
Trisna kemudian mulai mencari cara untuk bisa masuk ke dalam istana kerajaan ular perak sesuai dengan suara yang mendatanginya kemarin malam.
" Apakah aku perlu berkomunikasi dengan ayahku? Untuk memberitahukan tentang kabar yang aku dapatkan dari ibuku?" monolog Trisna benar-benar merasa Dilema.
Gara-gara masalah ibunya ini, membuat Trisna akhirnya melupakan tentang pencarian Rara yang sampai sekarang masih belum berhasil untuk ditemukan. Bahkan Kyai Ibrahim dan Genta kesulitan untuk menembus pagar gaib yang sudah dipasang oleh Kyai Ibrahim.
" Ini sangat aneh sekali Kyai! Bagaimana mungkin kita tidak bisa menemukan keberadaan Rara di manapun?" tanya Genta yang benar-benar merasa penasaran tentang keberadaan Rara saat ini.
" Tenanglah Genta kita akan berusaha untuk mencari putriku tetapi kita harus tetap tenang dan waspada! Kita tidak boleh grasa grusu dalam mengambil keputusan. Apalagi saat ini kita sedang berurusan dengan alam gaib yang tidak bisa terlihat dan tercapai dengan akal dan logika!" ucapan Kyai Ilham benar-benar dimengerti oleh Genta.
Tiba-tiba saja Zainal masuk ke dalam ruangan pribadi Kyai Ilham.
" Kyai Kalau benar Rara diculik oleh Putraku. Mungkin aku tahu dia ada di mana sekarang!" ucap Zaenal dengan mata penuh harapan.
Kyai Ilham dan genta saling menatap satu sama lain.
" Dimana?" tanya sang Kyai dengan penasaran.
" Saya ingat kalau Putra Saya memiliki sebuah apartemen pribadi yang biasanya dia gunakan ketika dia sedang mengambek kepada saya maupun keluarga besar kami!" Kyai Ilham tersenyum karena merasa mendapatkan sebuah petunjuk yang sangat berharga untuk mengetahui keberadaan putrinya saat ini.
" Apakah Pak Zainal masih mengingat keberadaan apartemen itu?" tanya Kyai Ilham yang seakan merasa bahagia bahwa masih ada harapan untuk menemui Putrinya lagi.
Kyai Ilham merasa bahagia sekali ketika melihat Zainal yang menganggukkan kepalanya dengan yakin sekali.
" Saya tahu dan saya masih ingat di mana keberadaan apartemen itu!" ucap Zaenal yang kemudian menunjukkan sebuah alamat kepada Kyai Ilham dan juga Genta.
__ADS_1
Kyai Ilham merasa bahagia sekali kan akhirnya ada titik terang untuk mereka bisa bergerak dan mencari keberadaan Rara yang sudah hampir satu minggu menghilang tanpa kabar berita.
" Pak Zainal tetaplah di sini. Bagaimanapun Bapak tidak bisa meninggalkan pondok pesantren ini secara bebas. Kalau tidak siluman Ratu Buaya pasti bisa mencium Keberadaanmu dan itu akan sangat berbahaya untuk keselamatanmu!" perintah Kyai Ilham kepada Zainal.
Zaenal langsung menganggukkan kepalanya dan mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Sang Kiai yang selama ini selalu menjaga dan juga melindunginya.
" Terima kasih Kyai karena Kyai terus berusaha untuk menjaga saya hingga saat ini!" Zainal benar-benar merasa terharu dengan kebaikan Kyai Ilham yang telah melimpahkan begitu banyak Budi kepada dirinya.
Kalau bukan karena kebaikan Sang Kiai, mungkin dia sekarang sudah menjadi santapan Ratu Buaya di istananya.
" Baiklah Pak Zaenal. Kami berdua akan segera kembali setelah bisa menemukan keberadaan putriku!" Kyai Ilham dan genta kemudian langsung berpamitan kepada Zainal untuk segera menuju ke apartemen yang tadi diberikan alamatnya oleh Zainal kepada mereka berdua.
Dengan ditemani oleh beberapa orang santri senior yang selama ini selalu menjadi andalan Sang Kiai. Apabila berhadapan dengan hal-hal gaib. Mereka pun kemudian menuju alamat yang diberikan oleh Zainal.
" Kyai sudah satu minggu lamanya Rara hilang tanpa berita. Kita berdoa semoga dia masih selamat dan tidak dijadikan tumbal oleh Kenzo yang jahat itu!" Kyai Ilham mengaminkan dalam hati.
Sebenarnya banyak sekali penyesalan di dalam hati Sang Kyai tentang Kenzo dan Rara.
Kalau seandainya dulu dirinya berusaha lebih keras untuk membujuk pernikahan mereka berdua agar bisa terjadi. Mungkin tidak akan ada begitu banyak drama yang terjadi di dalam kehidupan mereka berdua.
' Ya Allah aku percaya dengan kehendak dan juga Takdirmu. Aku mohon lindungilah putriku dari segala mara dan bahagia!' doa sang Kyai yang saat ini hatinya benar-benar sedang gelisah memikirkan Putri semata wayangnya.
Walaupun selama ini Rara selalu bersikap urakan dan tidak mau menurut kepadanya untuk menetap di pondok pesantren seperti kebanyakan para gadis-gadis muslimah lainnya di pondok pesantren lainnya. Akan tetapi Kyai Ilham tahu bahwa putrinya masih menjaga batasannya sebagai seorang wanita muslimah.
' Ya Allah selalu jaga putriku aku mohon padamu!' doa Kyai Ilham tidak pernah terputus untuk Rara walaupun mereka tidak berdekatan secara fisik.
__ADS_1
Begitu mereka sampai di apartemen yang dimaksud oleh Zainal. Kyai Ilham pun bisa merasakan bahwa memang di sekitar situ ada aura pagar ghaib yang sangat hebat yang sangat sulit untuk ditembus oleh kekuatan gaib yang dimilikinya.
" Bersiap-siaplah! Kelihatannya kita akan menghadapi sesuatu yang sangat berat!" pacar Kyai Ilham yang kemudian mengajak santrinya untuk masuk ke dalam gedung apartemen di mana Kenzo dan Rara saat ini berada.
Selama satu minggu itu Kenzo tidak pernah keluar dari apartemen itu. Karena dia merasa takut kalau sampai ratu siluman buaya akan menemukan dia di saat dia berada di luar apartemen yang sudah dipasang di pagar gaib dengan sangat kuat oleh Kyai Ibrahim.
" Kenzo mau berapa lama aku mengurungku di dalam apartemen ini? Aku memiliki pekerjaan yang harus aku jalani dan ada orang tua yang pasti saat ini sedang memikirkanku dengan kesusahan dan rasa khawatir akan keselamatan putrinya!" Rara yang sekarang sudah mulai pasrah dengan keadaan hidupnya di tangan Kenzo. Rara mulai berusaha untuk membujuk laki-laki yang mengaku mencintainya dengan tulus.
" Tunggulah sebentar lagi Rara. Setidaknya sampai Kyai Ibrahim kembali dari Mekkah dan kita akan membuat pagar gaib di tubuh kita agar Ratu siluman buaya tidak bisa mendeteksi keberadaan kita!" ucap Kenzo sambil memeluk Rara yang saat ini masih polos setelah bercinta dengannya.
Rara sudah tidak bisa berkutik dengan keinginan Kenzo yang selalu saja menginginkan dirinya.
" Aku mohon Ra! Percayalah padaku. Aku pasti akan mengusahakan agar kita berdua bisa segera menikah dan kita akan hidup bahagia tanpa merasa takut lagi dengan gangguan Ratu siluman buaya dalam hidup kita!" janji Kenzo kepada Rara yang hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Rara benar-benar sudah memasrahkan hidupnya Karena bagaimanapun kerasnya dia berusaha untuk memberontak pada akhirnya dia selalu kalah dan jatuh ke dalam pelukan Kenzo yang bersikeras inginkan dirinya untuk menjadi istrinya.
Melalui telepon Kenzo sudah memerintahkan kepada pengacaranya untuk segera mengurus perceraiannya bersama Amelia.
Kenzo menyerahkan semua urusannya kepada sang pengacara karena saat ini dirinya tidak bisa keluar dari apartemen.
Bahkan semua kebutuhan hidupnya selama di apartemen dijamin oleh asistennya yang selalu rutin membawakan makanan maupun segala kebutuhan mereka berdua selama berada di apartemen.
" Aku harap Kyai Ibrahim segera datang ke Indonesia. Karena aku sudah tidak tahan lagi terkurung di dalam apartemen ini sudah seperti ayam yang sudah siap disembelih!" ucapan Rara hanya membuat Kenzo terkekeh karena merasa lucu.
Rara kemudian turun dari ranjang dan menuju ke arah kamar mandi. Karena ingin membersihkan tubuhnya dari sisa percintaan mereka berdua.
__ADS_1