Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong

Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
42. Perjuangan Dokter Bagas


__ADS_3

" Kalian sebaiknya pulang. Apalagi sekarang waktu sudah semakin malam," terlihat Kyai Ilham sedang berpikir, "Lebih baik kalian berdua menginap saja di pondok pesantren! Babah sekarang juga akan langsung pergi ke rumah sakit untuk menolong dokter Bagas!" setelah mengatakan itu Kyai Ilham meninggalkan Rara dan Trisna yang masih bengong di tempat menuju tempat sholatnya.


***


Kyai Ilham dan Genta saat ini sedang berada di ruangan salat sang Kyai. Mereka bersiap untuk melakukan perjalanan menuju rumah sakit di mana saat ini dokter Bagas sedang disekap oleh dokter Alfonso.


" Kyai tolong izinkan saya untuk ikut dengan Kyai. Bagaimanapun pikiran saya tidak tenang kalau hanya diam saja di sini tidak melakukan apa-apa untuk menolong dokter Bagas!" Trisna meminta kepada Kyai Ilham agar mengizinkan dirinya ikut bersama mereka.


Kyai Ilham menatap Genta yang menggelengkan kepalanya kepada Sang Kiai.


" Trisna saya tahu kalau kau memiliki kemampuan yang bagus dalam hal masalah gaib. Akan tetapi untuk masalah ini, saya mohon kau mengikuti arahan yang saya berikan padamu. Karena apa yang akan terjadi malam ini benar-benar sangat berbahaya dan saya tidak sanggup untuk membawamu ke sana bersama kami!" setelah mengatakan itu Kyai Ilham pun kemudian mulai bersilaah dan mengajak kepada Genta untuk mengikuti dirinya menuju rumah sakit agar bisa menyelamatkan dokter Bagas yang saat ini sedang disekap oleh dokter Alfonso.


" Ayo Trisna sebaiknya kita beristirahat di kamarku saja benar apa yang dikatakan oleh ayahku. Akan sangat berbahaya kalau kita ikut ke sana. Saat ini di sana pasti sekarang sedang terjadi huru-hara!" Rara kemudian mengajak Trisna menuju ke kamarnya.


Trisna seperti yang kehilangan semangat hidupnya. Dia hanya mengikuti Rara, akan tetapi jiwanya seakan sedang melayang menuju dokter Bagas yang saat ini sedang bertaruh nyawa hanya untuk menyelamatkan Melisa dari tempat itu.


Trisna langsung memejamkan matanya begitu dia menyentuh ranjang. Karena saat ibi pikiran Trisna selalu tertuju kepada dokter Bagas. Apalagi saat ini Kyai Ilham dan juga Genta sudah menuju ke rumah sakit itu.


Tanpa diketahui oleh Rara yang sudah tertidur juga. Trisna ternyata melepaskan rohnya untuk menuju ke rumah sakit.


Dengan perasaan begitu cema, Trisna lalu mencari keberadaan dokter Bagas di rumah sakit yang saat ini sedang menampilkan kemewahannya. Ya! Seperti biasa, rumah sakit itu selalu beroperasi pada malam hari dan akan berubah menjadi puing-puing rumah sakit yang hancur kembali ketika siang hari.


Trisna melihat begitu banyak pasien yang saat ini sedang berada di rumah sakit itu.


Trisna langsung bersembunyi ketika dia melihat Kyai Ilham dan Genta yang saat ini sedang bertarung dengan beberapa hantu yang menghalanginya untuk masuk ke ruangan di mana dokter Bagas saat ini sedang dikurung oleh dokter Alfonso.


Melihat Kyai Ilham dan Genta agak kerepotan menghadapi begitu banyak hantu yang menyerang mereka berdua. Akhirnya Trisna pun mengambil tasbihnya dan mulai untuk mengeluarkan kemampuannya.

__ADS_1


" Aku harus membantu Kyai Ilham dan juga Genta!" setelah mengatakan itu keluarlah Seberkas cahaya putih yang kemudian menyinari tempat itu.


Kyai Ilham tahu bahwa Trisna saat ini sedang ada di tempat itu dan sedang membantumu.


" Trisna, kenapa Kamu nekat sekali untuk datang kemari di sini benar-benar sangat berbahaya!" gentah kemudian menarik tangan Tresna untuk segera menjauh dari kumpulan para hantu yang saat ini sedang kalap menyerang Kyai Ilham.


Akan tetapi Trisna menolak karena dia tidak tega kalau harus melihatnya Ilham yang kewalahan menyerang begitu banyak hantu.


" Kau tidak usah khawatir. Kyai Ilham akan baik-baik saja. Sekarang ayo kita mencari dokter Bagas dan menyelamatkan dia. Biarkan Kyai Ilham di sini untuk mengalihkan perhatian mereka. Sehingga kita bisa bergerak bebas untuk mencari keberadaan dokter Bagas!" Genta kemudian melihat ke arah Kyai Ilham yang menganggukan kepala ke padanya.


" Percayalah pada jahilham dia tidak akan kalah oleh hantu-hantu brengsek itu!" setelah mengatakan itu Genta pun kemudian menarik tangan Trisna dan menuju ke sebuah ruangan yang dia curigai dijadikan tempat oleh dokter Alfonso untuk menyekap Melisa dan juga Dokter Bagas.


Dokter Alfonso yang sudah mengetahui bahwa ada penyusup yang masuk ke daerah kekuasaannya. Sekarang dia mulai menyusun strategi untuk menjebak Trisna dan juga Genta agar masuk ke dalam ruangan yang sudah dipersiapkan untuk menjebak mereka berdua.


Akan tetapi dokter Alfonso lupa kalau Trisna memiliki kekuatan yang bisa melihat kejadian sebelumnya di sebuah tempat.


" Genta jangan masuk ke dalam ruangan itu ruangan itu sengaja dipersiapkan oleh dokter Alfonso untuk menjebak kita!" Trisna pun langsung menarik tangan Genta dan menuju ke sebuah ruangan yang dulu pernah digunakan oleh dokter Alfonso untuk menyiksa dokter Bagas.


Dan benar saja ternyata dokter Bagas memang berada di tempat itu dan saat ini sedang diikat seperti waktu dulu Trisna pernah menyelamatkan dokter Bagas.


Akan tetapi hati Trisna mencelos ketika melihat dokter Bagas yang saat ini sedang memeluk Melisa yang sedang hamil.


' Apakah anak yang ada di dalam kandungan Melissa adalah milik dokter Bagas?' Sungguh hati Trisna benar-benar tidak mampu menangani hal itu.


Genta yang melihat rekan kerjasamanya sedang melamun. Dia pun kemudian menarik tangan Trisna Ketika dilihat pintu ruangan yang terbuka dari luar.


Dokter Bagas maupun Melisa hanya menatap Trisna dan Genta yang saat ini sedang menyembunyikan diri dari dokter Alfonso yang masuk ke dalam ruangan di mana mereka sedang di sekap oleh Dokter jahat yang memiliki begitu banyak dendam terhadap keluarga Broto yang sudah membakarnya hidup-hidup di tempat itu.

__ADS_1


" Melisa datanglah kemari dan lepaskanlah genggaman tangan dokter Bagas kamu yang jahat dan tidak setia itu. Bagaimanapun saat ini kau sedang hamil anakku. Bagaimana mungkin kau malah bersama dengan dokter sialan itu?" dokter Alfonso berusaha untuk menarik tangan Melisa akan tetapi langsung di tepi oleh wanita itu yang sangat muak dengan dokter Alfonso yang selalu memaksakan kehendak terhadap dirinya.


Dokter Alfonso terlihat begitu marah melihat apa yang dilakukan oleh Melisa kepadanya.


Dengan kasar dokter Alfonso menarik Melisa agar menjauh dari dokter Bagas.


" Lepaskan aku! Aku tidak mau ikut denganmu! Lebih baik kau musnah saja aku bersama dengan dokter Bagas! aku lebih baik hancur menjadi abu daripada harus melayanimu terus ataupun melahirkan anakmu!" dokter Bagas yang saat ini kondisinya benar-benar sangat memprihatin kan merasa sangat terharu dengan apa yang dikatakan oleh Melisa.


Sekujur tubuh dokter Bagas penuh dengan luka. Karena terus disiksa oleh dokter Alfonso yang tampaknya bertekad ingin sekali membumihanguskan dokter Bagas.


" Aku tidak akan pernah mengabulkan keinginanmu itu sayang. Tetapi aku pasti akan membumihanguskan dokter Bagas agar dia tidak lagi mengganggumu untuk bersama denganku!" setelah mengatakan itu dokter Bagas terlihat menjerit karena dokter Alfonso mengaktifkan alat penyiksaan yang telah dia sakit hanya untuk menyakiti dokter Bagas.


Trisna yang saat ini sedang bersembunyi begitu terenyuh hatinya melihat penderitaan dokter Bagas demi tunangannya yang ternyata sedang hamil anak Dokter Alfonso.


" Genta! Ayo kita menolong dokter Bagas aku tidak bisa melihatnya menderita seperti itu!" Trisna hampir saja meloncat keluar kalau tidak dipegang dengan kuat telapak tangannya oleh Genta.


" Sengar Trisna! Aku tahu kalau kau ingin menyelamatkan dokter Bagas. Tetapi kalau kita ceroboh seperti ini. Percayalah padaku! Bukannya kita akan menyelamatkan dokter Bagas tetapi kita akan mengantarkan nyawa kepada dokter jahat itu!" bisik Genta di telinga Tresna yang membuat gadis Itu tampak begitu frustasi karena tidak bisa melakukan apapun di saat dokter Bagas saat ini sedang kesakitan dan sangat menderita.


Melisa terlihat menangis karena dokter Bagas yang bahkan sudah pingsan karena tidak kuat dengan siksaan yang diberikan oleh dokter Alfonso.


Genta yang sudah menutupi aura kehadiran mereka di tempat itu. Sehingga Dokter Alfonso tidak bisa merasakan kehadirannya.


" Sekarang Ayo ikut denganku!" dengan begitu sangat memaksa dokter Alfonso menarik tangan Melisa untuk mengikutinya dan meninggalkan dokter Bagas yang saat ini sedang pingsan.


Setelah memastikan bahwa dokter Alfonso sudah jauh meninggalkan ruangan penyiksaan dokter Bagas. Genta dan Trisna langsung keluar dan menolong dokter Bagas agar bisa keluar dari ruangan terkutuk yang memang diciptakan oleh dokter Alfonso untuk menyiksa dan menyakiti dokter Bagas.


Genta dengan kekuatan yang dia miliki dia pun langsung memotong tali rantai yang mengikat dokter Bagas dengan begitu kuat.

__ADS_1


__ADS_2