
Ibunya Kenzo terlihat lemas sekali melihat arwah suaminya yang dipaksa meninggalkan Mansion oleh dua prajurit utusan ratu buaya.
" Mamah kenapa?" tanya Kenzo bingung.
" Kenzo tadi Mama melihat arwah papamu, arwahnya dibawa oleh dua orang prajurit yang berwajah seram sekali!" ucap Saras dengan wajah pucat dan ketakutan.
Kenzo terkejut mendengar perkataan ibunya. Kemudian dia pun mendekati tubuh ayahnya.
" Apa yanv terjadi sebenarnya di sini?" tanya Kenzo yang terlihat begitu pusing dengan apa yang terjadi di dalam hidupnya sejak sang kakek meninggal.
" Itulah yang akan kau rasakan setiap harinya. Kau akan kehilangan orang-orang yang penting dalam hidupku satu demi satu. Sampai akhirnya kau memutuskan untuk mau mengabdi padaku!" ucap sang ratu buaya yang tiba-tiba sudah ada di samping Kenzo.
Darah Kenzo berdesir dengan cepat karena Sang ratu yang begitu agresif padanya.
Di dalam ruangan itu hanya Kenzo yang bisa melihat sang ratu buaya.
" Apa mau kamu sebenernya?" tanya Kenzo merasa sangat frustasi dengan kehadiran sang Ratu Buaya di hadapannya.
" Aku sudah bilang sama kamu bukan? Aku ingin meminang kamu untuk menjadi suamiku!" ucapnya dengan sensual.
Kenzo merasa darah mudanya bergejolak seketika dan tampak mulai goyah. Untung saja Kenzo mengingat tentang Rara sehingga membuatnya tersadar dari pesona Sang Ratu Buaya yang sudah mengerahkan ilmu peletnya sejak tadi.
" Kenzo!! Bacakanlah dzikir di dalam hatimu agar kau bisa terlepas dari pengaruh Ratu buaya itu!" ucap dokter Bagas yang tiba-tiba sudah berada di antara mereka.
Ratu siluman buaya menatap Bagas dengan nyalang dan tidak suka. Sang ratu merasakan seluruh tubuhnya terasa begitu panas ketika dia menatap mata dokter Bagas.
" Kamu bukannya anak Broto yang sudah di tumbalkan oleh Broto kepadaku? Bagaimana bisa kau keluar dari tempat yang sudah aku segel dengan pagar ghaib?" tanya Sang Ratu terlihat begitu murka.
__ADS_1
Saat ini para petakziah yang datang di acara pemakaman Ridwan tidak ada yang mengetahui tentang kedatangan Bagas maupun Ratu siluman buaya.
Kecuali Kenzo dan Trisna. Serta seorang Kyai yang saat ini sedang mengurus jenazah Ridwan yang akan dibawa ke pemakaman.
Terlihat Kiai itu dari tadi sudah waspada berjaga-jaga barangkali Ratu siluman buaya akan berbuat nekat ataupun membahayakan manusia yang ada di tempat itu.
" Cepat pergi dari tempat ini dan jangan coba-coba untuk mempengaruhi keponakan aku untuk mengabdi padamu! Sudah cukup kau membuat kehancuran di dunia ini dengan semua kelakuannya!" ucap dokter Bagas yang sangat murah kepada sang ratu.
Ratu siluman buaya hanya tertawa terbahak-bahak mendengarkan ucapan Bagas yang terdengar lucu baginya.
" Memangnya kau memiliki kualifikasi apa? Sehingga merasa layak untuk mengusirku dari tempat ini? Apa kau tahu kalau akulah yang sudah membangun mansion ini dengan pengaruh dan kekuasaanku?" tanya Ratu siluman buaya dengan begitu congkaknya.
Bagas hanya tersenyum miring. " Bukankah Ayahku sudah menggantinya dengan tumbal yang dia berikan setiap tahun kepada kamu dan bangsamu? Jadi semua ini adalah milik keluarga kami dan kau tidak berhak untuk menyentuhnya sama sekali!" ucap dokter Bagas kepada sang ratu yang murka luar biasa kepadanya.
" Lancang kamu!" ucapnya murka.
" Cepat pergi dari tempat ini!" ucap dokter Bagas mengusir Ratu siluman buaya dari kediaman kedua orang tuanya.
Kenzo sejak tadi hanya membeku di tempatnya dan tidak bisa berkata apa-apa. Saat ini Kenzo benar-benar pusing bagaimana agar dia bisa terlepas dari pengaruh ratu siluman buaya yang selama ini selalu menteror dirinya.
Bahkan sang ratu sampai mengganggu Kenzo di dalam mimpinya dan selalu mengajak bercinta dengannya.
Untung saja hati Kenzo sudah terikat kepada Rara. Sehingga Rara selalu hadir untuk menyelamatkan dirinya dari kejahatan sang ratu siluman buaya.
" Apa sebenarnya yang kau mau dari kami? Bukankah ayahku yang sudah mengikat perjanjian dengan kamu sudah meninggal?? Seharusnya sekarang kau sudah melepaskan keluarga kami. Karena kami tidak ingin lagi mengikat perjanjian denganmu!" ucap Bagas.
" Pergilah dan jangan pernah mengganggu lagi keluarga ini! Kalau tidak, maka aku akan membakarmu hidup-hidup!" tiba-tiba Rara sudah hadir di antara mereka dengan Kyai yang sejak tadi terus memperhatikan semua yang terjadi di ruangan itu yang ternyata adalah ayahnya Rara.
__ADS_1
" Siapa kau? Lancang sekali kau mengusirku dari tempat ini!" ucap Ratu siluman buaya dengan murka yang luar biasa.
" Aku adalah kekasih Kenzo dan juga calon istrinya! Akulah yang akan menikah dengan dia! Jangan pernah kau bermimpi untuk memilikinya!" ucap Rara dengan penuh percaya diri.
Kenzo tampak nanar menatap Rara yang begitu mempesona baginya. Matanya tampak berkas-kaca.
Jenazah ayahnya Kenzo sudah disiapkan untuk dimakamkan dan hanya tinggal berangkat saja. Mereka saat ini sedang menunggu Kenzo sebagai pihak keluarga.
" Kenzo! Pergilah bersama dengan mereka dan makamkan Ayahmu dengan layak. Biarkan yang di sini akan menjadi urusanku!" ucap dokter Bagas.
" Jangan pergi Kenzo! Karena aku akan membawamu juga bersama denganku! Sejak dulu seharusnya kau sudah ditumbalkan oleh ayahmu untuk aku! Tetapi selama ini aku yang masih menahannya. Karena aku berharap kau akan mengabdi padaku ketika kau dewasa nanti. Sekarang karena kau tidak mau menuruti perintahku, maka aku memutuskan untuk membunuhmu dan menjadikanmu sebagai budak di istanaku untuk selamanya!" ucap Ratu siluman buaya yang sudah bersiap mengerahkan serangannya kepada Kenzo akan tetapi Kyai Ilham sudah menghalangi gerakannya dengan ilmu yang dia miliki.
" Jangan coba-coba kau menjerumuskan umat manusia ke dalam kemaksiatan! Cepat pergi dari tempat ini sebelum aku bertindak lebih jauh kepadamu!" ucap Kyai Ilham dengan tasbihnya yang sejak tadi terus bergulir dengan dzikir yang tidak ada hentinya di dalam hatinya.
" Itu semua tergantung dari kemampuanmu. Kyai busuk!! Mari kita lihat apakah kau akan sanggup untuk menahan seranganku!" setelah mengatakan itu Ratu Siluman buaya pun kemudian langsung menyerang Kyai Ilham dengan tongkat buayanya yang mengeluarkan cahaya merah yang sangat panas.
" Kenzo! Cepatlah kau pergi ke area pemakaman ayahmu. Bersama dengan mereka semua! Biarkan di sini kami yang akan mengurusnya. Jangan sampai patekziah akan terkena dampak dari pertarungan kami! Rara dan Trisna kau temanilah dan lindungi Kenzo!" ucap Kyai Ilham di sela-sela pertarungannya dengan Ratu siluman buaya yang sudah murka luar biasa dengan campur tangannya untuk mengambil Kenzo sebagai calon pengantinnya yang akan menemaninya sebagai seorang raja di Kerajaan siluman buaya yang dia pimpin.
Terlihat pertarungan sengit antara Kyai Ilham dan sang ratu yang begitu bernafsu untuk membunuh Kyai Ilham yang tampak begitu tenang dengan wajahnya yang bersinar.
Tiba-tiba saja keluar cahaya putih dari tasbih yang digunakan oleh Kyai Ilham ketika sang Kyai membaca surat pengusiran mahluk ghaib yang menggangu umat manusia.
Seketika Ratu siluman buaya menjerit kesakitan karena sinar putih itu mengenai dadanya yang langsung mengeluarkan asap yang melepuh karena terbakar.
" Dasar Kyai sialan!! Berani-beraninya kau menyerang huh! Kau sudah bosan hidup rupanya!" ucap sang ratu yang begitu murka dengan perbuatan Kyai Ilham yang sudah menyerang dirinya dengan begitu fatal.
" Pergilah dan jangan pernah mengganggu lagi Kenzo untuk selamanya atau aku akan menghancurkan istanamu sampai tak bersisa. Camkanlah apa yang aku katakan padamu, selagi aku masih berbaik hati denganmu!" ucap Kyai Ilham dengan begitu tenang dan damai sentosa tanpa merasa ketakutan sama sekali kepada Ratu siluman buaya yang hampir saja membakar tempat itu dengan tatapannya yang menakutkan.
__ADS_1
Akan tetapi Kyai Ilham. Dengan kekuatannya dia bisa memadamkan api yang disebabkan oleh amarah Ratu siluman buaya hanya dalam hitungan detik.
Terlihat Ratu siluman buaya yang begitu murka karena semua yang dia lakukan gagal total dan tidak berfungsi kepada Sang Kyai.