
Setelah Trisna selesai mengucapkan apa yang di katakan olehnya. Tiba-tiba saja di hadapan Trisna muncul seorang laki-laki tua berbadan tinggi besar dengan menggunakan jubah berwarna putih, jenggotnya dan rambutnya semuanya putih. Pria tua itu tersenyum kepada Trisna.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Apa kabarmu Trisna?" tanya sosok yang saat ini sedang berdiri di hadapan Trisna dengan begitu Agung pembawaannya.
Trisna bisa merasakan pamor dari orang itu yang begitu hebat dan sangat menyesakkan dadanya.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh! Apakah anda yang bernama Kyai Ibrahim yang dikatakan oleh makhluk beraura panas itu?" tanya Trisna sambil terus menatap kepada penampakan pria tua yang ada di hadapannya yang sekarang sedang mengelus jenggotnya yang putih dan panjang.
Pria tua itu pun tersenyum kepada Trisna.
" Aku adalah Kodam milik Kyai Ibrahim. Aku diperintahkan oleh Beliau untuk menyampai kan pesan beliau kepadamu dan juga kepada temanmu. Untuk berhenti melakukan usaha kalian menembus pagar gaib yang sudah beliau pasang karena itu benar-benar akan membahayakan mereka yang ada di dalam rumah itu!" akan tetapi Tresna benar-benar tidak bisa mempercayai ucapan dari pria berjubah putih yang mengaku sebagai Kodam dari Kyai Ibrahim.
" Ucapan ku tetap sama. Suruh Kyai Ibrahim datang sendiri menghadapku. Maka aku baru akan percaya dengan semua yang kau katakan!" ucap Trisna dengan berani.
Laki-laki tua yang mengaku sebagai khodam dari Kyai Ibrahim pun tersenyum melihat Trisna yang begitu gagah berani dan tidak merasakan takut sama sekali dengan dirinya yang memiliki pamor begitu kuat dan kekuatan yang tidak akan bisa dilawan oleh siluman manapun.
" Saat ini Kyai Ibrahim sedang berada di Kota Mekah. Beliau sedang melakukan ibadah haji di sana bersama dengan anak dan istrinya dari alam ghaib. Jadi beliau tidak bisa untuk bertemu denganmu. Oleh karena itu beliau mengutusku untuk menemui kalian!" ucapnya sambil mengelus jenggotnya yang putih dan panjang.
Trisna menarik nafasnya dengan dalam. Karena dia benar-benar sangat frustasi untuk menghadapi dua makhluk yang sama-sama mengatasnamakan Kyai Ibrahim. Untuk menghentikan dirinya dan juga Genta yang saat ini sedang berusaha untuk menembus pagar gaib yang terpasang di mansion milik Kenzo sehingga mereka tidak bisa mendeteksi keberadaan Rara yang telah diculik oleh Kenzo.
" Baiklah kalau saat ini Kyai Kyai Ibrahim memang sedang berada di Mekah. Maka izinkanlah aku dan juga temanku untuk bertemu dengan beliau secara langsung!" ucap Trisna sambil menatap tajam kepada laki-laki tua yang mengaku sebagai khodam dari Kyai Ibrahim.
Kodam Sang Kiai pun tersenyum merasa bangga dengan keberanian Trisna yang sebenarnya masih merupakan keturunan dari Sang Kiai yang menjadi junjungannya.
" Kau memang sangat pantas menjadi keturunan dari Kyai junjunganku! Apa kau tahu siapa istri dari Kyai Ibrahim?" tanya khodam itu sambil tersenyum kepada Trisna.
" Siapa?" Trisna tampak gemetar dan keringat dingin terus bercucuran di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
" Nama istri dari Kyai Ibrahim adalah Mirah. Dia adalah ratu siluman ular perak!" mendengar nama yang disebutkan oleh khodam milik Kyai Ibrahim Trisna sampai gemetar.
" Kau jangan mengarang! Tidak mungkin ayahku menikah dengan siluman ular perak!" Trisna benar-benar merasa kesal sekali kepada khodam yang mengaku sebagai khodam dari Kyai Ibrahim yang sebenernya adalah ayahnya sendiri.
" Aku tidak berbohong Trisna! Istri dari Kyai Ibrahim memang adalah Mirah yang merupakan ratu siluman Ular perak!" Trisna benar-benar sudah kehilangan kesabaran.
" Pergi kau dari hadapanku karena aku tidak ingin bertemu denganmu!" saat Trisna begitu marah dengan sang Kodam tiba-tiba saja muncul seorang wanita yang sangat cantik di dalam ruangan itu.
Genta yang benar-benar merasa terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kodam milik Kiai Ibrahim yang mengatakan bahwa Trisna adalah anak Kyai Ibrahim yang merupakan suami dari ratu siluman ular perak. Genta benar-benar tidak percaya sama sekali bahwa Trisna ternyata adalah tuan putri dari istana kerajaan siluman ular perak, karena sang ayah yang telah menikah dengan ratu siluman ular perak yang sangat terkenal di alam ghaib.
" Apakah benar Trisna kalau kau adalah tuan putri dari istana kerajaan siluman ular perak?" Genta benar-benar tidak mempercayai semua yang dikatakan oleh khodam Kyai Ibrahim.
" Putriku! Kenapa kau tidak mempercayai khodam dari ayahmu?" tanya wanita cantik yang baru saja datang yang saat ini sedang mendekati Trisna yang masih berusaha untuk menyangkal semua yang ada di hadapannya.
" Untuk apa kau datang kemari? Aku tidak pernah mengakuimu sebagai ibuku!" terlihat Trisna yang sangat marah melihat wanita siluman yang kini menjadi istri baru ayahnya
Trisna sampai menutup telinganya untuk tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh siluman yang bernama Mirah.
" Hentikan semua omong kosongmu karena aku tidak akan pernah percaya apapun yang kau katakan! Sebaiknya kau suruh suamimu itu untuk datang kemari karena aku ingin menemukan keberadaan sahabatku yang saat ini sedang dalam bahaya seorang Kenzo!" Trisna benar-benar sudah kehabisan kesabaran untuk menghadapi Mirah.
" Apakah kau tadi tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Kodam suamiku? Bahwa sekarang suamiku sedang berada di Mekah. Kenapa sejak dulu kau sangat keras kepala dan tidak pernah mau mempercayai omongan orang lain?" Mirah kemudian menatap kepada Genta yang sejak tadi hanya bengong terlongong mendengarkan semua percakapan tingkat tinggi antara Trisna dan Ratu siluman ular perak.
" Apakah kamu yang bernama Genta, jenderal dari ratu siluman buaya?" Genta terkejut ketika melihat Mirah yang malahan sekarang mengalihkan tatapannya kepada dirinya.
" Aku sekarang hanyalah roh yang berada di atas dunia ini. Aura silumanku sudah di bumi hanguskan oleh Kyai Ilham ketika beliau mengambilku untuk menjadi peliharaannya!" Genta kemudian melirik ke arah Trisna yang saat ini benar-benar sedang marah karena istri siluman ayahnya itu masih saja tidak mau meninggalkan kontrakan miliknya.
" Suamimu yang bernama Kyai Ibrahim itu telah bekerja sama dengan seorang penjahat yang saat ini sedang menculik sahabatku. Jangan coba-coba kau untuk membodohiku dengan khodam suamimu dan juga makhluk beraura panas itu karena aku tidak akan takut menghadapi kalian semua!" Trisna kemudian mengarahkan tasbih miliknya ke arah Mirah yang sontak gugup dan ketakutan.
__ADS_1
Tasbih yang dipegang oleh Trisna adalah tasbih milik sang Kakek yang saat ini sudah menghilang entah kemana bersama ibunya sejak dua tahun yang lalu.
Kakeknya yang merupakan seorang Kyai di daerah Banten menyerahkan Trisna dalam pengasuhan seorang kyai besar yang ada di Banten yang merupakan sahabat sang Kakek. Setelah itu sang kakek menghilang sampai saat ini bersama ibunya.
Terakhir kali sang ibu menemui Trisna adalah pada saat ulang tahun Trisna yang ke-17 tahun. Beliau berpamitan kepada Trisna untuk mencari sang ayah yang pada saat itu menghilang selama beberapa tahun.
Sekarang Trisna mengetahui bahwa ternyata ayahnya telah menikah dengan Ratu siluman ular perak yang telah berkolusi dengan jin dan siluman serta makhluk beraura panas yang entah siapanya sang ayah.
" Ternyata ibuku pergi mencari ayahku hanya sia-sia! Karena ternyata sekarang dia telah menjadi suamimu!" Trisna benar-benar tidak bisa berkompromi lagi dengan emosi yang ada di dalam hatinya.
Trisna pun kemudian mengarahkan tasbih yang ada di tangannya. Kemudian Trisna mengucapkan dzikir yang selama ini selalu dia dhawamkan setiap hari setelah salat subuh.
Terlihat sang ratu siluman ular perak tampak kepanasan dan ketakutan kepada Trisna.
" Kau memang benar-benar anak durhaka yang sangat sulit untuk diatur! Percayalah aku akan mengadukan semua yang kau lakukan padaku terhadap ayahmu. Sehingga dia akan mencabut kekuatan tasbih yang ada di dalam tanganmu!" Ratu siluman ular perak pun kemudian menghilang dari hadapan Trisna begitu pula dengan Kodam sang ayah dan juga makhluk beraura panas tadi juga mengikuti kepergian Mirah dari kontrakan milik Trisna.
Genta yang sampai saat ini masih belum mempercayai semua kejadian yang ada di hadapannya hanya bisa menatap ke arah Trisna dengan takjub luar biasa.
" Kalau melihat kekuatan tasbih yang kau pegang. Kelihatannya kakekmu adalah Kyai yang sangat hebat!" mendengar apa yang dikatakan oleh Genta Trisna hanya tersenyum kecut karena dia benar-benar merasa rindu dengan ibu dan kakeknya yang sekarang entah menghilang ke mana.
Hal itulah yang menjadi alasan Trisna untuk menjadi wartawan majalah misteri. Karena sambil bertugas dalam pekerjaannya, Trisna pun sambil mencari berita tentang ibu dan kakeknya.
" Ibu dan kakekku adalah orang-orang yang sangat baik. Entah kenapa mereka tiba-tiba saja berselisih paham dengan Ayahku dan akhirnya mereka berpisah. Bahkan sampai sekarang aku tidak pernah bertemu dengan ayahku yang ternyata telah menikah dengan Ratu siluman ular perak! Rupanya pengorbanan Ibuku dan juga kakekku untuk mencari Ayahku benar-benar sangat sia-sia!" terlihat Trisna yang meneteskan air matanya karena begitu sedih mengingat kembali tentang ibunya dan sang kakek saat mereka berdua berpamitan kepadanya untuk mencari keberadaan ayahnya yang menghilang beberapa tahun lalu.
Trisna sekarang sudah mengetahui alasan ayahnya yang tiba-tiba saja menghilang tanoa kabar berita kepada ibu kandungnya.
" Jadi Kyai Ibrahim itu benar-benar ayahmu?" Genta benar-benar sangat penasaran dengan silsilah kekeluargaan seorang Trisna yang memiliki kekuatan Nur Ilahi yang sangat hebat. Bahkan Trisna bisa mengalahkan Ratu siluman buaya hanya dalam hitungan detik.
__ADS_1