Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong

Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
64. Selamat juga


__ADS_3

Kyai Salman dan Aminah yang sebenarnya memiliki kekuatan juga akhirnya mereka bersama-sama membantu Kyai Ibrahim dan juga Trisna untuk bisa melawan para siluman yang mulai berdatangan banyak sekali ke tempat itu.


" Kakek?? Apakah kekuatan untuk melawan mereka?" tanya Trisna yang merasa khawatir dengan kakeknya yang terlihat begitu lemah.


Selama ini mereka memang sangat jarang diberikan makanan oleh Ratu siluman ular perak. Mereka sedapat mungkin berpuasa dan kadang mereka hanya memakan makanan yang dibawa oleh penjaga penjara yang merasa kasihan kepada mereka berdua.


Ratu siluman buaya yang memang miliki dendam dan juga maksud tersembunyi dengan mereka berdua. Ratu memang sengaja jarang sekali memberikan mereka makan agar mereka tidak memiliki kekuatan untuk bisa kabur dari penjara.


" Tidak apa-apa Trisna. Kakek bisa menahan ini semua. Kita harus membumihanguskan para siluman itu agar mereka tidak merajalela lagi di alam manusia!" Kyai Salman menatap kepada menantunya Kyai Ibrahim yang sampai saat ini masih terus berusaha keras untuk melawan para siluman yang hampir kalah olehnya.


Tiba-tiba saja di antara para siluman itu. Kyai Ibrahim terkejut saat terlihat seekor ular yang sangat besar dengan mahkota di kepalanya yang bersinar untuk kita terang.


" Itu pasti adalah ratu siluman ular perak dalam wujud aslinya!" ucap Tresna kepada Kyai Salman.


" Bukan! Dia bukan Ratu siluman ular perak tetapi anaknya yang bernama Pangeran Abi Saka!" ucap Aminah memberitahu kepada Krisna tentang ular besar sekali yang sekarang berada di hadapan mereka.


Trisna terkesiap melihat ular itu yang sekarang mulai mendekatinya. Entah kenapa kepala Trisna tiba-tiba merasa pusing dan seperti yang tersirep dengan tatapan mata sang ular yang sejak tadi terus menetap ke arahnya dengan begitu tajam.


Kyai Ibrahim mengingatkan putrinya agar tidak melihat mata dari putra mahkota dari siluman ular perak yang memiliki kekuatan halusinasi dan juga bisa menghipnotis seseorang untuk menuruti semua keinginan pemilik mata tersebut.


Kyai Ibrahim yang melihat putrinya mulai pusing dia pun segera menepuk bahu Trisna dan membacakan ayat suci Alquran ke ubun-ubunnya agar putrinya bisa kembali sadar seperti sedia kala.


" Trisna berhati-hatilah kau jangan sampai lengah berhadapan dengan makhluk-makhluk licik ini!" Kyai Ibrahim mencoba untuk mengingatkan putrinya agar tidak sampai melihat kembali kepada Pangeran Abi Saka yang entah kenapa sejak tadi terus saja berusaha untuk menghipnotis Trisna.

__ADS_1


" Babah! Pangeran ular itu sepertinya ingin berbicara denganku!" Trisna menatap kepada Kyai Ibrahim yang terus saja berusaha untuk mengingatkan putrinya agar jangan sampai melamun lelah ataupun ceroboh Karena semua itu pasti akan berakibat buruk terhadap mereka semua.


" Ayah tolong ajaklah Trisna dan juga Aminah untuk meninggalkan tempat ini aku akan berusaha untuk menghadapi mereka semua." dia Ibrahim meminta kepada mertuanya untuk bisa membawa istri dan anaknya agar keluar dari penjara bawah tanah itu yang sekarang semakin banyak siluman ular yang menyerang mereka.


Trisna segera mengeluarkan tasbihnya dan mengerahkan segala kekuatan yang dia miliki untuk bisa menghancurkan para siluman yang sedang berusaha untuk mengalahkan ayahnya.


Cahaya biru yang keluar dari tasbih yang dipegang oleh Trisna benar-benar membuat silau semua siluman yang ada di tempat itu dan mereka berlari terbirit-birit karena ketakutan.


Sekarang hanya tinggal Abi Saka yang sudah berubah menjadi seorang manusia dan tersenyum kepada Trisna.


" Halo namaku adalah Abi Saka aku ada adikmu!" Trisna benar-benar terkejut melihat siluman yang tadi bertubuh besar sekarang telah berubah menjadi manusia dan malah ingin bersalaman dengannya.


Tetapi Aminah langsung menepis tangan Pangeran Abi Saka. Terlihat pangeran Abi saka yang marah dengan matanya yang memerah menyalah seperti api.


" Abi Saka di mana ibumu?" tanya Kyai Ibrahim karena dia sejak tadi tidak melihat kehadiran Ratu siluman ular perak.


" Kalau kau ingin aku tetap membiarkanmu memanggilku Ayah. Biarkan kami keluar dari penjara terkutuk ini!" Kyai Ibrahim menatap kepada Abi Saka yang selama ini selalu takut kepadanya.


Abi Saka tersenyum kepada Kyai Ibrahim Kemudian dia pun memberikan petunjuk kepada laki-laki yang sudah bertahun-tahun selalu dia panggil Ayah agar bisa keluar dari penjara bawah tanah dengan selamat.


" Kalau kau membohongiku. Yakinlah ketika kita bertemu lagi aku pasti akan membinasakanmu hingga menjadi abu!" Kyai Ibrahim kemudian membawa anak dan istrinya serta Ayah mertuanya untuk keluar dari penjara bawah tanah sang ratu siluman ular perak.


" Ayah. Ayah kan tahu sejak dulu aku tidak pernah merestui kejahatan yang dilakukan oleh ibuku. Jadi ayah bisa tenang dan bisa mempercayai petunjuk yang aku berikan!" Kyai Ibrahim tersenyum kepada Abi Saka dan mengucapkan terima kasih kepadanya.

__ADS_1


" Abi Saka! Kau adalah siluman yang baik dengan hati yang baik. Lebih baik kau tinggalkan Ibumu dan mulailah hidupmu yang baru untuk menjadi siluman yang baik! Kyai Ibrahim mencoba untuk menasehati Abi Saka agar meninggalkan Ratu siluman ular perak.


" Tidak Ayah. Kalau aku meninggalkan ibuku maka Ibuku pasti akan semakin merajalela dan semakin jahat. Keberadaanku di sini adalah untuk mengekang kejahatan Ibuku agar tidak semakin parah!" Kyai Ibrahim hanya bisa mengganggukan kepalanya dan mengucapkan selamat tinggal kepada Abi Saka yang selama berapa tahun ini selalu memanggil ayah.


Kyai Ibrahim sebenarnya ingin sekali menjadikan Tak bisakah sebagai Muslim seperti dirinya. Tetapi istrinya alam ghaibnya selalu saja marah padanya.


Ratu siluman ular perak pun selalu menipu Kyai Ibrahim Dengan mengatakan bahwa dia sebagai seorang muslim.


Kyai Ibrahim tidak ingin memaksakan keyakinan seseorang apalagi Ratu siluman ular perak yang memiliki karakter yang sangat keras dan juga sulit untuk diatur.


Setelah mereka salah berhasil keluar dari penjara bawah tanah istana kerajaan Ratu siluman ular perak Mereka pun akhirnya bisa bebas dari bahaya.


Saat ini mereka berada di sebuah rawa di balik gunung Rinjani. Kyai Ibrahim merasa bersyukur karena mereka bisa keluar dari istana kerajaan siluman ular perak dengan selamat.


" Alhamdulillah akhirnya kita bisa bebas dan bertemu kembali dengan ibu dan juga kakek kamu!" Kyai Ibrahim benar-benar sangat prihatin sekali melihat keadaan istri dan juga Ayah mertuanya yang sangat kurus kering bahkan wajah Mereka terlihat cekung karena terlalu sering mereka menahan lapar dan jarang meminum air minum.


Mereka dikurung bertahun-tahun lamanya oleh Ratu siluman ular perak tanpa makanan dan minum yang mencukupi sampai saat ini mereka masih hidup itu benar-benar suatu keajaiban yang luar biasa.


" Alhamdulillah akhirnya kami bebas dan bisa menghirup udara yang sehat lagi!" Aminah terlihat tersenyum dan menatap suaminya yang masih juga tampan Seperti Dulu saat di mana mereka berpisah untuk yang terakhir kalinya dan Setelah itu mereka tidak pernah bertemu lagi selama bertahun-tahun.


Kyai Ibrahim kemudian membawa keluarga kecilnya ke pondok pesantren yang dia kelola.


Aminah dan Kiai Salman mandi dan menggunakan pakaian yang sudah disediakan oleh Kyai Ibrahim.

__ADS_1


Trisna menyiapkan makanan untuk kedua orang yang sangat penting dalam hidupnya dan mereka pun akhirnya bisa berkumpul bersama dalam kebahagiaan yang luar biasa. Setelah mereka berpisah bertahun-tahun lamanya. Gara-gara perbuatan Ratu siluman ular perak yang sangat jahat terhadap ibu dan juga kakeknya karena telah mengurung mereka berdua dengan begitu kejam. Tanpa makanan dan minuman serta pakaian yang layak untuk mereka berdua.


Aminah dan Kyai Salman benar-benar bersyukur. Akhirnya mereka bisa kembali bebas dan merasakan nikmatnya berkumpul kembali bersama dengan keluarga kecil yang sangat mereka rindukan selama berada di dalam penjara bawah tanah di istana kerajaan siluman ular perak yang selalu menyiksa mereka.


__ADS_2