Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong

Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
62. Bercanda


__ADS_3

" Tenang saja aku pasti akan meminta banyak sekali uang tunjangan kepada Kenzo dan kita berdua nanti bisa menggunakannya untuk bersenang-senang!" Amelia sepertinya tidak merasa marah dengan apa yang telah dilakukan oleh laki-laki itu sebelumnya.


" Bagaimana dengan kedua anakmu? Apakah kau akan mengambil hak asuh mereka?" tanya Halim laki-laki yang menjadi selingkuhan Amelia selama berbulan-bulan belakangan ini.


Amelia terlihat sedang berpikir dengan begitu serius," Tentu saja aku akan memperjuangkan hak asuh mereka agar aku bisa mendapatkan tunjangan bulanan yang besar dari Kenzo! Mereka itu tambang emasku dan aku tidak akan melepaskan itu!" Kenzo benar-benar sangat geram sekali mendengarkan apa yang dikatakan oleh Amelia tentang kedua anaknya yang di katakan sebagai tambang emas.


" Benar-benar seorang wanita yang sangat keji dan sangat jahat!" Kenzo begitu geram dan juga marah mendengarkan semuanya.


Mereka berdua tampak begitu menikmati seisi rumah yang mereka pikir hanya mereka berdua di sana.


Memang Amelia sudah mewanti-wanti kepada semua pekerja yang ada di rumah itu. Agar selepas jam 8 malam mereka tidak boleh berkeliaran lagi di rumah utama.


Hal itu adalah agar dirinya bisa bebas bersama dengan siapapun yang dia bawa ke dalam rumah ketika Kenzo ataupun Saras tidak ada di sana.


Sampai saat ini Kenzo masih belum menampakkan wajahnya di hadapan Amelia maupun Halim.


Karena Kenzo ingin memberikan kejutan besar kepada mereka berdua di sidang pengadilan yang akan dilakukan besok.


" Nikmatilah semua kesenangan kalian karena aku tidak yakin besok kalian masih bisa tersenyum atau tidak!" monolog Kenzo yang kemudian masuk ke dalam kamar tamu.


Kenzo sudah kembali mengaktifkan semua CCTV yang ada di dalam rumahnya dan dia akan menggunakan rekaman-rekaman itu untuk menjatuhkan Amelia di pengadilan.


Sepanjang malam itu Kenzo hanya mampu untuk merenungkan hidupnya yang terasa begitu sia-sia.


" Ya Allah selama ini hamba telah begitu jauh darimu mungkin kau sedang memberikan hukuman kepadaku yang telah lalai dengan semua perintahmu Kepada hambamu ini!" Kenzo sampai meneteskan air matanya karena merasakan kesedihan dan juga penyesalan yang sangat luar biasa.


Tanpa sadar Kenzo telah jatuh terlelap dalam tidur hingga pagi menjelang.

__ADS_1


***


Trisna yang saat ini sedang bersama dengan Kyai Ibrahim sedang berusaha untuk bisa menembus kerajaan Ratu siluman ular perak tampak kesulitan untuk bisa melakukan itu.


" Babah tambaknya aku harus meminta kepada qhadammu untuk membantu kita." Trisna terlihat begitu putus asa untuk melakukan usaha mereka saat ini.


Kyai Ibrahim terlihat tersenyum kepada putrinya Yang sepertinya tidak mengenal siapa itu khodam yang dulu pernah menemui putrinya.


" Percuma saja khodam ku juga tidak tahu!" ucap Kyai Ibrahim pada Trisna.


" Siapa yang bilang kalau dia tidak tahu? Dia itu mempunyai hubungan yang cukup baik dengan istrimu!" Trisna masih ingat hubungan seperti apa yang diperlihatkan oleh khodam milik ayahnya bersama dengan Ratu siluman ular perak yang waktu itu sama-sama mendatanginya.


Kyai Ibrahim tahu bahwa saat ini putrinya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


" Apakah Babah boleh tahu?" tanya Kyai Ibrahim sambil melihat ke arah Trisna yang sedang menghembuskan nafasnya dengan kesal.


Kyai Ibrahim terlihat mengelus jenggotnya yang panjang.


" Selama ini Babah hanya tahu bahwa istri Babah itu bersahabat dengan khodamku dan mereka selalu bekerja sama untuk bisa mencari istriku dan juga kakek kamu!" Kyai Ibrahim menjelaskan semuanya kepada Krisna yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat kebodohan ayahnya selama ini.


" Entahlah aku tidak bisa berkata-kata lagi Bagaimana mungkin Babah tidak mengetahui perselingkuhan mereka?" Trisna hanya bisa mengelus dadanya merasa kasihan kepada ayahnya yang hidup bertahun-tahun terus saja dibohongi oleh istri gaibnya.


Kyai Ibrahim sebenarnya tidak terlalu mempedulikan tentang ratu siluman ular perak karena dia pun menikahinya hanya semata-mata untuk meminta bantuan kepadanya agar bisa menemukan istrinya.


Tetapi siapa yang menyangka kalau ternyata istri dan juga Ayah mertuanya disembunyikan oleh Ratu siluman ular perak.


Kyai Ibrahim hanya bisa mengelus dada dan mencoba untuk bersabar dan ingin bertanya kepada istri gaibnya tentang perkara itu.

__ADS_1


Sekitar satu minggu lagi adalah jadwal pertemuannya bersama Ratu siluman ular perak seperti biasanya.


" Sudahlah Trisna tidak usah terlalu lelah memikirkan tentang mereka. Sekarang yang penting kita mencari cara agar bisa menembus kerajaan dia!" Kyai Ibrahim berusaha sekuat tenaga untuk bisa fokus.


Trisna juga Mulai memusatkan pikirannya untuk bisa menemukan titik frekuensi yang sama dengan ibunya agar bisa memanggil ibunya kembali.


" Babah sepertinya mereka sudah dipindah kan atau bagaimana ya? Kenapa aku sulit sekali untuk menembusnya?" tanya Trisna yang mulai putus asa dan juga jengkel.


Kyai Ibrahim hanya tersenyum melihat putrinya yang sejak tadi terus saja misuh-misuh karena tidak sabar lagi.


" Ayolah Trisna jangan begitu selama ini kita sudah bersabar bertahun-tahun untuk bisa menemukan keberadaan ibumu dan kakek kamu. Sekarang kita sudah mengetahui Di mana mereka berada. Kita hanya berusaha hanya menentukan keberadaan mereka sekarang. Percayalah Babah pasti akan membebaskan ibu dan juga kakekmu!" Kyai Ibrahim kemudian memasarkan kembali pikirannya agar bisa menembus salam gaib dan mencari keberadaan istana kerajaan Ratu siluman ular perak yang selama ini memang telah disembunyikan oleh istri gaibnya.


Setelah berjuang dan berusaha hampir lebih dari 5 jam. Akhirnya Kyai Ibrahim dan Trisna bisa juga memecahkan kode yang di buat oleh Ratu siluman ular perak untuk menyembunyikan istananya dari pandangan Kyai Ibrahim dan Trisna.


" Babah Bukankah itu istana ratu siluman ular perak?" tanya Trisna yang begitu bahagia karena akhirnya usaha mereka tidak sia-sia.


Kyai Ibrahim kemudian mengajak putrinya untuk masuk ke dalam istana itu secara hati-hati karena mereka pun tidak mau melakukan adu skill dengan para prajurit maupun Jenderal yang ada di istana itu.


Kyai Ibrahim mau wanti-wanti kepada putrinya untuk tidak membuat keonaran karena dia tidak mau mencari masalah dengan istri gaibnya.


Bisa berbahaya untuk istri dan juga Ayah mertuanya kalau sampai Ratu siluman ular perak mengetahui kalau dirinya sudah mengetahui keberadaan mereka.


" Sabalah Trisna dan berjuanglah dengan menggunakan otak bukan hanya dengan otot. Babah yakin kalau ibu dan kakekmu pasti berada di tempat ini Babah bisa merasakan auranya yang sangat kuat. Babakan mencari mereka dengan aura yang masih tertinggal di sekitar sini!" Kyai Ibrahim berusaha untuk membujuk putrinya agar bisa bersikap tenang dan tidak terasa grasa grusu.


" Bagaimanapun kita membutuhkan untuk bisa menemui ibumu! sabarlah Trisna jangan terbawa emosi!" Kyai Ibrahim terus saja memperingatkan putrinya agar tidak terbawa suasana yang ada di dalam istana kerajaan ular perak.


Istana itu memang terkesan begitu menyeramkan dan juga menakutkan bagi manusia biasa yang baru menginjakkan kakinya di istana itu.

__ADS_1


Akan tetapi Trisna dan Kyai Ibrahim yang sudah biasa menghadapi makhluk gaib. Bagi mereka semua itu hanyalah mainan belaka dan tidak masalah sama sekali.


__ADS_2