Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong

Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
52. Kesal


__ADS_3

Kyai Ilham langsung masuk ke dalam kamar dan mencari keberadaan Rara yang saat ini sedang berbaring. Ya, Rara merasa sangat bosan sekali berada di apartemen seharian. Oleh karena itu dia memilih untuk tidur setidaknya dengan tidur tubuhnya tidak terlalu capek.


" Rara?" tanya Kyai Ilham yang merasa benar-benar sangat bahagia melihat putrinya.


" Babah?" Rara langsung turun dari ranjang dan memeluk sang ayah dengan penuh rasa haru dan bahagia.


Kyai Ilham memperhatikan putrinya. Dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dia merasa lega karena Rara baik-baik saja tidak mengalami siksaan fisik ataupun mental.


" Alhamdulillah kamu baik-baik saja putriku! Babah sangat senang. Baiklah anakku. Ayo kita sekarang pulang!" ucap Kyai Ilham sambil menggenggam telapak tangan putrinya dan juga merangkulnya.


Kenzo yang melihat Rara di bawa pergi oleh Kyai Ilham. Dia hanya bisa menatapnya dengan lemas. Para santri yang mengikuti Kyai Ilham terus memperhatikan Kenzo. Takut kalau Kenzo melakukan sesuatu yang akan membahayakan Sang Kyai.


Setelah mereka berada di mobil Kyai Ilham menepuk-nepuk telapak tangan putrinya yang masih menangis di dalam pelukannya.


Kya Ilham tidak ingin bertanya macam-macam kepada putrinya karena dia tahu kalau Rara pada saat ini masih syok telah dikurung selama satu minggu lebih oleh Kenzo.


Kya Ilham tidak tahu apa yang sudah dilakukan oleh Kenzo kepada putrinya tapi yang jelas sekarang yang penting adalah membebaskan adalah dari Kenzo.


Begitu sampai di rumah Kyai Ilham langsung menyuruh Rara untuk mandi air rukyah. Kyai Ilham merasa takut kalau ada yang menempel di tubuh putrinya. Setelah dia berdekatan dengan Kenzo. mengingat Kenzo yang memiliki keterkaitan dengan Ratu siluman Buaya yang sangat jahat.


Rara tidak terlalu banyak bertanya. Karena dia tahu bahwa semua yang dilakukan ayahnya pasti adalah kebaikan untuk dirinya.


" Kenzo tidak melakukan hal yang buruk pada kamu kan?" tanya Kyai Ilham setelah menyiapkan air ruqyah untuk mandi putrinya.


" Aku baik-baik saja Babah! Babah tidak usah khawatir dengan keadaanku!" ucap Rara berusaha untuk tersenyum kepada ayahnya supaya sang ayah tidak khawatir dengan kondisinya.

__ADS_1


Kyai Ilham tahu bahwa putrinya saat ini sedang bersandiwara ataupun membuat kebahagiaan palsu di hadapannya. Tetapi dia tidak mau terus mendesak putrinya yang selalu saja menyembunyikan masalahnya kepada dirinya.


" Kyai lebih baik telepon Trisna saja agar dia bisa menemani Rara dan mengorek apa saja yang sudah terjadi kepada Rara selama satu minggu ini!" ucap Santri senior yang selalu diandalkan oleh Sang Kiai ketika Kyai tidak ada di tempat.


" Hamid Aku tidak mau kalau sampai merepotkan siapapun juga. Kita semua akan mengurus Rara kau tidak usah!" Hamid merasa tidak enak dengan ucapan Sang Kyai yang tampaknya sedang benar-benar sedih.


Kyai Ilham bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Rara. Akan tetapi tidak mau disampaikan kepadanya.


" Katakan padaku. Bagaimana menurut penampilan putriku sekarang?" tanya Kyai Ilham kepada Hamid yang dari tadi terus memperhatikan Sang Kiai yang tampak sedih.


" Saya bisa melihat Rara tampaknya sedang tertekan. Tetapi saya tahu bahwa Rara pasti tidak ingin membuat Kyai sedih." ucap Hamid yang merasa bahwa saat ini dia tidak bisa membantu banyak Sang Kyai.


" Sudahlah Hamid. Kau pergilah istirahat. Terima kasih atas bantuan kalian semua!" ucap Kyai Ilham yang saat ini hatinya benar-benar sedih dan tidak ingin merepotkan siapapun.


***


Kenzo tampak begitu lemas setelah melihat Rara di bawa pergi oleh Kyai Ilham dan dia tidak bisa melakukan apa-apa karena merasa segan kepada Sang Kiai.


" Ya Tuhan sekarang apa yang akan terjadi padaku?" tampak Kenzo yang benar-benar pucat wajahnya karena dia memikirkan tentang ratu siluman buaya yang pasti akan mengamuk kepadanya.


Kenzo tidak berani untuk keluar dari apartemen yang telah dipasang pagar gaib oleh Kyai Ibrahim.


" Ya Tuhan! Tolong lindungilah aku!" ucap Kenzo yang terus berusaha untuk kuat dan tegar dalam menghadapi cobaan hidup yang terus datang silih berganti kepadanya.


Kenzo tahu setelah Rara keluar dari apartemen nya dia pasti akan mulai diganggu lagi oleh Ratu siluman buaya.

__ADS_1


" Aku harus segera mengurus perceraianku dengan Amelia setelah itu aku akan langsung menikahi Rara Aku tidak mau hidupku terus dilanda ketakutan seperti ini gara-gara Ratu siluman buaya!" monolog Kenzo.


Kenzo benar-benar tidak mampu untuk kehilangan Rara saat ini. Dia tampak begitu lemas karena merasakan kesepian dan juga kerinduan yang sangat besar kepada Rara.


" Da kamu apa kabar? Aku benar-benar sangat merindukanmu! Kalau aku datang ke rumahmu. Apakah kau akan mengusirku? Aku bener-bener sangat rindu dengan Ra!" Kenzo terlihat menangis.


Berkali-kali Amelia terus menelepon dan menghubungi Kenzo. akan tetapi tidak juga dijawab olehnya. Amelia benar-benar merasa penasaran dengan alasan Kenzo yang tiba-tiba saja melayangkan gugatan cerai kepada pengadilan agama.


" Kamu kenapa sih Mas sangat sulit untuk dihubungi! Apa kamu masih bersama wanita yang waktu itu kita temui di jalan? siapa sebenarnya wanita itu kenapa kamu langsung membawanya pergi setelah melihat dia?" Amelia kemudian mencari ibunya Kenzo karena dia ingin bertanya kepada mertuanya tentang wanita yang bertemu dengan Kenzo.


Akan tetapi Amelia tidak melihat mertuanya di manapun sehingga membuatnya sangat jengkel luar biasa.


Kenzo memang sudah menyuruh ibunya untuk segera pindah ke apartemen yang sedang di tempatnya sekarang.


Di apartemen yang sekarang. Kekuatan pagar gaibnya 10 kali lipat lebih besar daripada kekuatan yang ada di pagar gaib yang telah dibuat oleh Kyai Ilham beserta para santrinya.


Kenzo merasa benar-benar aman ketika berada di rumah itu dan dia tidak ingin kalau sampai ibunya terjadi kenapa-napa.


Kenzo sekarang hidup dalam ketakutan setelah Rara meninggalkannya tanpa mengatakan apapun kepada Kenzo.


Kenzo benar-benar tidak berdaya untuk mencegah Kyai Ilham membawa kekasihnya dari apartement karena bagaimanapun Kyai Ilham masih memiliki hak atas Rara sebagai ayahnya.


" Syukurlah kalau mama sampai kembali dengan selamat. Bagaimana kabar kedua anakku Apakah mereka baik-baik saja?" tanya Kenzo ketika ibunya sekarang sudah berada di apartemen miliknya.


" Mama baik-baik saja dan kedua anakmu pun sehat-sehat hanya saja kasihan sekali mereka harus hidup terkurung dan tidak bisa melakukan apa-apa!" terlihat ibunya Kenzo begitu sedih memikirkan nasib cucu dan juga anaknya yang harus terkurung di dalam apartemen yang telah di pagar dengan kekuatan ghaib untuk bisa melindungi mereka dari pengaruh satu siluman buaya yang selalu mengejar dan tidak mau melepaskan mereka.

__ADS_1


__ADS_2