
" Katakan padaku! Apa yang harus kulakukan agar kau tidak memutuskan hubungan kita?" tanya Ratu Siluman buaya yang terlihat tidak rela untuk melepaskan Kenzo.
" Kenapa kau tidak ingin putus hubungan denganku? Bukankah perjanjian kita, tepatnya, sebelum aku setuju untuk mengadakan perjanjian denganmu, kalau aku ingin kita mengakhiri hubungan maka kau tidak akan keberatan bukan?" tanya Kenzo mulai gelisah karena sejak tadi rombongan Kyai Ibrahim belum juga datang ke tempat di mana dirinya berada di sana.
' Kenapa mereka datang lama sekali?' batin Kenzo mulai gelisah karena sejak tadi Ratu siluman buaya sudah semakin mendekat ke arahnya dan seperti menginginkan sesuatu darinya, seperti sebelum nya.
" Kau mau apa?" tanya Kenzo kesal.
" Bukankah kau masih milikku sayang? Ingatlah! Kita belum memutuskan hubungan kita secara sah!" Kenzo menjadi bingung sendiri dengan apa yang akan di lakukan sekarang.
Padahal di luar rumah Kyai Ibrahim dan Kyai Ilham saat ini sedang berusaha untuk membuat sebuah pagar ghain yang membuat sang ratu buaya nanti nya akan kesulitan untuk keluar dari tempat itu. Sehingga mereka akan mudah untuk meringkusnya.
" Kyai Ibrahim tampaknya pagar yang sudah kita buat sudah cukup kuat kasihan Kenzo kalau terlalu lama menunggu kita di dalam." ucap Kyai Ilham yang berusaha untuk membantu Kyai Ibrahim yang sampai saat ini masih duduk bersila dan memejamkan matanya.
Untuk meringkus dan melawan siluman sekuat ratu siluman buaya memang dibutuhkan kekuatan ekstra. Karena dia adalah ratu siluman yang sudah berumur ribuan tahun. kalau hanya sekedar mengalahkannya itu mudah tetapi untuk membuat dia tidak bisa lari itu baru luar biasa.
" Baik Kyai, sekarang Kyai sudah boleh masuk bersama dengan yang lainnya. Saya akan menjaga dari luar untuk bisa menangkap dia ketika dia hendak lari." Kyai Ilham pun menganggukkan kepala kepada Kyai Ibrahim. Dia pun kemudian mengajak yang lainnya untuk masuk dan menyerang siluman buaya yang hendak meminta jatah kepada Kenzo.
" Kenzo sekarang sebaiknya Kau Pergilah ke luar rumah. Duduk dekat Kyai Ibrahim. Biarkan dia akan menjadi urusan kami! Trisna dan Rara, pastikan kalian berdua melindungi Kenzo dan jangan sampai lengah." Trisna menganggukan kepalanya dan Dia pun melihat ke arah Rara yang juga sedang menganggukkan kepala ke arahnya.
" Hahaha benar-benar sangat lucu! Seorang laki-laki minta dilindungi oleh seorang perempuan? Apa kau tidak malu sama sekali?" ejek siluman buaya ketika melihat Kenzo yang saat ini berdiri di belakang Rara dan Trisna.
__ADS_1
Ratu Siluman Buaya sebenarnya hatinya merasa panas ketika melihat Kenzo yang menatap Rara dengan begitu mesra apalagi ketika meminta untuk menggenggam telapak tangan Rara. Untung saja Rara menepis telapak tangan Kenzo. Kalau tidak, Ratu Siluman Buaya pasti akan langsung menyerang mereka berdua karena termakan api cemburu.
" Rara dan Trisna ajaklah Kenzo untuk keluar dari rumah ini. Sekarang di tempat ini akan menjadi tugas kami berdua untuk bisa melumpuhkannya!" Kyai Ilham dan Genta saling menatap satu sama lain.
Ratu Siluman Buaya terlihat sangat geram dan marah sekali ketika dia melihat laki-laki yang dia cintai sekarang mengikuti Rara dan tampak begitu menurut kepadanya.
" Ratu Siluman Buaya. Cepat kau serahkan dirimu kepada kami. Sebelum kami membinasakanmu dan juga seluruh istanamu yang ada di alam ghab," Ratu Siluman Buaya langsung menyerang Kyai Ilham dengan kekuatan penuh.
Ratu Siluman Buaya tampak begitu marah ketika melihat Genta yang sekarang menjadi bagian dari orang-orang yang saat ini sedang mengganggunya dan berniat untuk membumihanguskannya.
" Kau Genta! Selama ini Aku telah susah payah mendidikmu untuk menjadi seorang jenderal yang besar. Akan tetapi sekarang kau rupanya malah menjadi penghianat yang bekerjasama dengan para Kyai ini untuk Membunuhku!" terlihat Ratu siluman buaya begitu geram ketika dia melihat gentah yang saat ini bekerja sama dengan Kyai Ilham untuk membasminya.
" Selama ini aku mengasah kemampuanku sendiri dengan usaha dan kerja kerasku. Hal itu tidak ada sangkut pautnya denganmu!" Genta kemudian mengerahkan ilmu yang sudah dia pelajari bersama dengan Kyai Ilham sehingga membuat Ratu Siluman Buaya tampak terlihat kepanasan Dan Hampir saja melarikan diri dari tempat itu.
Ketika Kyai Ilham hendak membakarnya hingga menjadi abu, sang ratu pun akhirnya meminta pengampunan dari Kyai Ilham.
" Ampun Kyai! Tolong jangan bumihanguskan saya. Kyai, saya berjanji kalau saya tidak akan mengganggu Kenzo maupun keluarganya lagi." Ratu Siluman Buaya bahkan sampai menangkupkan kedua tangannya di depan dada meminta pengampunan dari Kyai Ilham.
Akan tetapi Kyai Ilham sudah kenyang makan asam garam berhadapan dengan para siluman licik seperti Ratu siluman buaya.
" Awas Kyai!!" Genta mengingatkan Kyai Ilham ketika seberkas cahaya merah tiba-tiba saja keluar dari telapak tangan Ratu siluman buaya yang merasa marah sekali kepada mantan jenderalnya yang sudah menggagalkan rencananya.
__ADS_1
" Tampaknya aku harus menghancurkanmu dulu karena kau benar-benar sudah membuatku marah!" Ratu Siluman Buaya kemudian mengeluarkan ilmu andalannya untuk bisa melumpuhkan Genta yang sejak tadi terus berusaha melindungi Kyai Ilham.
Trisna yang melihat sebuah cahaya yang hendak menyerang Genta dia pun langsung mengarahkan tasbih yang ada di tangannya ke arah sang Ratu Siluman Buaya.
Dalam sekejap Ratu siluman buaya langsung kepanasan dan tubuhnya melepuh.
" Ampunkan saya, tolong saya!" Ratu Siluman Buaya sudah benar-benar kalah di tangan Trisna. Dia pun langsung mendekati sang ratu siluman buaya yang sudah beberapa kali hendak melakukan kelicikan terhadap Kyai Ilham dan Genta.
" Aku akan menyimpanmu di dalam tasbih ku untuk sementara waktu. Setidaknya sampai para Kyai ini memutuskan akan melakukan apa kepadamu. setelah mengatakan itu Trisna langsung merubah Ratu siluman buaya menjadi seberkas cahaya merah yang sangat mencolok yang langsung masuk ke dalam tasbihnya yang langsung terbang menuju ke arah Trisna.
Setelah Trisna menangkap tasbih itu, dia pun langsung memasukkannya kembali ke saku jaketnya. Nyaris seperti tidak terjadi apa-apa.
" Kau memang benar-benar keturunan dari Kyai Ibrahim aku benar-benar salut kepadamu Trisna!" kalau tidak menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri. Genta pasti tidak percaya dengan kekuatan tasbih yang ada di tangan Trisna saat ini.
Genta benar-benar tidak percaya bahwa Ratu siluman buaya yang selama ini ditakuti oleh banyak orang dan banyak siluman sekarang ada di dalam saku jaket milik Trisna.
" Kyai! Mari kita tinggalkan tempat ini!" ucap Trisna sambil menatap ke arah Kyai Ilham yang tersenyum kepadanya dengan lembut.
Kyai Ilham benar-benar berterima kasih kepada Trisna yang sudah menolongnya. Hampir saja dirinya menjadi korban kelicikan Ratu siluman buaya yang tadi hendak melancarkan aksi gelap kepadanya.
" Ratu Siluman Buaya itu benar-benar sangat berbahaya dan juga sangat licik Seandainya saja tadi Trisna tidak langsung membantu pasti kita berdua sekarang sudah binasa!" Genta melirik ke arah Trisna.
__ADS_1