Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong

Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
74. Sabar selalu


__ADS_3

Kyai Ibrahim dan Kiai Salman begitu takjub ketika melihat gerbang istana kerajaan alam gaib terbuka kembali setelah selama bertahun-tahun lamanya menghilang dari peredaran dunia.


Kyai Ibrahim bahkan menampung para warganya di pondok pesantren miliknya.


" Syukurlah akhirnya istana kerajaan alam gaib kembali muncul dan para warganya sekarang sudah menemukan kembali tempat untuk pulang," Kyai Ibrahim terlihat begitu lega dengan kejadian itu.


Akan tetapi Aminah terlihat begitu murung setelah melihat putrinya yang sekarang sudah tidak ada lagi di dalam kamarnya bersama dengan suaminya.


" Trisna dan juga Pangeran Abi Saka sudah tidak ada di dalam kamarnya itu berarti bahwa mereka sudah pergi ke kerajaan alam ghaib!" Kyai Ibrahim hanya bisa menatap sang istri yang saat ini sedang sedih setelah Putri mereka menghilang dari kamarnya.


Kyai Ibrahim memeluk dan mengelus punggung istrinya untuk memberikan penghiburan dan juga menenangkan hatinya yang harus berpisah dengan Putri mereka.


Bukannya merasa tega dengan Putri sendiri. Akan tetapi mereka pun mempunyai tanggung jawab untuk bisa menemukan kembali istana kerajaan alam ghaib yang sudah lama sekali menghilang dan dinantikan oleh para warganya yang terpaksa harus mengungsi di pondok pesantren milik Kyai Ibrahim selama bertahun-tahun lamanya.


" Sabarlah istriku! Putri kita dan suaminya, setiap bulan purnama akan datang kemari untuk mengunjungi kita. Itulah yang sudah dijanjikan oleh suaminya sebelum kami berdua merestui lamarannya terhadap Trisna." Kyai Ibrahim berusaha untuk menanamkan istrinya yang sampai saat ini masih menangis sedih sekali.


" Apakah Trisna bisa menerima nasibnya menjadi ratu dari istana alam ghaib? dia pasti saat ini sedang syok dan tidak percaya dengan kenyataan itu," Aminah benar-benar mengkhawatirkan psikologis putrinya dan dia tidak pernah bisa membayangkan apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh putrinya.


Kyai Salman kemudian mendekati Aminah dan memberikan pengertian kepada putrinya bahwa semua itu adalah kewajiban dan tanggung jawab Trisna Sebagai pemegang tasbih mutiara hitam.


" Sudahlah Aminah kau jangan menangis lagi. Takdir Trisna tetap harus berlaku dan terjadi. Kita sebagai orang tuanya hanya bisa pasrah dan mendoakan yang terbaik untuk kehidupannya di alam gaib. sekarang dia telah menjadi ratu dan menguasai seluruh kerajaan di alam gaib yang harus takluk dan patuh kepadanya!" Kyai Salman terus menasehati putrinya agar tidak terlalu bersedih lagi dengan apa yang terjadi kepada cucunya.


Sebagai seorang Ibu Aminah benar-benar tidak mampu untuk menanggung kenyataan itu.


" Istriku kalau sampai Ratu siluman ular perak yang menemukan kerajaan alam gaib itu akan sangat berbahaya. Trisna harus menempuh perjalanan ini demi kebaikan semuanya. Percayalah Putri kita adalah wanita yang hebat dia pasti akan mampu menangani semua ini!" Kyai Ibrahim tetap berusaha menguatkan istrinya yang sampai saat ini masih belum menerima kenyataan tersebut.


***


Trisna yang saat ini berada di alam gaib masih belum bisa beradaptasi dengan lingkungan maupun cuaca yang ada di sana.


" Aih! Aku benar-benar rindu untuk kembali ke kamarku yang sempit. Aku harus segera berangkat bekerja. Banyak deadline yang harus ku kerjakan tapi kenapa aku harus terkurung di kamar ini dan di istana ini?" Trisna terlihat begitu frustasi karena dirinya tidak tahu harus melakukan apa di istana kerajaan yang begitu megah dan besar.


Sementara itu suaminya, Raja Abi saka sudah mulai melaksanakan fungsinya sebagai seorang raja di istana kerajaan alam ghaib.


Raja Abi Saka saat ini sedang melakukan rapat koordinasi dengan para Abdi dalem yang baru saja diangkat untuk membantunya kembali mengatur istana kerajaan alam ghaib yang sudah berhasil kembali dibuka olehnya beserta Trisna yang Sekarang telah menjadi istri sahnya.

__ADS_1


Trisna sebenarnya ingin ikut nimbrung di dalam rapat itu tetapi dia bingung untuk bisa berbicara dengan mereka semua.


Mereka semua membahas hal-hal yang tidak dia mengerti sama sekali.


Rupa Mereka pun benar-benar aneh dan sangat tidak nyaman untuk melihat mereka.


Trisna selama ini sudah terbiasa untuk melihat makhluk-makhluk astral yang ada di hadapannya karena dia adalah seorang gadis Indigo yang memiliki kemampuan khusus sejak masih kecil.


Akan tetapi berada di istana kerajaan alam gaib benar-benar membuatnya sesak nafas dan pening kepala.


Bagaimana tidak hanya dirinya yang seorang manusia di sana. Semua makhluk astral itu memang menghormatinya dan juga tunduk kepadanya. Akan tetapi bukan itu yang Trisna Inginkan. Dia ingin makanan sehat seperti yang ada di alam manusia bukan makanan-makanan aneh yang ada di sana yang tidak mampu untuk dia makan.


Trisna yang memiliki mata batin bisa melihat semua bentukan makanan yang disuguhkan kepadanya walaupun Sekuat apapun mereka menutupi yang sesungguhnya tetap tidak akan pernah bisa menipu mata batin Trisna.


Selama berada di istana kerajaan alam ghsib, Trisna memilih untuk berpuasa dan tidak mau memakan makanan yang mereka suguhkan untuk nya.


Raja Abi Saka merasa heran kenapa istrinya tidak pernah mau memakan makanan yang disuguhkan oleh para dayangnya.


" Sayang selama berada di sini aku tidak pernah melihatmu makan. Kenapa kah?" tanya sang raja sambil mengelus rambut istrinya yang cantik jelita.


Perkawinan mereka yang pertama kalinya benar-benar membuahkan hasil.


" Bisakah kau mengembalikanku ke alam manusia? Aku benar-benar tidak sanggup lagi untuk tinggal di istana ini." Trisna meminta kepada suaminya untuk bisa kembali ke alam manusia.


" Kenapa kah sayang? Bukankah ini adalah tempatmu? Tempatmu adalah di sampingku sebagai Permaisuriku!" Raja Abi Saka terlihat tidak senang mendapatkan permintaan seperti itu dari istrinya.


" Apakah kau ingin membunuhku secara perlahan? Sudah berapa lama aku tidak makan, huh? Kau tahu kan sebagai manusia biasa, aku membutuhkan makanan dan itu adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa diganggu gugat!" Trisna mulai menyuarakan isi hatinya selama ini selama berada di istana kerajaan alam ghaib.


" Bukankah selama ini kami selalu menyediakan makanan untukmu? Kau saja yang tidak pernah menyentuhnya!" terlihat Raja Abi Saka yang cemberut.


" Aku tidak bisa memakan makanan yang kalian sediakan. Aku ingin makanan yang ada di alam manusia! Berikan padaku!" Raja Abi Saka terkejut mendapatkan tuntutan semacam itu dari istrinya.


" Kenapa dari kemarin kau tidak mengatakannya padaku sayang? Kalau tidak, aku pasti akan mengusahakan untuk memberikannya padamu!" Raja Abi Saka kemudian memerintahkan kepada ajudannya untuk turunkanlah manusia dan membawakan makanan yang diminta oleh sang istri.


Trisna terlihat begitu bahagia karena ternyata suaminya peduli dengannya.

__ADS_1


" Jadi selama ini kau menahan lapar mu karena tidak mau memakan makanan pada siluman itu?" Raja Abi Saka bertanya kepada istrinya yang sekarang semakin kurus karena selalu berpuasa setiap hari.


" Kau tidak pernah bertanya padaku. Apakah aku mau makan atau tidak kau hanya Sibuk mengatur istanamu dan juga para Abdi dalammu." Trisna terlihat misuh-misuh di hadapan sang suami.


" Maafkan Aku sayang. Istana ini sudah lama sekali vakum dan menghilang. Oleh karena itu aku harus ekstra keras untuk mengatur regulasi dan peraturan istana kerajaan untuk bisa dipatuhi oleh seluruh kerajaan lainnya yang berada di bawah kekuasaan kerajaan ini. Aku berjanji Setelah semuanya beres aku pasti akan menemanimu turun ke alam manusia sehingga kau tidak bosan lagi." janji Raja Abi Saka kepada istrinya yang sejak tadi terus cemberut.


Tidak lama kemudian ajudan sang raja pun datang dengan membawa aneka makanan yang diambil dari alam manusia.


Trisna matanya berbinar ketika melihat semua makanan yang sekarang terhidang di depan matanya. Semua makanan itu menggugah seleranya.


" Dari mana kau mendapatkan semua makanan ini?" tanya Trisna kepada ajudan suaminya yang saat ini masih bersimpuh di depan sang suami.


" Aku mengambilnya dari restoran yang ada di hotel, Ratu!" Trisna melotot sempurna mendapatkan pengakuan tersebut.


" Jadi kau mencurinya? Astagfirullah! Aku tidak mau memakannya!" Raja Abi Saka benar-benar marah kepada ajudannya karena sudah sembarangan memberikan makanan untuk istrinya.


" Kau itu bodoh sekali kenapa kau tidak membelinya malah mencurinya begitu saja!"Raja Abi Saka menjadi murka kepada asistennya sendiri.


" Raja kami tidak tahu bagaimana caranya untuk membeli makanan itu," terlihat sang ajudan yang serba salah menghadapi raja dan ratunya yang saat ini sedang marah terhadapnya gara-gara mencuri makanan di alam manusia.


" Udah sana Kau Kembali ke restoran tempat Kau mengambil makanan ini dan Taruhlah uang di sana yang banyak Bila perlu!" perintah Trisna kepada ajudan suaminya.


Raja Abi Saka kemudian memerintahkan kepada ajudannya untuk melakukan semua yang diperintahkan oleh istrinya.


" Baik yang mulia Akan segera saya laksanakan!" Raja Abi Saka akhirnya melihat senyum istrinya yang mulai mau untuk memakan makanan yang telah dibawa oleh ajudannya dari alam manusia.


" Sayang kalau begitu aku akan menculik seorang chef ke istana kita dan mereka akan aku surug untuk memaksakan makanan yang enak dan lezat untukmu. Bagaimana?" tanya Raja Abi Saka.


Trisna langsung melotot mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya.


" Jangan coba-coba aku menculik manusia ke mari demi aku! Aku tidak mau kau melakukan kejahatan seperti itu. Antarkan saja aku kalau manusia dan biarkan aku menetap di sana!" pinta Trisna kepada suaminya yang langsung menggelengkan kepala.


Hati Raja Abi Saka benar-benar tidak bisa menerima permintaan itu karena bagaimanapun dia membutuhkan Trisna sebagai permaisurinya di sampingnya.


Apalagi saat ini sang istri sedang hamil yang pasti akan mengundang para makhluk jahil yang akan selalu mengganggunya.

__ADS_1


Hal yang lebih ditakutkan oleh Raja Abi Saka adalah ratu siluman ular perak yang pasti mengincar istrinya.


__ADS_2