Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong

Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
68. Terus terang


__ADS_3

Mereka kemudian berdiskusi untuk bisa menangkap Pangeran Abi Saka karena mereka tidak mau kalau Trisna terpengaruh buruk oleh sang pangeran siluman ular perak.


" Tidak usah khawatir! Pangeran Abi Saka sepengetahuanku adalah siluman yang baik selama ini dia selalu menasehati ibunya untuk berbuat baik dan meninggalkan kezaliman." terlihat sang kakek menasehati Kyai Ibrahim agar tidak terlalu khawatir dengan keberadaan Pangeran Abi Saka di dalam kamar cucunya.


" Bukan masalah seperti itu Ayah! Akan tetapi Trisna adalah seorang wanita. Rasanya tidak baik kalau dia bersama dengan seorang laki-laki dan berada di dalam satu kamar. Akan timbul fitnah di luar sana ketika ada seseorang yang mengetahui hal seperti ini!" Kyai Ibrahim memberikan argumennya kepada sang mertua yang mengerti apa yang dia katakan.


" Baiklah!! Saya mengerti apa yang kau khawatirkan. Tapi tenanglah Kyai Ibrahim. Di dalam tasbih milikku itu, makhluk yang ada di dalamnya. Dia tidak akan bisa melihat apapun ataupun keluar dari sana, kalau sang pemilik tidak mengizinkan dia untuk keluar dari sana!" Kyai Ibrahim merasa lega setelah mendengarkan penjelasan dari ayah mertuanya.


" Syukurlah kalau begitu berarti. Itu artinya Trisna aman bersama Pangeran Abi Saka." Kyai Ibrahim benar-benar lega hatinya.


Aminah menatap ayahnya dan kemudian memberikan kode untuk bertemu berdua saja.


" Abi, kita harus memisahkan Trisna dan Pangeran Abi Saka." Aminah terlihat begitu gugup ketika berbicara dengan ayahnya.


" Kenapa memangnya Trisna harus berpisah dengan Pangeran Abi Saka? Cucuku hanya menolongnya saja," akan tetapi Aminah tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya.


" Apakah Abi tidak mengingat tentang tasbih yang dipegang oleh Trisna?" tanya Aminah sambil menatap wajah ayahnya dengan begitu serius.


" Abi tidak mengerti apa yang kau maksud," tampaknya kakeknya Trisna merupakan tentang apa yang ramalan tasbih yang saat ini sedang dipegang oleh Trisna.


" Tasbih itu berjodoh dengan pedang yang dipegang oleh Pangeran Abi Saka. Apakah Abi lupa? Sewaktu kita keluar dari penjara bawah tanah. Pedang Pangeran Abi Saka dan tasbih milik Trisna saling menarik satu sama lain sehingga menciptakan sinar yang begitu terang di penjara bawah tanah!" Aminah mengingatkan kepada ayahnya dengan peristiwa di dalam penjara bawah tanah.

__ADS_1


Kyai Salman mengingat kembali apa yang dikatakan oleh putrinya tentang peristiwa di penjara bawah tanah.


" Bukankah itu artinya bahwa Trisna dan Pangeran Abi Saka sudah ditakdirkan untuk bersama?" tanya Kyai Salman kepada Aminah yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh rasa khawatir.


" Tidak Abi! Aku tidak rela kalau sampai Putriku menikah dengan pangeran Abi Saka!! Aku tidak sudi berbesanan dengan Ratu siluman ular perak yang sudah menyiksa kita selama beberapa tahun!" Aminah terlihat geram dan juga marah.


Kyai Salman bisa merasakan apa yang saat ini sedang dirasakan oleh putrinya yang selamat bertahun-tahun telah mengalami penderitaan di dalam kurungan Ratu siluman ular perak yang begitu jahat kepada mereka berdua.


" Tetapi kau jangan melupakan satu fakta! Bahwa selama kita berada di dalam penjara. Pangeran Abi Saka lah yang selalu memberikan kita makanan dan juga minuman selayaknya manusia. Apa kau bisa membayangkan kalau kita harus memakan makanan yang diberikan oleh para penjaga penjara kepada yang para tumbal dan pengabdi mereka yang ada di dalam sana?? Kita pasti secara perlahan-lahan akan menjadi siluman juga seperti mereka!" Kyai Salman mengingatkan kembali kepada putrinya dengan apa yang sudah dilakukan oleh pangeran Abi Saka kepada mereka.


" Bisa dikatakan kita sampai saat ini masih hidup adalah karena jasanya yang selama ini selalu menolong dan juga menjaga kita dari siksaan para penjaga yang ada di dalam penjara dan juga ibunya yang jahat!" Aminah benar-benar kehabisan kata-kata. Karena semua yang dikatakan oleh ayahnya adalah hal yang benar.


" Kita serahkan saja semuanya kepada Allah. Kodoh tidak akan kemana-mana. Malau memang mereka berjodoh dan sudah ditakdirkan untuk bersama. Maka kita sebagai manusia tidak akan bisa untuk mencegah itu semua!" terlihat Kyai Salman yang sudah pasrah dengan keadaan.


Akan tetapi Aminah terlihat masih ingin berjuang untuk mencegah hal itu benar-benar terjadi.


" Sebaiknya kita membakar saja peta istana kerajaan alam gaib. Sehingga ramalan tentang Trisna dan Pangeran Abi Saka juga akan menghilang untuk selamanya!" Kyai Salman menatap tajam kepada putrinya yang telah mengatakan sesuatu yang sangat ceroboh.


" Kalau kita membakar peta itu maka kerajaan alam gaib tidak akan pernah ada yang bisa menjelajahinya!" Kyai Salman terlihat menatap putrinya dengan lekat.


" Tetapi aku pun tidak rela kalau sampai Pangeran Abi Saka menikahi Putriku, Abi!" Aminah benar-benar tidak bisa lagi menahan emosi di hatinya sehingga dia sampai berteriak di hadapan ayahnya sendiri.

__ADS_1


Kyai Ibrahim yang saat ini sedang mencuri dengar percakapan antara istri dan juga Ayah mertuanya terlihat syok.


' Apakah benar kalau Pangeran Abi Saka ada jodoh Trisna? Bagaimana bisa?" Kyai Ibrahim masih belum mempercayai informasi yang didapatkan dari istri dan ayah mertuanya.


" Karena untuk membuka pintu gaib untuk menuju ke kerajaan alam ghaib, hanya bisa dengan menyatukan pedang milik Pangeran Abi Saka dan juga tasbih milik Trisna." Aminah akhirnya mengungkapkan sebuah rahasia besar tentang kerajaan alam gaib yang selama ini mereka ketahui.


" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Kyai Salman merasa bingung.


" Kita pisahkan saja Trisna dan Pangeran Abi Saka." Aminah mengambil keputusan.


" Selama ini kita dikurung oleh Ratu siluman ular perak. Karena dia ingin mengetahui tentang rahasia kerajaan alam gaib yang ingin dia taklukkan demi kekuasaan yang dia inginkan. Sekarang kalau misalkan mereka berdua bersama, bukakan itu secara otomatis rahasia kerajaan alam ghaib juga akan terkuak secara perlahan?? Karena kuncinya ada pada mereka berdua! Kalau mereka tidak pernah bersama, maka kunci itu akan selamanya tersembunyi!" Aminah terus membujuk kepada ayahnya untuk berusaha memisahkan Trisna dan Pangeran Abi Saka.


" Tetapi tidak bijaksana kalau kita melakukan hal seperti ini. Bagaimanapun Trisna dan Pangeran Abi Saka harus memenuhi takdirnya untuk bisa membuka kerajaan alam gaib dan menjadi penguasa di sana." Aminah sampai terus menggelengkan kepalanya karena tidak setuju dengan apa yang dikatakan olah ayahnya.


" Pokoknya aku tidak akan pernah merestui Pangeran Abi Saka menikah dengan Trisna! Aku juga tidak mau kalau sampai putriku menjadi ratu di kerajaan alam ghaib yang sudah berpuluh tahun menghilang!" Aminah kemudian meninggalkan ayahnya yang masih bengong di tempat.


Kyai Ibrahim yang sampai saat ini masih syok mendengarkan kenyataan itu hanya bisa pergi ke dalam kamar pribadinya.


" Ternyata legenda tentang kerajaan alam gaib itu benar-benar ada. Kerajaan alam ghaib yang sudah menghilang ternyata kuncinya adalah putriku dan anak yang selama ini mengaku sebagai anakku sendiri!" monolog Kyai Ibrahim yang benar-benar belum bisa mempercayai apa yang dia ketahui sekarang.


Sepanjang malam Kyai Ibrahim terus berdzikir dan meminta petunjuk tentang kebenaran yang dia ketahui dari mulut istri dan juga Ayah mertuanya yang selama ini ternyata telah menyimpan begitu banyak rahasia di dalam hidup mereka.

__ADS_1


__ADS_2