
" Tante hari ini saya akan datang ke rumah tante untuk melamar Amelia!" ucap Kenzo yang merebut telepon milik ibunya.
Maureen lalu meminta bertemu dulu dengan mereka. Dia hanya ingin memperjelas semuanya dan mengkonfirmasi segalanya. Dia tidak mau kalau sampai nanti anaknya dipermainkan oleh Saras ataupun Kenzo.
" Apa benar kamu mau menikah dengan Amelia? Bukankah waktu itu ibumu ingin menjodohkan kalian berdua, tetapi kau menolaknya? Karena kau bilang kau sudah mempunyai kekasih?" tanya Mauren merasa kurang yakin dengan keinginan Kenzo yang sepertinya hanya sebuah permainan saja.
Kenzo tersenyum kepada Maureen dan berusaha dengan sangat meyakinkan untuk bisa memperistri Amelia.
" Maafkan saya Tante. Waktu itu saya tidak tahu kalau wanita yang akan dijodohkan dengan saya adalah Amelia. Sekarang saya sudah tahu makalah Saya tidak ingin kehilangan dia. Tante, sudah mencintai Amelia tetapi saya tidak berani untuk mengungkapkan perasaan saya padanya." ucap Kenzo sambil menundukkan kepalanya.
Dalam hati Kenzo benar-benar sangat membenci dirinya sendiri karena sudah melakukan sesuatu di luar keinginan dirinya.
' Aku harus melakukan ini. Bagaimanapun aku tidak bisa membiarkan Rara yang berkorban di dalam pernikahan ini. Biarlah aku menikahi perempuan lain yang tidak aku cintai. Asalkan Rara bisa meraih impian dan cita-citanya.' batin Kenzo miris hatinya.
Kenzo sangat mencintai Rara. Oleh karena itu dia adalah melakukan segalanya hanya untuk membahagiakan Rara.
Kenzo juga tidak percaya dengan dirinya sendiri. Apakah dia akan sanggup bertahan dari pengaruh Ratu siluman buaya? Agar tidak mengabdi kepadanya pada suatu saat nanti.
" Jeng! Ayo kita persiapkan pernikahan mereka berdua. Karena kami tidak punya waktu lama untuk menunda-nunda." ucap Saras pada Mauren yang tampak begitu bahagia karena akhirnya cita-citanya untuk menjadi besan keluarga Broto bisa tercapai.
Maureen pun kemudian menghubungi Amelia dan mengatakan tentang rencana mereka bertiga untuk menikahkan Amelia dan Kenzo.
" Wah! Apakah benar Mah? Kalau aku akan menikah dengan Kenzo?" tanya Amelia benar-benar merasa bahagia dengan kejutan yang di katakan oleh ibunya.
" Ya Sayang. Ayo cepat ke sini kau datang ke cafe!" ucap Maureen meminta kepada Amelia untuk segera mendatangi mereka bertiga.
__ADS_1
Sekitar 10 menit kemudian Amelia pun sudah sampai di Cafe dengan senyum bahagianya. Karena memikirkan dirinya akan menikah dengan Kenzo membuat Dia sangat bahagia.
" Ada apa? Apa benar kalau kita akan menikah?" tanya Amelia to the point ketika dia sudah bertemu dan berhadapan dengan Kenzo dan juga Saras.
Terlihat Kenzo yang menarik nafasnya dalam-dalam. Tampak begitu berat dan itu membuat Amelia mengerutkan keningnya.
" Katakanlah padaku! Apakah benar kalau kita akan menikah? Kenapa kok malah terdiam begitu sih?" tanya Amelia menjadi tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh Kenzo kepadanya.
Kenzo pun kemudian tersenyum kepada Amelia." Benar Amelia. Aku tidak berbohong padamu. Sejak dulu aku memang sudah mencintaimu. Tapi aku yang merasa takut untuk mengakui perasaanku!" dusta Kenzo.
Padahal aslinya Kenzo ingat tentang Amelia saja tidak. Bagaimana dia bisa mencintai Amelia sejak dulu??
" Kau mencintaiku sejak dulu? Memangnya kau melihatku di mana? Bukankah waktu itu tante Saras ingin menjodohkan kita berdua, tetapi kau selalu menolakku! Kau membuat hatiku sedih!" ucap Amelia dengan tertunduk lesu dan merasa sedih.
" Jangan khawatir Amelia! Aku pasti akan menikahimu dan berjanji untuk mencintaimu hingga akhir!" janji Kenzo sambil menggenggam telapak tangan Amelia kemudian dia pun tersenyum kepada gadis itu yang merasa sangat bahagia sekali.
Amelia tidak mau kalau sampai perasaannya dibohongi oleh Kenzo. Pria yang selama ini selalu menolaknya. Walaupun hanya untuk bertemu saja.
" Benar Amelia! Aku bisa membuktikannya dengan menikahimu hari ini juga!" ucap Kenzo dengan begitu bahagia.
" Baiklah buktikanlah itu! Setelah kau menikahiku baru aku percaya kalau kau memang benar-benar mencintai aku!" ucap Amelia dengan wajah bahagianya.
Dengan perasaan nano-nano. Kenzo pun akhirnya menggenggam telapak tangan Amelia dan melangkahkan kaki dari Cafe tempat di mana Trisna dan Rara biasa melakukan pertemuan. Menuju ke catatan sipil setelah sebelum itu mereka berempat mempersiapkan segala berkas untuk pernikahan mereka berdua.
Terlihat Amelia yang begitu bangga hatinya karena akhirnya berhasil menjadi istri dari Kenzo. Laki-laki yang selama ini sudah dia incar untuk menjadi suaminya.
__ADS_1
Terlihat Trisna dan Rara yang saat ini sedang melihat semua adegan yang terlihat di hadapan mereka.
" Aku gak nyangka Tris, kalau Kenzo bisa melakukan semua ini padaku!" ucap Rara dengan air mata mengalir di pipinya.
Trisna pun kemudian memeluk Rara dan berusaha untuk menghibur sahabatnya yang saat ini sedang bersedih hatinya. Karena melihat sendiri bagaimana Kenzo melamar seorang gadis untuk menjadi istrinya.
" Kan aku sudah bilang sama kamu Ra untuk segera menerima lamaran dari Kenzo. Kamu sih pakai acara mikir segala! Kenzo pasti merasa tersinggung dengan apa yang ada di dalam pikiran kamu! Makanya dia memilih orang lain untuk menjadi istrinya!" ucap Trisna sambil menatap ke arah Rara yang terlihat begitu sedih.
" Ini nih yang aku takutkan waktu itu. Kenapa aku membujukmu untuk menerima lamaran Kenzo. Karena aku takut kamu akan sedih dan merasa sakit hati ketika Kenzo menikahi wanita lain!" terlihat Tresna menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dia melihat ke arah Kenzo dan Amelia yang sudah pergi meninggalkan kafe tersebut.
Rara masih menangis tersedu setelah melihat kekasihnya melamar wanita lain dan saat ini sedang mempersiapkan pernikahannya.
Kyai Ilham bahkan merasa kecewa dengan keputusan Kenzo yang lebih memilih untuk menikahi wanita lain daripada dan menikah bersama dengan Rara. Maka itu artinya, Kenzo merasa ragu dengan dirinya sendiri untuk berhasil melewati ujian dari gangguan Ratu siluman buaya.
" Udahlah Tris! Mungkin Kenzo memang bukan jodohku. Ayo kita pulang Tris dan menyampaikan kepada Ayahku bahwa Kenzo sudah fix akan menikah dengan wanita lain!" ucap Rara dengan perasaan yang begitu sakit.
Hati Trisna saat ini sedang merasakan kesedihan juga seperti Rara karena saat ini dokter Bagas sedang pergi kembali ke rumah sakit di mana tunangannya saat ini berada di sana. Dokter Bagas merasa khawatir dengan tunangannya. Oleh karena itu dia ingin menjemput sang tunangan untuk bisa bersamanya. saat ini Hati Dua wanita cantik itu sama-sama sedang merasakan patah hati oleh pria dari keluarga Broto yang memiliki ketampanan yang hakiki.
Mereka berdua pun kemudian pergi dari kafe menuju ke pondok pesantren milik ayahnya Rara. Trisna lalu menjelaskan semuanya kepada Kyai Ilham tentang yang dia lihat ketika di cafe.
" Sudahlah sebaiknya kita ikhlaskan saja tentang pernikahan Kenzo dan perempuan itu. Mungkin Kenzo mempunyai pemikirannya sendiri. Bagaimanapun kita juga tidak bisa memaksa Kenzo untuk menikah dengan Rara. Sama seperti kita tidak bisa memaksa Rara untuk mau menikah dengan Kenzo." ucap Kyai Ilham yang melirik ke arah putrinya yang sampai saat ini masih bersedih hatinya.
" Sudahla Rara. Apa yang kau tangis kan hm? Toh semua itu juga adalah karena dirimu kan? Kan kamu sendiri yang dari kemarin selalu mengulur-ngulur waktu untuk menerima lamaran dari Kenzo. Sekarang nasi sudah menjadi bubur. Percuma kau menangis juga tidak akan ada artinya!" ucap Kyai Ilham sambil tersenyum kepada putrinya yang sedang menangis sedih.
Kyai Ilham bisa mengerti bagaimana perasaan putrinya Tetapi dia pun tidak bisa berbuat banyak untuk menanggapi masalah itu. Karena memang bulan ranah pribadinya untuk ikut campur dengan urusan pernikahan Kenzo dan wanita lain.
__ADS_1
" Hanya saja Ayah takut kalau sampai Kenzo hanya memanfaatkan wanita itu. Ayah takut, kalau Kenzo memiliki rencana untuk menerima pernikahannya dengan Ratu siluman buaya. Oleh karena itu dia memilih untuk menikahi wanita lain, alih-alih menikah dengan Rara!" ucap Kyai Ilham sedih dan bingung sekali dengan masalah itu.
Rara tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya, " Maksud ayah?" tanya Rara yang gak kalah bingung dengan Kyai Ilham.