Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong

Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
32. Kuasa Ilahi


__ADS_3

Setelah keduanya merasa lelah Trisna pun kemudian masuk ke dalam kamar dan kembali merenungkan apa saja yang terjadi kepada dirinya bersama dokter Bagas ketika berada di belakang rumah Kyai Ilham.


Sementara itu dokter Bagas sudah kembali masuk ke dalam tasbih milik Trisna dan mulai kembali berzikir untuk menenangkan jiwa dan pikirannya yang saat ini sedang kacau dan balau. Ya!! Saat ini pikiran dokter Bagas benar-benar sedang terpecah.


Akhirnya Trisna pun bisa tidur pada saat terdengar suara adzan subuh. Ya mau tidak mau hari itu Trisna melewatkan salat subuhnya. Hanya karena kesulitan tidur pada tengah malam gara-gara perbuatan dokter Bagas yang tampak begitu rapuh dan membutuhkan dukungan darinya.


Sekitar pukul 06.00 Rara membangunkan Trisna untuk melaksanakan salat subuh tetapi sahabatnya sangat sulit untuk dia bangunkan.


" Tris bangun dong lu tidur udah kayak kebo!" ucap Rara sambil menggoncangkan bahu Trisna yang masih saja anteng dan nyenyak dalam tidur.


Secara perlahan Trisna mulai membuka kelopak matanya yang terasa begitu berat.


" Apa sih Ra? Aku masih ngantuk banget tahu gak sih? Tadi malam aku tidak bisa tidur, betul-betul pening kepalaku sekarang karena menginginkan tidur lebih lama lagi!" ucap Trisna sambil memejamkan matanya kembali akan tetapi Rara langsung mengkeplak pinggangnya dan memaksa sahabatnya untuk bangun tidur.


" Ayo salat dulu! Nanti kalau kau mau tidur lagi tidak apa-apa. Sekarang yang penting kau salat subuh dulu. Jangan sampai nanti Ayahku melihatmu masih tidur dan kau disuruh pulang ke rumahmu!" ucap Trisna dengan nada mengingatkan sahabatnya.


Dengan sangat terpaksa Trisna pun kemudian bangkit dari ranjang dan berusaha untuk menyadarkan dirinya agar bisa bangun tidur kemudian melaksanakan salat subuh dengan diqadha. setelah selesai salat subuh terlihat Risna yang begitu lesu dan ingin kembali tidur. Tetapi dia merasa malu kepada Kyai Ilham yang sudah memanggil mereka untuk makan Sarapan bersama.


" Apakah Tadi malam kau kesulitan untuk tidur?" tanya Kyai Ilham kepada Trisna melihat wajah Trisna begitu kusut masai seperti pakaian yang tidak disetrika selama seminggu lamanya.

__ADS_1


" Tidak bisa Kyai. Itu karena dokter Bagas yang merasa resah dengan keluarganya yang saat ini berada di istana siluman buaya menjadi budak mereka untuk selamanya." ucap Trisna menceritakan kejadian yang sesungguhnya kepada Kyai Ilham.


Terlihat Kiai Ilham yang menganggukkan kepalanya. Dia tahu beban hati dan pikiran dokter Bagas yang pasti merasa sedih dengan keadaan keluarganya yang habis dijadikan tumbal oleh sang ayah semasa hidupnya hanya demi kekayaan semu yang di miliknya.


Sebenarnya apa yang dicari oleh manusia di dalam hidup ini? Saat mati kita tidak membawa mobil, rumah, sawah ataupun apapun yang kita kumpulkan di saat masih hidup dengan mati-matian. Tetapi entah kenapa banyak manusia yang rela mengorbankan banyak hal-hal yang untuk harta benda di dunia yang sifatnya hanya sementara. Rela mengorbankan kehidupan akhirat dan menggadaikan kehidupan abadi di sana demi kehidupan fana di dunia ini.


" Sebaiknya dokter Bagas harus menyiapkan hatinya untuk menerima semua itu. Karena itu adalah Jalan kehidupan yang sudah dipilih oleh ayahnya. Sekarang kita hanya harus berusaha agar ratu siluman buaya tidak memusnahkan harta peninggalan dari Broto. Sebagaimana yang kita ketahui selama ini Broto telah membangun banyak rumah sakit di hampir banyak tempat di negeri ini. Kita bisa bayangkan. Bagaimana kalau sampai Ratu siluman buaya mengambil itu semua? Pasti akan terjadi banyak pembunuhan karena kebakaran dan sebagainya. Kita harus mencegah semua itu." ucap Kyai Ilham yang berusaha sangat keras untuk memikirkan semuanya dengan baik.


Kenzo dan ibunya yang saat ini sedang mendengarkan semua ucapan Kyai Ilham hanya bisa menatap satu sama lain.


" Kyai, semua itu adalah kuasa Ilahi. Percayalah Kyai. Kalau Allah memang tidak mengizinkan perbuatan terkutuk dari Ratu Buaya, maka semua itu tidak akan terjadi!" ucap Kenzo berusaha untuk melirik ke arah Rara yang sejak tadi hanya diam dan fokus dengan makanannya.


Ya!! Rara sampai saat ini masih memikirkan tentang tawaran dokter Bagas untuk menikah dengannya.


Sejujurnya Rara masih ingin menikmati masa mudanya. Dia tidak ingin terbebani dengan menjadi istri seseorang. Apalagi menjadi istri Kenzo pasti akan banyak sekali halangan dan rintangan di depan sana.


Ketika Rara mengingat tentang silsilah keluarga Kenzo membuat Rara benar-benar berpikir seribu kali untuk menerima lamaran pemuda tampan itu.


Bagaimanapun saat ini Kenzo sudah dipilih oleh Ratu siluman buaya untuk menjadi suaminya. Rara benar-benar takut kalau sampai suatu saat Kenzo terbujuk oleh rayuan Ratu siluman buaya dan kemudian mengabdi kepadanya.

__ADS_1


' Aku takut kalau nanti anak-anak yang ku lahirkan akan dijadikan tumbal oleh Kenzo untuk menyenangkan sang ratu demi melanggangkan harta kekayaan keluarganya.' batin Rara sambil terus berusaha untuk memikirkan baik buruknya apabila dia menerima ataupun menolak pernikahan itu.


Kyai Ilham menyadari bahwa ada sebuah kecanggungan di sana antara Rara dan juga Kenzo. Walaupun sampai saat ini Kyai Ilham belum mengetahui alasannya. Tetapi dia bisa menebak apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh Putri kesayangannya.


Setelah selesai acara sarapan. Kyai Ilham kemudian memanggil putrinya ke dalam kamarnya agar dia bisa berbicara dengan Rara secara terbuka tanpa harus merasa takut kepada siapapun.


" Putriku! Katakanlah pada ayah. Sebenarnya apa yang sedang terjadi antara kamu dan Kenzo?" tanya Kyai Ilham tanpa berbasa-basi.


Rara menundukkan kepalanya kemudian secara terbata-bata dia pun menceritakan tentang Kenzo yang mengajaknya untuk menikah secepatnya.


" Bukankah Ayah sudah mengatakan padamu kemaren? Kalau hari ini ayah akan mengatur pernikahanmu dengan Kenzo. Bersiap-siaplah hari ini juga kita akan pergi ke catatan sipil dan mendaftarkan pernikahan kalian di sana. Setelah itu kita akan melaksanakan resepsi kecil-kecilan di pondok pesantren untuk memberitahukan kepada khalayak umum bahwa kau sekarang sudah menjadi seorang istri." ucap Kyai Ilham sambil menatap kepada Rara yang sontak melotot sempurna mendengarkan ucapan dari ayahnya yang ternyata sudah menyiapkan acara pernikahannya bersama dengan Kenzo.


" Kenapa melakukan hal seperti itu tanpa bertanya sama Rara? Rara takut kalau tiba-tiba saja suatu saat nanti Kenzo terbujuk oleh Ratu siluman buaya dan kemudian mulai mengabdi kepadanya. Apakah Ayah rela anak yang ku lahirkan harus dijadikan tumbal olehnya?" tanya Rara tampak begitu frustasi dengan pikirannya sendiri.


Ilham menggenggam tangan putrinya. Lalu berusaha untuk menenangkan Rara yang saat ini sedang digoda pikirannya untuk menolak pernikahan bersama dengan Kenzo.


" Dengarkan ayahmu sayang! Oleh karena itu Ayah memilihmu untuk menjadi istri Kenzo agar kau bisa mengarahkan dan juga terus melindunginya dari pengaruh Ratu siluman buaya! Percayalah nak hanya kamu yang mampu untuk menanggung beban ini!" ucap Kyai Ilham sambil menggenggam telapak tangan putrinya yang terasa begitu dingin.


" Tidak ada pengorbanan yang sia-sia di atas dunia ini. Percayalah apa yang saat ini sedang kau lakukan sangat berarti untuk umat manusia di atas bumi ini! Kalau sampai Kenzo terbujuk rayu untuk mengabdi kepada Ratu siluman buaya, maka setiap tahun pasti akan ada banyak bahkan sampai ratusan orang yang harus meninggal demi memuaskan ambisi sang ratu untuk menerima tumbal sebanyak-banyaknya dari pengabdinya. Pikirkan Nak! Semua ini bukan hanya tentang kepentinganmu sendiri tetapi demi kepentingan umum!" ucap Kyai Ilham berusaha untuk membujuk putrinya agar mau menerima Kenzo sebagai suaminya.

__ADS_1


Terlihat Rara yang begitu dilema untuk menerima ataukah menolak keinginan sang ayah yang pastinya memikirkan begitu banyak orang yang kelak akan dijadikan sebagai tumbal oleh Kenzo apabila dia benar-benar menikah dengan Ratu siluman buaya dan mengabdi kepadanya.


" Rara akan memikirkannya!" ucap Rara berusaha untuk tegar dan kuat akan tetapi hatinya tetap saja terasa begitu lemah.


__ADS_2