
" Apakah kau tidak bisa memperlihatkan wujudmu kepada mereka semua? Sehingga aku tidak dianggap sebagai orang gila karena berbicara sendirian!" Trisna berbicara kepada Pangeran Abi Saka yang kini tersenyum kepadanya.
" Tentu saja aku bisa. Akan tetapi, kalau di malam hari begini lebih baik tidak usah menunjukkan diri kepada mereka. Kalau tidak, mereka akan ketakutan nantinya!" Pangeran Abi Saka tersenyum kepada Trisna.
" Ketakutan bagaimana?" tanya Trisna yang tidak mengerti maksud dari perkataan Pangeran Abi Saka.
" Sudahlah tidak usah dibahas lagi. Sekarang yang terbaik aku akan segera masuk ke dalam tasbihmu. Supaya ayahmu tidak mengusirku dari sini!" Pangeran Abi Saka kemudian merubah dirinya menjadi seberkas cahaya yang kemudian masuk ke dalam tasbih yang di pegang oleh Trisna.
Trisna pun kemudian memasukkan tasbihnya ke dalam saku bajunya. Wangi tubuh Trisna melenakan Pangeran Abi Saka sehingga dia memilih untuk tidur di dalam tasbih milik Trisna dengan begitu nyaman.
Trisna masuk ke dalam pondok pesantren dan menemui ayahnya yang saat ini sedang mengajar para santrinya.
Kyai Ibrahim menyadari bahwa ada aura yang berbeda yang mengikuti putrinya.
" Kau pulang bersama siapa Trisna?" tanya Kyai Ibrahim kepada putrinya.
Trisna terlihat memperhatikan ayahnya yang bahkan sampai rela meninggalkan para santrinya hanya untuk bicara dengannya.
" Aku, aku, tidak apa-apa Babah!! Aku akan masuk ke kamarku!" Trisna kemudian langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa mempedulikan Kyai Ibrahim yang bertanya tentang siapa yang ikut dengannya.
Kyai Ibrahim sangat yakin kalau dia mencium Aura Pangeran Abi Saka di sekitar pondoknya.
" Tapi bagaimana mungkin Pangeran Abi Saka bisa mengikuti putriku? Bukankah dia tinggal di alam gaib? Sudahlah, lupakan itu! Mungkin ini hanya perasaanku saja yang terlalu mengkhawatirkan putriku." Kyai Ibrahim kemudian masuk kembali Kaulah Pondok dan melanjutkan apa yang tadi dia tinggalkan ketika melihat Trisna pulang dari arah luar.
Trisna masuk ke dalam kamarnya lalu pergi ke dalam kamar mandi bersiap untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket semua setelah seharian berada di luar.
__ADS_1
Tampaknya Trisna melupakan kalau dia sekarang membawa pulang Pangeran Abi Saka bersama dirinya.
Untung saja sang pangeran saat ini tidak sedang melek, akan tetapi sedang terlelap kena sejujurnya dia benar-benar sudah kelelahan setelah melakukan kejar-kejaran dengan para prajurit ibunya ketika dia melarikan diri dari istana kerajaan ular perak.
Pangeran Abi Saka benar-benar beruntung bertemu dengan Trisna yang baik hati yang bahkan membiarkannya untuk ikut bersama dirinya dan membiarkannya untuk menetap di dalam tasbihnya.
Setelah selesai mandi terlihat Trisna yang sedang memakai pakaiannya. Sementara tasbih yang dia gunakan sebagai wadah Pangeran Abi Saka dia letakan di atas nakas yang ada di samping tempat tidurnya.
" Semoga saja Babahku tidak akan curiga dengan kehadiran Pangeran Abi Saka di tabihku," saat mengatakan itu tentang membuatnya jadi ingat tentang keberadaan Pangeran Abi Saka.
Trisna pun mempercepat dia menggunakan pakaiannya setelah itu dia melihat dan memeriksa Pangeran Abi Saka di dalam tasbihnya.
" Untung saja dia saat ini sedang tidur pulas. Aih, memalukan sekali kalau dia melihatku sedang ganti baju seperti tadi," monolog Trisna benar-benar malu mengingat kejadian yang tidak dia sengaja tadi.
" Besok aku akan menyerahkan Pangeran Abi Saka kepada ayahku saja. Biarkan ayahku yang akan mengurus dia. Aku tidak mau kalau sampai terjadi hal seperti ini lagi," saat Trisna sibuk memikirkan tentang pangeran Abi Saka. Di luar kamarnya, terlihat ibunya yang sedang mengetuk pintu untuk memintanya makan malam bersama.
" Putriku, ayo kita makan malam sayang! Kakek dan ayahmu sudah menunggu di meja makan!" ucap ibunya Trisna.
Aminah sekarang sudah kembali sehat. Tubuhnya sudah kembali berisi setelah mengalami penderitaan dikurung oleh Ratu siluman ular perak yang memiliki niat untuk membunuhnya. Setelah mendapatkan peta kerajaan alam gaib yang diketahui oleh Aminah dan juga kakeknya.
" Baik, Umi!" Trisna yang tadinya berniat ingin tidur, kemudian memilih untuk keluar dan menemui ibunya. Sebelum Ibunya bisa menangkap aura keberadaan Pangeran Abi Saka di dalam kamarnya.
" Sayang di dalam sana, kenapa Umi seperti menangkap Aura siluman ular perak? Apakah kau membawa pulang salah satu dari mereka?" tanya Aminah yang merasa heran dan mengerutkan keningnya.
Trisna langsung menutup pintu kamarnya dan menemui ibunya.
__ADS_1
" Mungkin karena kemarin setelah membebaskan Umi dan juga kakek dari istana kerajaan siluman ular perak, pakaiannya belum aku cuci. Jadi mungkin Aura siluman masih menempel di sana," Trisna kemudian mengajak ibunya untuk segera menuju ke ruang makan.
Trisna tidak mau kalau sampai kedua orang tuanya mengetahui keberadaan Pangeran Abi Saka di dalam kamarnya.
" Trisna, katakan yang sejujurnya!! Apakah kau benar-benar tidak membawa siluman ular perak ke dalam pondok ini?" tanya Kyai Ibrahim sambil menatap tajam kepada putrinya yang saat ini sedang makan malam bersama mereka.
" Babah Bukankah di pondok pesantren mau ini sudah dipasangi pagar gaib yang sangat kuat sehingga siluman tidak bisa masuk ke dalamnya? Lalu bagaimana caranya siluman ular perak bisa masuk kemari?" tanya Trisna kepada Kyai Ibrahim yang saat ini sedang menatapnya dengan tajam.
Aminah hanya bisa menatap putrinya dia tahu kalau putrinya benar-benar sudah menyembunyikan siluman ular perak yang selama ini telah menolong mereka selama berada di dalam penjara ruang bawah tanah yang ada di dalam istana kerajaan Ratu siluman ular perak. Pangeran Abi Saka.
Selama bertahun-tahun Aminah berada di dalam penjara dia bisa mengenali aura sosok Pangeran Abi Saka yang sangat kuat dan memiliki hati yang baik.
Pangeran Abi Saka hanya tidak beruntung karena terlahir dari seorang Ratu yang keji seperti Ratu siluman ular perak yang tampak nya memiliki Ambisi yang besar untuk menguasai istana kerajaan alam gaib yang rahasia keberadaannya ada di tangannya bersama dengan sang ayah.
" Sudahlah suamiku tidak usah menekan putri kita. Sekarang lebih baik kita makan saja!" Aminah menata putrinya yang seperti tahu kalau dirinya sedang diselamatkan oleh sang ibu dari pertanyaan ayahnya yang terus mengejarnya untuk mengakui keberadaan Pangeran Abi Saka.
' Bahaya! Tampaknya aku harus segera mengakui tentang keberadaan Pangeran Abi Saka pada kedua orang tuaku. Kalau tidak mereka pasti akan marah padaku!' batin Trisna sambil terus melirik ke arah kakek ibu dan juga ayahnya yang sejak tadi sudah mulai fokus dengan makan malam mereka.
Trisna benar-benar tidak sanggup untuk melihat wajah kakeknya yang sudah pasti bisa menangkap. Bahwa saat ini dirinya sedang melakukan sebuah kesalahan.
" Baiklah saya ke kamar dulu, saya lelah dan ingin beristirahat dulu!" Trisna berpamitan kepada keluarganya untuk segera beristirahat ke dalam kamarnya.
Kedua orang tua Trisna hanya menatap kepergian putrinya yang terlihat gugup saat melihat mereka berdua.
Mereka tahu kalau Putri mereka sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka.
__ADS_1
" Apakah Umi yakin kalau Putri kita sedang membawa siluman ular perak ke dalam kamarnya?" tanya Kyai Ibrahim sambil menatap Aminah yang langsung mengangguk kepada suaminya.
" Ayah yakin kalau Trisna benar-benar membawa Pangeran Abi Saka bersamanya. Dia menyembunyikan sang pangeran di dalam tasbih yang kau berikan kepadanya!" Kyai Ibrahim sekarang benar-benar yakin dengan apa yang dia rasakan.