
Ratu Buaya merasa marah sekali ketika melihat kambing yang dipotong oleh sang jagal ternyata berbeda dari yang dia perintahkan.
" Panggilkan jagal yang telah menyembelih kambing ini! Berani-beraninya dia menipuku!" ucap Sang Ratu Buaya merasa marah sekali melihat kambing yang hendak disembelih ternyata adalah kambing yang berbeda yang sama sekali tidak dia inginkan.
Sang ratu langsung menyerang jagal yang telah menipunya dengan menggunakan kekuatannya yang masih tersisa di tubuhnya.
" Lancang!! Di mana kambing yang kemarin Aku perintahkan untuk kau sembelih?" tanya sang ratu yang saat ini benar-benar sedang marah kepada sang jagal yang sudah berani menipunya dengan mentah-mentah.
Jagal itu sampai gemetar tubuhnya mendengarkan perkataan dari sang ratu yang sudah mengetahui penipuan yang dia lakukan.
" Maafkan saya Ratu. Kambing yang kemarin hendak saya sembelih sangat alot dan tidak bisa Saya tembus dengan parang saya dan ketika saya sedang berusaha untuk menyembelihnya, tiba-tiba ada seberkas sinar putih yang membuat tangan saya sangat panas dan juga gemetar. Sehingga saya tidak sanggup untuk memegang parang saya. Saya kemudian meninggalkan tempat penjagalan, berniat untuk mencari siapa kira-kira yang sedang bermain-main dengan saya. Akan tetapi saya tidak menemukan siapapun di sana. Ketika saya kembali, kambing itu sudah tidak ada. Karena saya takut yang mulia Ratu merasa kecewa karena tidak jadi memakan daging kambing. Makanya saya pergi ke penjara bawah tanah dan menarik satu ekor kambing lainnya dan saya sembelih dengan parang saya!" ucap sang jagal kepada ratunya yang langsung marah luar biasa ketika dia mendengarkan penjelasannya.
" Lancang! Siapa yang sudah berani menembus istanaku dan mencuri kambing yang harusnya aku makan hari ini?" tanya sang ratu siluman buaya dengan amarah yang luar biasa.
" Beo! Cepat kau selidiki semua istana ini dan Cari kambing itu sampai dapat! Aku tidak mau tahu! Pokoknya aku harus memakan kambing itu malam ini juga!" perintah Sang Ratu Buaya kepada ajudannya.
" Siap yang mulia! Hamba akan segera melakukan perintah anda!" setelah mengatakan itu ajudan sang ratu pun kemudian meninggalkan istana kerajaan siluman buaya.
***
Sementara itu Kyai Ilham yang sekarang sudah kembali ke dalam tubuhnya yang sudah berhasil membawa ayahnya Kenzo ke alam manusia. Dia terlihat senang karena dirinya tidak terlambat untuk menyelamatkan ayahnya Kenzo dari sang ratu yang akan memakannya.
" Terima kasih Kyai karena Kyai sudah menyelamatkan saya!" ucap ayahnya Kenzo yang merasa bahagia sekali karena sekarang dia sudah kembali ke alam manusia.
Terlihat Kyai Ilham yang menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Tetapi keluargamu mengetahui kalau kau sudah meninggal. Aku tidak tahu apakah kau masih bisa kembali ke keluargamu ataukah tidak. Tapi yang jelas, saat ini sang ratu siluman buaya pasti masih mencari keberadaanmu. Sementara waktu tetaplah tinggal di sini. Karena untuk saat ini hanya tempat inilah yang bisa menjadi tempatmu untuk bersembunyi dari sang ratu buaya!" ucap Kyai Ilham kepada ayahnya Kenzo yang benar-benar merasa berterima kasih kepada sang kyai yang mau menyelamatkan dan menolongnya.
" Terima kasih banyak Kyai atas kebaikan Kyai yang mau menolong saya! Semoga Allah yang akan selalu melindungi Kyai dan juga menolong keluarga Kyai!" ucapnya dengan perasaan sangat berterima kasih kepada Kyai Ilham yang sudah sangat baik mau menolong dia keluar dari kerajaan siluman buaya.
Kyai Ilham hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada ayahnya Kenzo.
" Sekarang mandilah dan bersihkan tubuhmu dari semua hal yang menyangkut siluman buaya. Agar mereka tidak bisa mendeteksi Keberadaanmu di sini. Ingatlah hatimu untuk membacakan dzikir dan juga ayat-ayat suci Alquran ketika kau mandi. Aku akan membuatkan air rukiah di dalam air mandimu agar tubuhmu menjadi bersih dan kembali suci dari pengaruh sang ratu siluman buaya!" ucap Kyai Ilham kepada ayahnya Kenzo yang langsung merasa bahagia atas bantuan Sang Kyai yang sudah berbaik hati kepada dirinya.
Malam itu Kyai Ilham pun kemudian memandikan ayahnya Kenzo dan membebaskan dia dari segala hal tentang siluman buaya.
Hal itulah yang membuat beo menjadi mengalami kesulitan untuk menemukan keberadaan ayahnya Kenzo. Karena tanda yang sudah mereka buat di tubuh ayahnya Kenzo sudah terhapus dengan air mandi ruqyah yang diberikan oleh Sang Kiai kepadanya.
" Alhamdulillah sekarang tubuhmu sudah bersih dari tanda yang diberikan oleh mereka semoga Allah selalu melindungimu dalam setiap langkah dan kehidupanmu!" ucap Kyai Ilham kepada ayahnya Kenzo yang langsung menangis di dalam pelukan Sang Kyai.
" Sebentar saya akan mengambil pakaian saya yang mungkin bisa kau gunakan di selama berada di sini." Kyai Ilham pun kemudian pergi ke kamar pribadinya dan mengambil pakaian Koko serta sarung yang kemudian dia serahkan kepada ayahnya Kenzo yang benar-benar merasa bersyukur dengan kebaikan Sang Kiai yang sudah melimpahkan begitu banyak kebaikan kepadanya.
" Amin Ya Allah terima kasih atas doa anda kepada saya! Baiklah sekarang Ayo kita ke ruang makan dan makan bersama dengan santri yang lainnya! Untuk sementara waktu tinggallah di pondok pesantren dan perdalamlah ilmu agamamu. Agar kau bisa selamat dari buruan Ratu siluman buaya yang pasti tidak akan mau melepaskanmu sebagai tumbalnya!" ucapkan ilham kepada ayahnya Kenzo.
Ayahnya Kenzo benar-benar merasa sangat berterima kasih kepada Kyai ilham yang sudah melimpahkan begitu banyak kebaikan bahkan tidak sampai di situ saja. Sang kyai pun menawarkan untuk ayahnya Kenzo agar tinggal di pondok pesantren miliknya dan akan mendidiknya untuk menjadi pribadi yang lebih taat kepada agama.
Mulai hari itu Ayahnya Kenzo menetap di pondok pesantren milik Kyai Ilham dan menjadi salah satu santri yang diandalkan oleh Sang Kyai.
Ayahnya Kenzo yang seorang dokter handal ini telah tinggal di pondok pesantren dan selalu menjadi dokter yang menolong para santri kalau sakit.
Karena melihat kemampuan ayahnya Kenzo yang hebat sebagai seorang dokter. Kyai Ilham pun kemudian membangun sebuah klinik untuk digunakan oleh ayahnya Kenzo dalam mengobati para santrinya yang sedang sakit medis. Kyai Ilham terus menggembleng ayahnya Kenzo untuk menjadi pribadi yang kuat iman dan takwanya sehingga sampai selama beberapa bulan Ratu siluman dan juga beo tidak berhasil menemukan keberadaan ayahnya Kenzo di pondok pesantren milik Sang Kiai.
__ADS_1
" Mulai hari ini aku akan mengganti namamu menjadi Zainal Abidin. Lupakanlah masa lalumu dan mulai sekarang hiduplah untuk masa depan yang lebih baik!" ucap Kyai Ilham sambil menepuk bahu ayahnya Kenzo yang sekarang diberikan nama sebagai Zainal Abidin oleh Sang Kiai.
Zainal Abidin sampai terharu mendapatkan kebaikan yang begitu berlimpah dari Sang Kyai.
" Terima kasih banyak Kyai atas kebaikan anda. Sungguh hidup saya saat ini benar-benar sangat berarti adalah karena kebaikan anda!" ucap Zainal yang sampai air mata karena merasakan keharuan yang luar biasa.
Kyai Ilham hanya menganggukan kepalanya sambil mengelus jenggot yang ada di dagunya yang sudah berwarna putih semua.
" Baiklah besok aku akan pergi ke luar kota untuk menolong seseorang yang sedang dalam gangguan jin dan setan. Untuk sementara waktu, aku akan mempercayakan pondok pesantren kepadamu dan juga kepada Abdul. Ingatlah! Jangan pernah keluar dari Pondok Pesantren ini ketika aku tidak ada. Atau aku tidak bisa menjamin keselamatanmu di luar sana!" ucap Kyai Ilham memberikan nasehat kepada Zainal Abidin nama baru dari ayahnya Kenzo.
" Baiklah Kyai Saya berjanji akan mematuhi semua perintah dan juga nasehat Kiai!" janji Zainal Abidin kepada Kyai Ilham yang kemudian bersiap-siap untuk pergi ke luar kota karena dia mendapatkan panggilan dari seseorang yang saat ini sedang mengalami gangguan jin dan tidak bisa datang ke pondok pesantren miliknya.
Kyai Ilham adalah seorang kyai yang sangat baik dan juga tidak pernah memandang siapapun yang menjadi pasiennya.
Selama dia bisa membantu dia pasti akan berusaha untuk membantu.
Kyai Ilham pun kemudian berangkat ke luar kota dan mempercayakan pondok pesantrennya kepada Zainal Abidin dan juga Abdul yang sudah dia percaya untuk mengawasi para santri lainnya.
***
Sementara itu Trisna yang sekarang sudah mulai kembali aktif bekerja bersama Rara terlihat begitu lesu.
Rara yang sekarang sudah berhasil move on dari Kenzo pun tampak penasaran dengan sahabatnya yang tidak bahagia.
" Ada apa Tris? Kok tumben muka Lu jelek banget sih?" tanya Rara penasaran.
__ADS_1
" Yaelah ini anak Kyai udah kembali Barbar! Lu gue mulai datang lagi di mulut loh!" ucap Trisna sambil menjawel dagu milik Rara.
Mendengarkan ucapan Trisna Rara hanya tertawa, " Mohon maklumlah Tris sama gue! Bagaimanapun kan tidak mungkin gue berhadapan dengan ayahku malah bilang lu gue sama lu! Bisa-bisa gue auto dipecat jadi anaknya!" ucap Rara yang sontak mengundang tawa Trisna saat mendengarnya dari mulut sahabatnya yang terlihat sedih sekali.