
" Saya benar-benar serius Kiai dan saya tidak mau hidup saya harus diakhiri dengan bersekutu bersama jin dan setan yang terkutuk. Saya benar-benar ingin sekali bertobat Kyai. Tolonglah saya!" Kenzo bahkan sampai bersimpuh di telapak kaki Kyai Ilham.
Kyai Ilham merasa terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Kenzo kepada dirinya.
" Bangunlah Kenzo! Tolong jangan lakukan hal seperti ini! Kau hanya boleh bersujud kepada Allah yang merupakan Tuhan semesta alam. Tolong jangan sekali-kali kau merendahkan dirimu seperti ini kepada manusia!" ucap Kyai Ilham yang benar-benar tidak senang kalau sampai Kenzo melakukan hal seperti itu kepadanya.
Akan tetapi Kenzo menolak untuk bangun sebelum mendengarkan persetujuan dari Kyai Ilham yang merupakan ayah dari wanita yang dia cintai selama ini.
" Tolonglah Kyai! Saya tahu bahwa saya tidak layak untuk meminta hal seperti ini kepada Kyai. Karena kiai pasti ingin memiliki menantu yang terbaik untuk Putri Kyai yang tercinta. Tapi tolonglah Kyai! Tolong berilah saya kesempatan untuk hidup lebih baik dan menata kehidupan saya agar bisa bertobat dan menjauhi kemaksiatan yang selama ini telah saya lakukan!" Kenzo bahkan sampai menangis di hadapan Kyai Ilham yang bisa merasakan kesungguhan di dalam suaranya.
Sementara itu Rara dari kejauhan terus memperhatikan interaksi antara Kenzo dan ayahnya. Hati Rara benar-benar teriris melihat Kenzo yang saat ini sedang bersujud di depan kaki ayahnya.
" Sabarlah Ra. Semuanya pasti akan berjalan sesuai dengan apa yang sudah digariskan oleh Tuhan. Teruslah berdoa yang baik untuk kehidupanmu di masa depan. Saya yakin kok kalau Kenzo pasti akan berubah menjadi lebih baik dan kehidupan kalian akan berbahagia." Trisna yang tiba-tiba saja sudah berada di belakang Rara berusaha untuk menasehati sahabatnya yang sejak tadi terus memperhatikan Kenzo dan Kyai Ilham yang sedang berbicara sangat serius dari kejauhan.
" Kamu tahu kan Tris? Bahwa masalah Kenzo dengan Ratu siluman buaya tidaklah sesederhana itu. Aku yakin akan sangat sulit untuk melepaskan diri Kenzo dari pengaruhnya. Belum lagi Amelia dan kedua putranya pasti benar-benar akan memberikan banyak kepusingan kepada rumah tangga kami nantinya!" belum apa-apa Rara sudah merasa bahwa dirinya tidak akan mampu untuk menjalani itu semua terlalu berat dan terlalu beresiko.
Akan tetapi hati Rara mencelos ketika dia memikirkan bahwa dirinya telah kehilangan mahkotanya karena Kenzo yang sudah memperkosanya di apartemennya ketika dia disekap dulu selama hampir satu minggu lebih.
Rara menjadi kesulitan bernafas hanya karena memikirkan hal tersebut. Trisna tahu kalau sahabatnya sedang menyembunyikan sesuatu darinya akan tetapi sama seperti Kyai Ilham, Trisna juga tidak mau memaksakan darah untuk bercerita kepadanya tentang masalahnya yang sedang dia hadapi.
__ADS_1
" Ayolah kita beristirahat dulu sambil menunggu makan siang siap." Trisna kemudian mengajak sahabatnya untuk masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan oleh santri ayahnya.
" Trisna Aku tidak pernah menyangka kalau ternyata kau juga anak seorang kyai yang sangat besar seperti Kyai Ibrahim. Lihatlah! Pondok pesantren ini dan juga para penghuninya yang sangat luar biasa. Santri manusianya dengan santri jinnya lebih banyak para Jin yang menjadi santri Kyai Ibrahim." Rara sebenarnya agak merinding ketika membicarakan tentang itu tetapi itu adalah sebuah fakta dan kenyataan yang tidak bisa disembunyikan dari siapapun yang memiliki mata batin seperti mereka berdua.
" Mereka kan santri Ayahku Ra! Bukan para santriku. Jangankan kamu Ra! Aku sendiri saja baru mengetahuinya! Kau tahu Ra? Aku berpisah dengan ayahku lama sekali dan kami baru bertemu dengannya hari ini!" ucap Trisna kepada Rara yang tampak begitu penasaran kepadanya.
" Ternyata kehidupanku jauh lebih beruntung daripada kamu. Kau tidak memiliki Ibu dan juga jauh dari ayahmu sangat lama sekali. Walaupun aku tidak memiliki Ibu, setidaknya Ayahku selalu ada disampingku!" Trisna hanya tersenyum kecut mendengarkan ucapan Rara yang terasa menusuk jantungnya.
" Tetapi aku bahagia Ra. Setidaknya mereka masih hidup dan aku masih bisa memperjuangkan untuk bisa bersama dengan mereka!" Trisna tersenyum kepada Rara.
" Kita akan sama-sama untuk menolong Ibu dan juga kakekmu. Percayalah bahwa masalah pasti akan ada solusinya!" Rara kemudian memeluk Trisna dengan begitu erat Ya hanya pelukan sahabatnya lah yang selama ini selalu bisa menenangkan jiwa rakyatnya yang terasa begitu lelah dalam menghadapi masalah yang begitu banyak yang datang silih berganti di dalam kehidupannya selama ini.
" Permisi! Kyai Ibrahim meminta kepada kalian untuk bergabung di aula untuk makan siang bersama!" seorang santriwati mendatangi Rara dan Trisna yang tadi sedang berpelukan satu sama lain karena merasa bahagia bahwa ada harapan Untuk masalah mereka berdua bisa diselesaikan dengan baik.
Kyai Ilham dan Kenzo pun sudah berada di sana bersama Kyai Ibrahim dan juga Saras yang sudah menunggu Rara dan Trisna untuk datang.
" Silakan dinikmati makan siangnya, seadanya saja!" Kyai Ibrahim mempersilahkan kepada temannya untuk makan siang.
Kyai Ibrahim merasa bahagia sekali melihat Trisna yang berada di antara mereka.
__ADS_1
Sampai saat ini Kyai Ibrahim belum mempercayai tentang kebersamaannya dan pertemuannya dengan Trisna yang lama sekali berpisah dengan nya.
' Aku hanya tinggal mencari Ibumu dan juga kakekmu. Aku berjanji Trisna bawa aku pasti akan menghukum Ratu siluman ular perak yang sudah memisahkan kita sekeluarga!' janji Kyai Ibrahim di dalam hatinya.
Bagaimanapun Sang Kiai benar-benar merasa marah kepada istri dari alam gaibnya yang telah menipunya dengan mentah-mentah selama ini.
Kyai Ibrahim tidak pernah menyangka kalau dirinya ternyata dibohongi begitu lama oleh sang ratu yang selalu mengatakan bahwa dia tidak mempunyai jejak sang istri. Bahwa anak buahnya selalu kehilangan arah dan bla bla bla. Alasan-alasan klise yang selalu disampaikan oleh Ratu siluman ular perak kepada Kyai Ibrahim ketika melaporkan tentang pencariannya terhadap istri dan ayah mertuanya.
Hanya saja Kyai Ibrahim merasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh istrinya dari alam ghaib.
' Apa yang dia inginkan dengan mengurung istri dan juga Ayah Mertuaku? Apakah ada sesuatu yang diincar olehnya?' monolog Sang Kyai sambil sibuk makan siang bersama para tamu nya yang tampak begitu menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh pengurus pondok pesantren.
Setelah selesai makan siang. Mereka pun kemudian kembali berdiskusi untuk menyelesaikan dua masalah besar yang saat ini berada di hadapan mereka.
" Kenzo! Apakah kau benar-benar siap untuk kehilangan kongsimu bersama Ratu siluman buaya dan kau siap untuk bercerai dengannya? Yang itu artinya mungkin kau akan kehilangan apa yang menjadi milikmu saat ini satu persatu secara perlahan-lahan." Kyai Ibrahim menjelaskan kepada Kenzo konsekuensi dari perceraian itu.
Agak lama Kenzo berfikir sebelum dia akhirnya menjawab pertanyaan dari Kyai Ibrahim.
" Pikirkanlah matang-matang jangan sampai nanti kami sudah berusaha sangat keras untuk membebaskanmu dari pengaruhnya. Ternyata kau yang datang sendiri kepadanya dan ingin berkongsi lagi. Maka hal itu akan semakin sulit untukmu bisa bebas dan mungkin kau akan terjerat jauh lebih dalam lagi!" Kyai Ibrahim memberitahukan segalanya kepada Kenzo Agar suatu saat nanti dia tidak menyesali keputusan yang akan dia ambil ke depannya.
__ADS_1
" Jangan khawatir Kyai. Saya sudah mantap dan yakin akan bercerai dengan kedua istri saya dan menikahi Rara, wanita yang saya cintai sejak dulu," Kenzo dengan begitu yakin meyakinkan Kyai Ibrahim untuk mau membantunya.
" Benar Kyai! Lagi pula istri Kenzo yang sekarang hanya disibukkan dengan clubbing dan juga bermaksiat di luar sana dengan para brondong peliharaan dia. Dia juga tidak pernah memperhatikan cucu-cucu saya. Saya tidak mau kalau sampai masa depan cucu saya hancur di tangan seorang wanita seperti dia yang tidak memperdulikan anak-anaknya sendiri!" Saras kemudian ikut nimbrung dalam pembicaraan mereka.