
Amelia benar-benar kecewa kepada Kenzo karena menolak untuk bulan madu ke luar kota ataupun ke luar negeri sesuai dengan impiannya selama ini.
" Ih, Kenzo menyebalkan sekali tahu mah! Masa iya diajak berbulan madu ke luar kota, dia nggak mau sih? Apalagi kalau aku minta ke luar negeri?? Ih, nyebelin banget tahu Mah! Udah kayak orang miskin aja sih Mah, masa nggak bisa bulan madu kemana-mana sih?" ucap Amelia yang saat ini sedang mengadu kepada ibunya.
Maureen yang mendengarkan aduan dari putrinya, dia tampak geram karena ternyata impian mereka untuk menikah dengan Kenzo yang merupakan konglomerat di kota itu tidak semanis yang menjadi impian mereka.
" Ya sudah kau baik-baiklah menjadi istri Kenzo di situ. Nanti mama akan coba untuk berbicara dengan Jeng Saras. Kamu jangan banyak tingkah Amelia. Kau tahu kan? Mama susah sekali untuk membujuk Kenzo mau menikah denganmu! Jangan hancurkan apa yang sudah ada di genggaman tangan kita hanya karena bulan madu yang tidak bisa kamu dapatkan!" ucap Maureen mencoba untuk menasehati putrinya yang kelihatannya masih marah kepada Kenzo.
" Sengarkan Mama Amelia! Kau baik-baiklah berada di samping Kenzo. Setelah kau mendapatkan banyak harta yang bisa kita keruk dari mereka, baru kau boleh meminta cerai ataupun meninggalkan dia. Apa kau mengerti ucapan Mama?" tanya Maureen kepada Amelia yang langsung mengangguk dengan patuh kepada ibunya.
" Baiklah mah Aku akan berusaha untuk menuruti semua kata-kata mama!" ucap Amelia yang kemudian menutup panggilan telepon tersebut.
Kenzo yang saat ini sedang berada di balik pintu kamar. Kenzo tadi mendengarkan semua percakapan antara ibu dan anak itu.
' Jadi tujuan kalian menerima lamaranku hanya untuk mengeruk kekayaan keluarga Broto? Kita akan lihat! Siapakah yang akan menjadi korban di dalam pernikahan ini. Aku ataukah kalian?' tanya Kenzo pada dirinya sendiri.
Sejujurnya saat ini Kenzo sudah mulai merasa ragu untuk melanjutkan pernikahan nya bersama dengan Amelia. Karena dia baru sadar kalau dirinya memang tidak pernah mencintai wanita lain selain Rara.
Pada saat malam pertama. Ketika dirinya hendak menyentuh Amelia. Entah kenapa Kenzo tidak sanggup untuk melakukan itu.
' Apa yang harus kulakukan Ra? Apakah sebaiknya aku menceraikan dia saja dan memberikan harta seperti yang dia inginkan? Lalu aku menikah denganmu?' bathin Kenzo yang mulai gampang dengan pernikahannya sendiri bersama dengan Amelia.
***
Sementara itu Ratu siluman buaya, yang saat ini ada di istana miliknya, dia tampak masih kesakitan setelah pertarungannya bersama dengan Kyai Ilham dan juga Trisna.
" Apakah Genta masih juga belum kembali ke istana?" tanya sang ratu kepada anak buahnya yang waktu itu mengikuti Genta untuk menyerang kediaman Broto.
__ADS_1
" Belum Yang Mulia Ratu! Sampai saat ini Jenderal masih belum juga diketemukan keberadaannya! Kami juga bingung. Kenapa Jendral sampai saat ini belum bisa kami temukan. Padahal waktu itu kami lihat Jenderal masih baik-baik saja ketika bertarung dengan Kyai itu!" ucap Ajudan sang ratu siluman buaya.
Terlihat Ratu siluman buaya begitu geram mendengarkan keterangan dari ajudannya.
" Genta adalah anak yang paling aku sukai di istana ini. Dia mengetahui begitu banyak rahasia istana kerajaan kita. Kalau sampai dia melakukan penghianatan pada Kyai itu, maka bisa dipastikan istana kerajaan kita akan dalam bahaya! Cepat kerahkan semua anak buah kita untuk mencari keberadaan Genta. Aku tidak mau tahu! Pokoknya kalian harus mendapatkan dia!" ucap Ratu siluman buaya kepada ajudannya yang langsung segera pergi melaksanakan perintahnya.
Sementara itu sang ratu tampak begitu marah melihat tubuhnya yang terasa masih begitu sakit setelah bertarung dengan manusia yang memiliki kemampuan luar biasa.
" Lihat saja setelah kemampuanku kembali pulih. Aku tidak akan membiarkan kalian selamat begitu saja!" ucap sang ratu dengan begitu geram ketika mengingat kejadian waktu itu.
Sang ratu melihat ke arah kandang yang dilihat olehnya seperti seekor kambing yang ternyata itu adalah Ayahnya Kenzo yang dikerangkeng di dalam kandang.
" Potong kambing itu dan sajikan untuk pesta kita malam ini!" perintah sang ratu yang saat ini sedang geram sekali kepada keluarga Broto dan ingin membalaskan sakit hatinya atas penderitaan dia saat ini.
Sementara itu Ayahnya Kenzo merasa ketakutan mendengarkan perintah dari sang ratu yang hendak memotongnya.
" Ya Allah! Tolonglah hamba!! Hamba tidak mau menjadi santapan para siluman buaya yang jahat itu. Ya Allah tolonglah hamba selama hidup hamba tidak pernah merugikan orang lain dan hamba juga tidak pernah menyakiti siapapun!" rintih hati ayahnya Kenzo ketika dirinya ditarik oleh anak buah sang ratu menuju ke tempat pemotongan.
" Ya Allah sepertinya sebentar lagi aku pun akan menjadi salah satu di antara mereka!" Hatinya benar-benar tidak mampu menangani lagi. Apa yang akan terjadi terhadap dirinya.
Ayahnya Kenzo hanya bisa berdoa agar diselamatkan dari kejahatan Ratu siluman buaya yang sepertinya sangat marah kepada Kenzo yang sudah menolak untuk menjadi suaminya di alam siluman.
***
Sementara itu Kyai Ilham yang berada di pondok pesantrennya merasakan ada sebuah getaran yang sangat mengganggu hatinya.
" Ya Allah apakah ini?" monologi Kyai Ilham yang benar-benar masa tidak nyaman hatinya seperti sedang ada sesuatu yang meminta pertolongannya.
__ADS_1
Kyai Ilham kemudian menuju ke tempat biasa dia melaksanakan salat dan bertafakur di sana. Kyai Ilham bisa melihat ke dalam istana sang ratu siluman buaya. Di mana saat ini Ayahnya Kenzo sedang berusaha untuk disembelih oleh anak buah sang ratu.
Akan tetapi siuman itu merasa kesulitan untuk memenggal kepalanya karena ayahnya Kenzo yang terus berdzikir dan menyebut nama Allah.
" Rupanya Aku diminta untuk menyelamatkan manusia itu. Baiklah kalau begitu! Aku akan menyelamatkan dia dan membebaskan dia dari istana siluman buaya!" setelah mengatakan itu Kyai Ilham pun kemudian mengerahkan kekuatannya untuk bisa menghentikan siluman yang saat ini masih belum juga putus asa untuk menyembelih kepala ayahnya Kenzo.
Sontak siluman buaya itu merasa kaget ketika ada seberkas cahaya putih yang mengenai tangannya. Karena tangannya terasa begitu panas dan dia pun melepaskan parang yang ada di tangannya.
" Siapa itu yang sangat lancang menembus istana kerajaan Ratu siluman buaya?" tanya Jagal itu yang benar-benar marah karena tugasnya telah diganggu oleh seseorang yang tidak mampu dia lihat.
Kyai Ilham memang sengaja menyamarkan tubuhnya di alam siluman agar para siluman itu tidak mampu melihat dirinya.
Setelah membuat sang jagal marah dan kemudian mencari keberadaannya. Kyai Ilham pun kemudian membebaskan ayahnya Kenzo dari belenggu baja yang mengikat tangan dan kakinya serta lehernya.
" Bukankah kau adalah ayahnya Kenzo yang meninggal beberapa saat yang lalu?" tanya Kyai Ilham yang merasa terkejut ketika mengenali orang yang tadi hendak disembelih oleh jagal dari ratu siluman buaya.
Ayahnya Kenzo merasa senang sekali melihat Kyai Ilham.
" Apakah Kyai mengenal Putra saya?" tanya Ayahnya Kenzo merasa senang sekali karena ternyata orang yang menyelamatkannya dari para sang jagal adalah seorang kyai yang mengenal putranya.
" Aku tidak terlalu mengenal putramu. Tapi yang jelas, sewaktu kau meninggal, akulah yang membersihkan jenazahmu dan juga menyelamatkan keluargamu dari pengaruh Ratu Buaya!" ucap Kyai Ilham kepada ayahnya Kenzo yang tampak terkejut mendengarkan ucapannya tadi.
" Jadi saya sudah meninggal Kyai?" tanyanya begitu panik dan takut.
" Di dunia kau memang sudah meninggal tetapi jasad dan arwahmu telah diambil oleh Ratu siluman buaya untuk berada di tempat ini. Sewaktu kami menguburkanmu tubuhmu berubah menjadi kedebong pisang dan tubuhmu dibawa kemari oleh para anak buah sang ratu! Ayolah! Aku akan membawamu kembali ke alam manusia!" ucap Kyai Ilham yang kemudian menggenggam telapak tangan ayahnya Kenzo dan serta-merta menghilang dari tempat itu.
Jagal yang tadi pergi meninggalkan tempat di mana dia hendak menyembelih ayahnya Kenzo. Dia merasa terkejut ketika melihat kambing yang tadi hendak dia sembelih sudah tidak ada di tempatnya.
__ADS_1
" Eh, Ke mana perginya kambing itu?" tanya jagal itu tanpa penasaran dan juga terkejut karena kalau sampai kambing itu menghilang maka dia pasti akan kena amarah dari sang ratu yang kesal.
" Aduh gimana ini? Apa yang harus kulakukan? Ah, Lebih baik sekarang aku mengambil kambing yang lain dan memotongnya sehingga sang ratu tidak marah padaku!" setelah mengatakan itu, jagal pun langsung pergi ke penjara dan menarik satu ekor kambing yang ada di sana dan menyembelihnya dengan tanpa kesulitan.