
Bagas sangat marah sekali kepada Broto yang ternyata tidak menyesali telah membakar rumah sakit yang telah membunuh hampir 300 Orang yang ada di dalamnya.
Broto hanya merasa menyesal karena di sana ada dirinya yang juga menjadi korban.
" Apakah Papa tahu kalau Papa benar-benar sangat kejam?" tanya Bagas dengan mata melotot ke arah Broto.
Kenzo yang sampai saat ini mata batinnya tidak tertutup bisa melihat kehadiran dokter Bagas di antara mereka.
" Paman kecil jangan terlalu marah kepada Kakek. Saat ini kondisi Kakek tidak baik. Kakek tidak boleh terlalu banyak stress!" ucap Kenzo mengingatkan Bagas untuk tidak membuat ayahnya marah.
Broto terus menatap ke arah Bagas yang sejak tadi terus merasakan amarah yang sangat besar kepada ayahnya.
Trisna hanya bisa menjadi penonton diantara mereka bertiga.
Trisna tahu bahwa Broto menyesali karena bagasi yang meninggal tidak sesuai dengan rencananya.
Akan tetapi Trisna benar-benar sangat penasaran tentang pesugihan apa yang dimiliki oleh Broto sehingga membutuhkan itu banyak tumbal untuk melanggengkannya.
" Katakanlah pada kami pak sebenarnya pesugihan apakah yang Bapak gunakan kenapa sampai membutuhkan tumbal yang begitu banyak?" tanya Trisna benar-benar sangat penasaran.
Broto terlihat menatap Trisna tidak senang dengan gadis itu yang sepertinya sedang mengulik tentang kehidupannya.
" Bukan urusanmu dan lebih baik kau pergi dari sini karena aku tidak suka melihatmu! Kenzo Lebih baik kau putuskan hubunganmu dengan pacarmu karena sampai kapanpun kakek tidak akan pernah merestuinya!" ucap Broto dengan final yang kemudian memilih untuk menutup matanya karena tidak sanggup untuk melihat kebencian di mata Bagas.
" Jadi anda tidak mau mengungkapkan tentang pesugihan yang Anda lakukan? Apakah anda tahu kalau anda sudah menghancurkan banyak kehidupan dengan perbuatan anda?" Trisna benar-benar sangat marah sekali dengan kelakuan Broto yang seperti tidak menyesali sama sekali perbuatan jahatnya telah membakar 300 Orang yang ada di rumah sakitnya saat 50 tahun yang lalu.
Broto menatap tajam kepada Trisna.
__ADS_1
" Kau uruslah kehidupanmu sendiri jangan usil dalam kehidupan orang lain!" ucap Broto dengan mata tajam menatap Trisna.
Trisna benar-benar geram melihat kesombongan Broto yang walaupun sudah tua tetapi tampaknya masih memiliki banyak energi negatif di dalam tubuhnya.
" Apakah anda tahu ketika anda nanti mati, maka rohnya tidak akan bisa kembali ke akhirat? Akan tetapi anda akan menjadi pelayan dari setan yang saat ini sedang anda sembah!" Ucap Trisna dengan tatapan tajam kepada Broto.
Broto jelas sangat tahu tentang hal itu karena itu merupakan perjanjian yang sudah dibuat dengan darah antara dirinya dengan setan yang sudah mengikat janji dengannya.
Broto melakukan pesugihan dengan siluman buaya. Kalau misalkan dia sudah meninggal maka dia akan menjadi bagian dari keluarga besar mereka dan selamanya akan bergentayangan seperti mereka semua.
" Katakan padaku! Sebenarnya apa yang kau inginkan?" tanya Broto kepada Trisna yang pernah merasa sudah mulai jengkel kepada gadis itu.
Bagas kemudian mendekati Broto.
" Papa minta maaf lah kepada semua korban yang ada di rumah sakit itu dan Lepaskanlah jiwa-jiwa mereka agar mereka bisa kembali ke akhirat!" ucap Bagas dengan begitu memohon kepada ayahnya.
Bagaimanapun Bagas benar-benar tidak tega dan tidak mau kalau sampai ayahnya selamanya akan terjerumus dalam lembah dosa yang tak bertepi.
" Tutup mulutmu Bagas. Kau kembali saja ke tempatmu dan tidak usah mengikut campur urusan papamu!" ucap Broto dengan amarah besar terlihat di wajahnya.
Hati Bagas benar-benar sangat sakit melihat ayahnya yang benar-benar tidak merasa bersalah sama sekali setelah membunuh begitu banyak orang.
" Papa memang sudah benar-benar tidak bisa ditolong. Apakah Papa mau selamanya menjadi budak siluman siluman itu yang papa sembah selain Allah? Apakah Papa tahu kalau dosa punyaku tekan Allah adalah dosa terbesar?" tante Bagas sambil menatap nyalang pada Broto.
Kenzo yang melihat kakeknya terlihat menggep-megap dan menderita kemudian meminta kepada Trisna, Bagas dan Rara untuk mendengarkan ruangan kakeknya.
" Tolong kalian untuk keluar dari ruangan kakekku saat ini kondisinya memang tidak stabil. aku akan memanggil dokter untuk memeriksa kakekku." ucapkan sesuatu yang kemudian berlari keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Sementara Bagas Rara dan Trisna masih tetap berada di dalam ruangan dan menatap Broto yang terlihat begitu menderita.
" Bertobatlah Pak Sebelum terlambat. Percayalah tidak ada kebaikan dalam pesugihan hanya kesenangan sesaat yang menipu mata dan akan diterima penderitaan dunia akhirat ketika sudah meninggal!" ucap Bagas berusaha menasehati ayahnya.
Akan tetapi Broto yang saat ini hatinya masih tertutup dia benar-benar tidak memperdulikan apapun yang dikatakan oleh mereka.
" Pergilah kalian. Jangan menggangguku lagi dan kau Bagas Lebih baik kau kembali ke alam kamu dan terimalah takdirmu untuk menjadi tumbal dari pesugihanku!" ucap Broto dengan nada dingin yang membuat Bagas benar-benar sakit hati.
Bagas benar-benar tidak menyangka kalau Ayahnya benar-benar ingin hidup seperti itu sampai akhir hayatnya dan tidak mau dinasehati oleh mereka.
" Sudahlah Bagas Ayo kita pulang tidak usah mengurusi dia lagi!" ucap Trisna benar-benar merasa sakit hati kepada Broto Yang sepertinya tidak peduli dengan apapun yang dia katakan.
Sementara Broto pun merasakan kesedihan yang teramat dalam ketika melihat Bagas yang akhirnya lergi meninggalkannya.
" Maafkan Putraku karena aku tidak bisa membiarkanmu terus di sini atau Arwahmu akan diseret oleh mereka dan dijadikan budak mereka untuk selamanya!" ucap Broto bermonolog dengan dirimu sendiri.
" Biarlah Papa saja yang akan dijadikan budak oleh mereka ketika mati nanti!" terlihat air mata menetes di kelopak mata Broto.
Broto mulai merasa sedih dan merasa menyesal karena anak istrinya menantu dan juga cucunya sudah banyak sekali yang dia Jadikan korban untuk melanggengkan pesugihan yang dia miliki.
" Aku tidak mau Bagas kalau kau pun harus mengabdikan dirimu kepada mereka!" tidak lama kemudian dokter pun datang dan memeriksa Broto.
Keadaan Broto semakin kritis dan membuat mereka sangat khawatir.
" Kalian dari pihak keluarga bersiap-siaplah untuk menerima saat terburuk!" ucap Dokter yang sudah menyerah untuk menangani Broto.
Sebenarnya secara medis penyakit Broto biasa saja tetapi tidak tahu kenapa tubuhnya begitu lemah dan sangat sulit untuk diobati.
__ADS_1
Tubuh Broto seperti yang menolak pengobatan dari para dokternya. Sehingga membuat dokter yang menanganinya menjadi bingung sendiri.
" Kami Permisi Tuan Kenzo dan Pastikan semua keluarga untuk berada di ruangan ini dan menjaganya!" setelah mengatakan itu dokter pun kemudian meninggalkan Kenzo sendirian bersama dengan Broto.