Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong

Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
55. Akur??


__ADS_3

Mendengarkan janji dari ayahnya membuat Trisna akhirnya luluh dan setuju untuk pindah bersama dengan ayahnya.


Mereka pun kemudian mengantarkan Krisna untuk menuju kontrakannya dan setelah itu mengambil barang-barangnya dan membereskan semuanya. itu juga Trisna pindah ke kediaman Kyai Ibrahim yang ternyata memiliki sebuah pondok yang sangat besar dengan santri hampir ribuan.


Kyai Ilham benar-benar terperanjat melihat pondok milik Kyai Ibrahim yang memiliki ribuan orang santri bahkan mata bathin Sang Kyai bisa melihat bahwa di sana selain manusia yang belajar mengaji juga banyak makhluk-makhluk astral yang bergentayangan di tempat itu dan nyantri kepada Sang Kiai.


Kyai Ilham benar-benar sangat takjub dan merasa sangat bangga kepada Kyai Ibrahim yang ternyata pamor dan juga auranya sangat kuat di tempat itu.


" Silakan masuk dulu. Tolong tunggu sebentar karena Saya akan meminta kepada santri saya untuk menyiapkan kamar untuk kalian semua." Kyai Ibrahim pun kemudian memanggil salah satu santri yang kebetulan melintas di hadapan mereka.


" Tolong kalian siapkan 5 buah kamar untuk tamu saya. Oh ya, sekalian siapkan juga makan siang untuk kami semua Terima kasih banyak!" setelah memberikan perintah kepada santrinya Kyai Ibrahim pun kembali menemui para tamunya yang saat ini masih berada di aula pondok pesantren.


" Babah kenapa aku baru tahu kalau Babah punya pondok pesantren sebesar ini?" tanya Trisna kepada ayahnya yang ternyata tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kontrakannya selama ini.


Bahkan setiap kali berangkat kerja Trisna selalu Pesantren itu tetapi dia tidak tahu bahwa pondok pesantren itu adalah milik ayahnya sendiri.


Kyai Ibrahim hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari putrinya.

__ADS_1


" Selama ini Babah hanya fokus untuk mencari ibu dan juga kakekmu. Karena Babah berpikir kau sudah aman berada bersama dengan Kyai Razak. Siapa yang menyangka kalau kau ternyata malah melarikan diri dari sana dan entah menghilang ke mana! Untung saja Kyai Ilham memberitahukan bahwa kamu bersahabat bersama dengan putrinya," Kyai Ibrahim benar-benar merasa berterima kasih kepada Kyai Ilham yang sudah kembali mempertemukan dirinya bersama putrinya setelah bertahun-tahun lamanya mereka berpisah.


" Aku tidak tahan kalau harus hidup berjauhan dengan ibu dan juga kakekku. Oleh karena itu aku berusaha untuk mencari mereka dengan usahaku sendiri. Aku sengaja bekerja sebagai wartawan di sebuah majalah misteri Aku berharap bisa mendapatkan petunjuk tentang keberadaan ibu dan juga kakekku di dalam setiap pekerjaan dan juga Petualanganku. Akan tetapi sampai sejauh ini aku belum mendapatkan petunjuk apapun." Trisna menjelaskan segalanya kepada sang ayah yang tampaknya mulai berusaha untuk mengerti tentang situasi putrinya yang pasti sangat berat hidup Sebatang Kara selama ini tanpa kedua orang tuanya ataupun keluarga dekat yang mengenalnya.


Trisna pun selama ini selalu berpikir bahwa dirinya memang Sebatang Kara tinggal di dunia karena tidak ada keluarga yang dia kenal secara dekat.


Keluarga yang selama ini selalu dianggap oleh Krisna pada Kyai Ibrahim yang merupakan ayah dari sahabatnya Rara.


Rara sejak tadi hanya menundukkan kepalanya dan terus bermain dengan jari jemarinya Rara benar-benar tidak sanggup untuk mengangkat kepalanya karena di situ ada Kenzo yang terus memperhatikannya dengan perasaan penuh kerinduan.


" Babah! Mari kita menyelidiki tentang keberadaan ibu dan juga kakek. Berdasarkan petunjuk suara gaib yang datang kepadaku. Ibu sekarang berada di penjara bawah tanah yang ada istana kerajaan ular perak!" Trisna Kemudian menceritakan tentang suara gaib yang pernah datang kepadanya ketika dirinya sedang kesulitan tidur dan masuk ke dalam alam bawah sadar tanpa dia sadari.


Kerut di kening Kyai Ibrahim semakin dalam dia pun menarik nafasnya dengan begitu berat mendengarkan semua yang dikatakan oleh putrinya yang dia tahu tidak mungkin berbohong kepadanya.


" Trisna sebaiknya biarkan dulu Kyai untuk beristirahat dan makan. Bukankah beliau baru saja datang dari Mekah? Pasti merasa sangat lelah setelah perjalanan yang begitu jauh." Kyai Ilham memberikan nasehat kepada Krisna agar membiarkan Kyai Ibrahim untuk beristirahat dulu setidaknya makan karena terlihat bahwa beliau wajahnya begitu tegang dan juga sangat lelah.


Trisna melirik sekilas kepada ayahnya yang memang terlihat begitulah dan bahkan matanya terlihat mengantuk sejak tadi.

__ADS_1


Tidak lama kemudian santri yang tadi diperintahkan oleh Kyai Ibrahim untuk menyiapkan kamar pun datang ke aula pondok dan tergopoh-gopoh memberitahukan bahwa kamar yang diperintahkan oleh sang kyai sudah siap untuk ditempati oleh para tamunya. " Kyai kamarnya sudah siap untuk ditempati!" Kyai Ibrahim kemudian menganggukkan kepala dan mengucapkan terima kasih kepada santri tadi.


" Sami-sami Pak Kyai Saya permisi dulu dan akan kembali mempersiapkan makan siang untuk semuanya. Oh ya Kyai, silakan untuk mengikuti teman saya yang akan menunjukkan kamar yang sudah dipersiapkan oleh pengurus pondok," ucapnya lagi. Santri itu pun kemudian kembali meninggalkan mereka semua untuk melanjutkan tugasnya.


Mereka semua pun kemudian masuk ke kamar masing-masing yang sudah disiapkan oleh santri Kyai Ibrahim.


Saras, Rara dan Trisna ditempatkan di asrama putri untuk sementara waktu. Setidaknya sampai Kyai Ibrahim menyiapkan kamar yang pantas untuk putrinya di kediaman utama yang dia tempati sendirian saja selama ini.


Sementara Kyai Ilham dan Kenzo di tempatku di asrama khusus wali santri yang jauh rumahnya. Apabila datang untuk mengunjungi putra-putri mereka ke pondok pesantren.


Kenzo dan Saras merasakan tenang hatinya berada di pondok pesantren yang dikelola oleh Ibrahim yang pasti terjaga sangat ketat dari pengaruh makhluk-makhluk gaib yang jahat seperti Ratu siluman buaya.


Mereka sudah sepakat akan menyelesaikan masalah satu demi satu agar bisa fokus dalam menyelesaikan masalah tersebut.


" Kyai Apakah bisa kalau saya berbicara dengan Kyai?" tanya Kenzo ketika dirinya tanpa sengaja berpapasan dengan Kyai Ilham yang saat ini sedang memperhatikan keadaan pondok pesantren yang dikelola oleh Kyai Ibrahim.


Kyai Ilham kemudian mempersilahkan kepada Kenzo untuk duduk di kursi yang kebetulan tidak jauh dari lokasi Mereka berdiri saat ini.

__ADS_1


" Bolehkah saya minta tolong kepada Kyai untuk membersihkan jiwa saya dan juga badan saya dari pengaruh Ratu siluman buaya? Saya ingin benar-benar terbebas dari pengaruhnya dan tidak ingin lagi berurusan dengan dia. Kalau benar saya menikah dengan Ratu siluman buaya Saya ingin bercerai dengannya untuk selamanya Kiai. Saya ingin benar-benar serius dan menikahi Rara untuk menjadikan istri saya yang terakhir selama hidup saya," Kyai Ilham menatap kenzoh dengan serius dia tahu bahwa Kenzo sangat mencintai putrinya dan akan melakukan apa saja untuk membuat putrinya bisa menjadi istrinya.


" Apa kamu yakin kalau kamu benar-benar ingin melepaskan diri dari pengaruh Ratu siluman buaya?" tanya Kyai Ilham ingin mengkonfirmasi semuanya kepada Kenzo.


__ADS_2