasa heran dengan ekspresi suaminya yang tidak biasa.


" Kenapa kau melihat aku begitu?" tanya Trisna sambil memegang ke dua pipinya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


" Apakah ada yang salah dengan wajahku?" tanya Trisna merasa bingung.


Raja Abi Saka menggeleng tetapi malahan mencium kembali bibir istrinya yang selalu bisa membuat dia hilang akal.


" Sayang apakah aku akan menungguku pulang?" tanya Raja Abi Saka pada Trisna.


Entah kenapa. Trisna merasa seperti sebuah dejavu ketika dulu Ibu dan kakeknya juga melakukan hal yang sama ketika mereka berdua berpamitan kepadanya untuk mencari sang ayah.


" Kau jangan berkata begitu. Aku jadi takut kalau kau tidak akan pernah kembali lagi. Aku ingat. Dulu Ibu dan Kakakku juga mengatakan hal yang sama. Ketika mereka berpamitan padaku untuk mencari ayahku yang menghilang tiba-tiba." Trisna tertunduk Sedih ketika memikirkan tentang masa lalunya yang harus berpisah dengan ibu, Ayah dan juga kakeknya yang sangat dia sayangi.


Trisna merasakan kesedihan yang luar biasa. Ketika ditinggalkan oleh mereka pada saat usia dirinya yang benar-benar sedang membutuhkan kasih sayang keluarganya.


Trisna merasakan hatinya begitu pilu saat itu.


Raja Abi Saka memeluk istrinya dengan erat dan mencium keningnya berkali-kali.


" Aku tidak pernah berencana untuk meninggalkanmu begitu lama. Sayang! Aku hanya tidak tahu apa yang akan terjadi saat kepergianku nanti. Hanya itu!! Tolong kau jangan berpikir negatif dengan kepergianku ini. Aku akan berjuang untuk memenuhi tanggung jawabku sebagai seorang raja yang harus menaklukkan kembali kerajaan yang sempat terlepas karena istana ini yang menghilang tiba-tiba. Apa kau faham?" tanya Raja Abi Saka kepada Trisna.


Trisna sebenarnya tidak terlalu mengerti tentang kerajaan ataupun sebagainya dia hanya ingin hidup bersama dengan orang yang mencintainya dan membuat dirinya bahagia.


" Tidak bisakah Kau membiarkan saja semua itu terjadi? Kalau memang mereka mengakui kita sebagai raja dan ratu mereka, aku yakin mereka pasti akan takluk dengan sendirinya." Trisna berusaha untuk membujuk suaminya agar membatalkan rencananya untuk meninggalkan istana kerajaan alam gaib.

__ADS_1


" Atau kau biarkan aku ikut denganmu. Kau tahu kan? Kalau aku memiliki kekuatan yang besar?? Bahkan ibumu dan Ratu siluman buaya, semuanya dikalahkan olehku. Apa kau lupa itu? Bukankah kita berdua yang sudah membuka kunci pintu gerbang kerajaan alam gaib ini sehingga kembali terbuka? Izinkan aku untuk berjuang bersamamu juga. Aku bisa gila kalau harus menunggu kepulangan kamu yang tidak jelas, kapan itu terjadi." Trisna menelusukan wajahnya di ceruk leher sama suami yang mulai dia cintai.


Raja Abi Saka menggelengkan kepalanya karena dia tidak mau terjadi hal yang buruk terhadap istri dan juga calon anaknya.


" Tidak sayang. Kau saat ini sedang hamil muda. Aku tidak mau kalau terjadi hal yang buruk terhadapmu. Istana ini juga membutuhkan seorang Ratu yang akan menjaga dan memerintah di saat aku pergi. Kalau kita berdua meninggalkan istana ini, maka pasti akan ada kerajaan jahat yang ingin merebutnya dari kita berdua. Contohnya kedua orang tuaku yang sejak dulu sangat menginginkan memiliki istana kerajaan ini." Trisna terkejut mendengarkan hal itu.


" Hamil? Dari mana kau tahu kalau aku hamil?" tanya Trisna seperti tidak percaya dengan perkataan suaminya.


" Aku melihat cahaya di perutmu sayang. Itu adalah calon anak kita berdua. Anak hasil cinta kita berdua selama ini. Hasil lembur kita tiap malam. Aku gak sia-sia mengorbankan waktu istirahatku di malam hari dengan bercocok tanam denganmu. Kita akan segera punya anak, sayang. kau harus menjaga anak kita berdua. Tunggulah aku kembali dan jadilah istri yang baik. Jaga istana kita." Raja Abi Saka memegang perut Trisna yang masih terlihat datar.


Tresna masih belum mempercayai apa yang dikatakan oleh suaminya tentang dirinya yang saat ini sedang hamil.


" Kau itu bukan dokter, bukan pula bidan. Idih, apa itu bercocok tanam?? Bahasa kamu itu ya!! Menyebalkan! Kau kira aku tanah?" Trisna terlihat misuh-misuh dengan pipi yang merona karena malu.


Raja Abi Saka bukannya marah dia malah tertawa melihat ekspresi istrinya yang begitu menggemaskan.


Raja Abi Saka tahu kalau dirinya sudah me cintai Trisna dan sudah tidak bisa ditolong lagi untuk bisa keluar dari jeratan cinta ang istri cantiknya.


" Kau tahu sayang? Bangsa seperti kami, memiliki kemampuan dan juga insting yang sangat luar biasa. Kau tidak akan mengerti dengan kemampuan semacam itu. Kami bahkan tahu itu anak kami atau bukan hanya dengan satu kali pandang. Jadi tidak akan ada seseorang yang bisa menipu atau membohongi kami dengan hal-hal seperti ini." Raja Abi Saka menyentil hidung mancung Trisna dan memcium bibir mungilnya yang saat ini sedang cemberut.


Trisna mengakui bahwa memang apa yang dikatakan oleh suaminya adalah sebuah kenyataan dan bisa di buktikan.

__ADS_1


" Baiklah. Aku percaya. Bersiaplah. Bukankah kau katanya mau pergi?" tana Trisna kepada suaminya yang masih betah dia atas ranjang mereka.


__ADS_2