
Setelah Genta berhasil membebaskan dokter Bagas mereka berdua pun kemudian keluar dan mencari Kyai Ilham agar bisa kembali ke tubuh mereka.
Kyai Ilham merasa senang karena usaha mereka malam ini telah membuahkan hasil.
" Ayo cepat kita langsung pulang sekarang! Sebelum dokter Alfonso kembali lagi ke mari!" Kyai Ilham pun langsung memegang tangan Genta dan dokter Bagas. Trisna memegang tangan mereka berdua juga. Kyai Ilham memerintahkan ke mereka untuk saling berpegangan tangan agar dia bisa membawa mereka dari tempat itu dengan aman.
Para hantu tampak begitu penasaran sekali ketika melihat dokter Bagas yang kembali bisa diselamatkan. Terlihat dokter Alfonso menggeram. Karena musuh besarnya kembali menghilang dari genggaman tangannya.
" Tenang saja aku yakin pasti dokter Bagas akan kembali lagi ke mari untuk menyelamatkan Melisa. Dokter Bagas sangat mencintai wanita itu Dan selama kita masih memiliki Melisa dokter Bagas akan selalu kembali lagi kemari!" dokter Alfonso pun kemudian menyuruh kepada teman-temannya untuk kembali ke pos mereka karena malam ini kelihatannya mereka akan bekerja keras untuk menyerap jiwa-jiwa yang tersesat ke rumah sakit ini.
Kyai Ilham membuka matanya ketika dia berhasil membawa dokter Bagas dan juga Trisna yang saat ini sudah kembali masuk ke dalam tubuhnya.
" Sungguh berbahaya sekali! Kenapa Trisna selalu tidak pernah mau mengikuti apa yang aku katakan?" ujar Kyai Ilham ketika dia sudah membuka matanya dan melihat ke sekeliling.
Genta tersenyum kepada dokter Bagas yang saat ini terlihat begitu menderita karena banyak luka-luka di sekujur tubuhnya.
" Bagaimana keadaanmu sekarang Kyai? Apakah kau baik-baik saja?" tanya Genta pada Kyai Ilham yang terlihat wajahnya sangat kelelahan sekali.
" Aku baik-baik saja Genta. Kau jangan khawatirkan aku! Sebaiknya kau bantulah dokter Bagas agar bisa menyembuhkan luka di tubuhnya!" perintah Kyai Ilham kepada Genta yang kelihatannya sangat mengkhawatirkan dirinya.
Genta kemudian mengeluarkan kekuatan murninya agar bisa menyembuhkan dokter Bagas yang sampai saat ini masih pingsan dan tidak sadarkan diri.
Walaupun tidak terlalu memberikan efek yang signifikan tetapi hal itu cukup membuat dokter Bagas bisa sadarkan diri dan walaupun susah payah dia bisa membuka matanya dan melihat kepada mereka berdua.
" Syukurlah kau akhirnya sadar. Bagaimana dengan keadaanmu?" tanya Genta sambil tersenyum kepada dokter Bagas yang saat ini sedang kebingungan dan melihat ke sekeliling.
__ADS_1
" Aku baik, Alhamdulillah. Aku ada di mana?" dokter Bagas menatap Kyai Ilham dan Genta yang tampak begitu kelelahan. Wajah tuanya benar-benar menyiratkan kebijaksanaan.
" Sekarang kau berada di pondok pesantren milik Kyai Ilham," ucap Genta mencoba untuk memberitahukan keberadaannya saat ini agar dokter Bagas tidak menjadi bingung.
Dokter Bagas menatap kepada Genta dan berterima kasih kepadanya karena sudah menyalurkan energi murni ke dalam tubuhnya sehingga dia sekarang merasa sedikit lebih baik. Tubuhnya tidak terlalu sakit lagi seperti sebelumnya.
" Terima kasih karena kalian berdua sudah mau menolongku dari tangan dokter Alfonso." dilihat dokter Bagas yang begitu kesusahan untuk berbicara kepada mereka berdua.
Kyai Ilham tersenyum kepada dokter Bagas, lalu menyuruh dokter tampan itu untuk beristirahat pernah merasa kasihan kepada dokter Bagas yang begitu kesakitan.
" Genta kau ajaklah dokter Bagas untuk beristirahat di tempatmu dan sebisa mungkin kau berikanlah energimu untuk membuat dokter Bagas bisa kembali pulih seperti sedia kala!" perintah Kyai Ilham kepada Genta.
Bagaimanapun Kyai Ilham ingin melindungi dokter Bagas agar tidak dijadikan sasaran dokter Alfonso maupun ratu siluman buaya yang selalu penasaran dengan dokter Bagas yang seharusnya dijadikan tumbal untuk nya pada masa Broto masih hidup.
" Baiklah Kyai aku akan membawa dokter Bagas bersamaku," Genta kemudian memegang telapak tangan dokter Bagas dan dalam sekejap dokter Bagas langsung menghilang dari hadapan Kyai Ilham. Mereka masuk ke dalam tasbih tempat di mana Genta tinggal selama berada di dalam pondok pesantren milik Kyai Ilham.
" Kyai Bagaimana keadaan dokter Bagas?"
Terlihat wajah Trisna yang begitu ketakutan dan penuh rasa khawatir.
" Dokter Bagas sekarang dalam perawatan Genta. Aku mau beristirahat dulu malam ini. Tubuhku rasanya sangat lelah sekali. Kau juga sebaiknya beristirahat!" perintah Kyai Ilham kepada Trisna.
Trisna hanya menganggukkan kepalanya kemudian meninggalkan Kyai untuk bisa beristirahat di dalam kamarnya.
Trisna bisa merasakan kalau Kyai Ilham tampaknya sedang marah kepadanya karena sudah melanggar apa yang telah dia perintahkan.
__ADS_1
" Kyai saya tidak bermaksud untuk melanggar perintah Kyai. Saya juga tidak tahu kenapa saya bisa berada di sana. Padahal saya di sini sedang tertidur bersama dengan Rara. Kyai bisa bertanya kepada Rara bahwa saya benar-benar tidur di sampingnya!"
Trisna berusaha untuk menjelaskan kepada Kyai Ilham mengenai apa yang terjadi tadi malam.
" Sudahlah lupakan saja. Sekarang yang penting kita semua kembali ke tempat ini dengan selamat. Istirahatlah! Kau tidak usah memikirkan hal-hal yang tidak penting!" Kyai Ilham tersenyum kepada Trisna kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Trisna merasa terharu dengan kebaikan yang bertubi-tubi selalu diberikan oleh Kyai Ilham kepadanya dan juga dokter Bagas.
" Kyai terima kasih dan mohon maaf atas ketidaknyamanan malam ini," Trisna benar-benar merasa bersalah dengan apa yang sudah terjadi Dia Ilham hanya melambaikan tangannya kemudian menutup pintu kamarnya.
Saat berada di atas ranjangnya. Kya Ilham terlihat menang lawan kembali kejadian yang baru saja di alaminya bersama Genta dan Trisna yang ternyata memiliki kekuatan yang sangat hebat yang bahkan dokter Alfonso merasa enggan untuk berurusan dengannya.
" Aku tidak mengerti dari mana Trisna bisa memiliki kekuatan semacam itu. Aku ingat waktu di kediaman Broto pun dia bisa menyingkirkan ratusan siluman buaya hanya dengan menggunakan tasbihnya saja. Siapa sebenarnya Gadis itu dan kenapa dia bisa memiliki kekuatan seperti itu?" monolog Kyai Ilham, yang benar-benar merasa penasaran tentang Trisna yang menurutnya memiliki kekuatan yang misterius.
Kyai Ilham menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dia pun memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur.
Bagaimanapun kejadian malam ini benar-benar sangat fenomenal dan sangat mengherankannya.
" Sudahlah sebaiknya aku tidur besok aku bisa bertanya kepada Trisna dari mana dia mendapatkan kekuatan seperti itu," Kyai Ilham pun kemudian memejamkan matanya. Walau pun kesulitan, tetapi akhirnya dia berhasil untuk bisa terlelap dalam tidur.
Sementara itu Rara yang tidak melihat keberadaan Trisna di sampingnya, Rara kemudian bangun dan berniat untuk mencari Trisna. Rara merasa khawatir dengan keadaan sahabatnya. Karena dia sangat tahu kalau saat ini mental Trisna sedang lemah gara-gara memikirkan soal dokter Bagas yang dari kemarin selalu menghantui pikirannya.
Rara merasa bahagia ketika melihat Trisna yang masuk ke dalam kamarnya.
" Kamu dari mana Trisna? Aku benar-benar khawatir dengan kamu. Ya Allah! Aku kira kau pergi ke rumah sakit untuk menyelamatkan dokter Bagas!" Rara pun kemudian turun dari ranjang dan menyambut kedatangan Trisna yang terlihat begitu lesu.
__ADS_1
Trisna tersenyum pada Rara merasa bahagia memiliki sahabat yang begitu peduli dan menyayanginya.
Rara kemudian mengambilkan segelas air untuk Trisna dan menyerahkannya kepada sahabatnya yang kelihatan begitu lesu dan tidak bersemangat. Rara merasa prihatin melihat Trisna kemudian memeluk sahabatnya dengan erat.