Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong

Jeritan Tengah Malam Di Rumah Kosong
54. Kedatangan Kyai Ibrahim


__ADS_3

Hari itu mereka bersama-sama berangkat ke bandara untuk menjemput Kyai Ibrahim yang sudah selesai menjalankan ibadah hajinya.


Hati Trisna benar-benar deg-degan ketika memikirkan tentang pertemuannya bersama dengan ayahnya yang sudah lama tidak bertemu dengannya.


" Apakah kau tahu? Kau sangat beruntung memiliki seorang ayah yang sangat hebat bahkan Ratu siluman ular perak pun takluk kepada dia dan tidak pernah berani untuk berbuat macam-macam kepada Kyai Ibrahim." Kyai Ilham mengatakan apa yang menjadi pemikirannya selama ini.


" Kyai juga hebat. Kyai adalah seorang ayah yang sangat luar biasa. Kyai membesarkan Rara dengan begitu baik tanpa pernah meninggalkannya dalam situasi apapun juga!" Rara yang mendengarkan perkataan Krisna merasa tersentuh hatinya.


Hingga saat ini Rara belum menceritakan kepada Kyai Ilham tentang perbuatan Kenzo yang sudah merusak mahkotanya sebagai seorang wanita.


" Babah memang seorang ayah yang paling baik yang pernah aku miliki dan aku benar-benar sangat berterima kasih sama Babah yang selalu memberikan yang terbaik untukku!" tanpa terasa Rara terlihat meneteskan air mata haru.


Kya Ilham bahkan sampai merasa sedih melihat putrinya yang menangis di dalam pelukannya.


" Sudahlah sayang kenapa kau harus menangis hanya untuk percakapan semacam ini?" ya Ilham mengelus kepala Rara dengan lembut dan penuh cinta.


" Tidak apa-apa Babah! Sudahlah makan bukan, Rara tidak pernah menangis di pelukan Babah? Bukankah sesekali Rara menangis tidak masalah?" tanya Rara dengan suara serak dan membuat Kyai Ilham merasa tidak nyaman dalam merasakan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh putrinya.


Akan tetapi jika Ilham tidak mau membebani putrinya dengan pertanyaan yang tidak siap untuk dijawab oleh Rara.


' Babah tahu sayang kalau kau sedang menyembunyikan beban batin yang berat di hati kamu. Tapi Babah tidak akan memaksa kamu untuk memberitahukan Babah. Karena suatu saat kau pasti akan mengatakannya sendiri ketika kau sudah siap.' batin Kyai Ilham merasa sedih dengan perasaan nya sendiri.


Begitu mereka sampai di bandara Kyai Ilham tidak pernah melepaskan Rara dari sampingnya.


" Ingatlah Rara. Kau tidak boleh jauh dari Babah. Kau pernah bersama dengan Kenzo. Babah takut kalau Ratu siluman buaya akan menyerang kamu!" Kyai Ilham berpesan kepada Rara karena benar-benar mengkhawatirkan keselamatan putrinya.

__ADS_1


Rara hanya menganggukkan kepalanya. Kyai Ilham tahu bahwa ada sesuatu yang telah merubah putrinya menjadi pemurung dan selalu melamun.


Ya sejak Rara dibebaskan dari kurungan Kenzo. Rara lebih banyak melamun. Rara tidak lagi seperti dulu. Seorang Rara yang selalu ceria dan bahagia!


Trisna yang sudah lama tidak bertemu dengan Kyai Ibrahim tanpa pangling melihat ayahnya yang berjalan ke arah mereka.


Siapa yang menduga kalau cancel dan juga Saras Menjemput Kyai Ibrahim juga.


Rara tampak tidak bisa menatap Kenzo. Ya dia merasa malu sekali atas kejadian yang dialaminya tempo hari bersama dengan Kenzo di apartemen milik Kenzo.


" Apa kabarmu Ra aku benar-benar sangat merindukanmu!" Ucap Kenzo berusaha untuk mendekati Rara.


Akan tetapi Rara langsung bersembunyi di belakang tubuh Kyai Ilham.


" Kenapa kamu menghindari kurang apa kau tahu sama Berapa hari ini aku sangat sulit untuk bernafas karena terlalu merindukan kamu!" Kenzo terlihat sangat sedih ketika menatap Rara yang terlihat pucat dan tidak bahagia.


" Bukankah kedatanganmu kemari adalah untuk menjemput Kyai Ibrahim? Lalu apa yang sedang kau lakukan di sini malah mengganggu putriku?!" Kenzo menciutnya linknya melihat amarah di mata Kyai Ilham.


" Maafkan saya Kyai. Setelah proses perceraian saya dengan Amelia selesai. Maka saya akan langsung melamar Rara!" cancel menatap Rara dengan penuh Kerinduan akan tetapi besok terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kyai Ilham padanya.


" Lalu bagaimana dengan pernikahanmu bersama Ratu siluman buaya? Apakah kau bisa menceraikannya juga?" tanya Kyai Ilham dengan menatap tajam kepada Kenzo.


Percakapan mereka terhenti ketika Kyai Ilham melihat Kyai Ibrahim yang sudah dekat kepada mereka semua.


Kyai Ibrahim langsung mendekati Trisna dan memeluk tubuh putrinya yang sekarang sudah dewasa dan memiliki Aura seorang tuan putri yang sangat besar.

__ADS_1


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, putriku! Apa kabarmu nak?" tanya Kyai Ibrahim dengan perasaan haru yang sangat besar karena Akhirnya bisa bertemu kembali dengan putrinya.


Kalau bukan karena pertemuan Kyai Ibrahim dan Kyai Ilham. Mungkin mereka tidak akan pernah bertemu sepanjang hidup mereka.


Trisna yang merasa segan kepada Kyai Ilham mau tidak mau dia bersikap baik terhadap ayahnya yang telah menorehkan banyak luka di dalam hatinya.


Apalagi Trisna merasa penasaran dengan suara gaib yang pernah datang kepada dirinya soal suara wanita yang mengaku sebagai ibu kandungnya yang saat ini sedang dikurung di penjara yang ada ruangan bawah tanah istana kerajaan ular perak.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh! Alhamdulillah kabarku baik-baik saja Babah!" Trisna berusaha untuk bersikap biasa saja di hadapan Kiai Ibrahim yang tampak terharu melihat wajah putrinya yang semakin matang dalam bersikap.


Sampai saat ini Kyai Ibrahim belum mendengarkan cerita langsung dari Trisna tentang kabar gaib yang diterima oleh putrinya mengenai istri dan juga Ayah mertuanya.


" Kyai Bagaimana kalau Kyai Ibrahim tinggal bersama kami di apartemen saya?" tanya Kenzo menawarkan tempat tinggal untuk Kyai Ibrahim.


Kyai Ibrahim menetap kepada Trisna yang sejak tadi hanya menundukkan kepalanya.


" Maafkan saya Kenzo. Akan tetapi saya harus berkumpul dengan putri saya. Setelah lama sekali kami tidak bertemu. Ada banyak hal yang harus kami bicarakan!" ucap Kyai Ibrahim menolak tawaran Kenzo untuk tinggal di kediamannya.


" Tapi kontrakanku hanya satu kamar Babah. Tidak mungkin Babah akan tinggal denganku!" terlihat Trisna yang menentukan kepalanya dan merasa sedih dengan situasi dirinya yang masih belum mampu membeli rumah besar untuk dirinya sendiri.


Trisna hanyalah wartawan kecil yang bekerja kalau ada berita tentang misteri yang menggemparkan warga. Kalau tidak ada berita, maka Trisna dan tidak melakukan apa-apa. Oleh karena itu gajinya tidak terlalu besar. Selama ini gaji Trisna hanya cukup untuk biaya makan dan juga kontrakannya saling menabung juga tidak seberapa.


" Kyai mari tinggal di pondok pesantren milik saya. Nanti semua orang yang memiliki kepentingan dengan Kyai akan saya sediakan kamar untuk tinggal di sana!" Kyai Ilham menawarkan kepada Kyai Ibrahim untuk tinggal di tempatnya.


" Sebenarnya kalian tidak usah repot untuk menawarkan tempat tinggal kepada saya. Saya pun memiliki tempat tinggal ke Jakarta ini. Setelah saya dari tempat Trisna saya akan kembali ke tempat tinggal saya sendiri. Atau mungkin saya akan membawa Trisna untuk pindah ke sana dan tinggal bersama dengan saya!" Trisna langsung menggelengkan kepalanya dan menolak keinginan ayahnya untuk tinggal bersama.

__ADS_1


" Tidak usah Babah! Aku lebih suka tinggal sendiri tanpa tekanan dan tanpa kekangan!" ya Ilham tertawa mendengarkan ucapan putrinya yang merasa tidak nyaman untuk tinggal dengan dirinya.


" Timggallah bersama Babah dan kita akan berusaha untuk melepaskan ibumu. Kalau memang benar-benar dia dikurung oleh Ratu siluman ular perak. Percayalah Trisna! Babah pasti akan menolongmu untuk membebaskan ibu kandungmu dan kakekmu secepatnya!" janji Kyai Ibrahim kepada Trisna


__ADS_2