
Broto yang saat ini sedang kritis terlihat terus menetapkan Kenzo.
" Kenzo!! Mendekatlah kemari!" ucap Broto memanggil cucunya yang kini hanya tinggal satu-satunya. karena semua cucunya Yang lain sudah habis dia tumbalkan kepada pesugihan yang dia lakukan.
" Ada apa Kek?" tanya Bagas merasa penasaran sekali.
Bagaimanapun saat ini kondisi Broto tidak memungkinkan untuk banyak berbicara akan tetapi Broto ketakutan kalau sampai nyawanya tidak sampai keesokan hari.
" Kenzo! Kakek akan menceritakan sebuah kisah padamu dan aku harap kau mau melanjutkan apa yang sudah Kakek lakukan demi kejayaan keluarga kita tidak pudar!" ucap Broto sambil menatap lurus ke arah Kenzo yang saat ini sedang menatap dia.
" Apa maksud kakek?" tanya Kenzo tidak mengerti sama sekali.
" Gantikanlah kakek untuk melakukan pesugihan siluman buaya setelah kakek meninggal. Kau ambil manualnya yang sudah kakek tulis semuanya di buku harian Kakek yang ada di mansion Kakek! Kenzo kau harus melanjutkan apa yang sudah kami lakukan agar kejayaan keluarga kita tidak pernah hanya sampai di sini!" ucap Broto sambil menatap tajam kepada Kenzo yang langsung melotot dan tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.
" Kakek memintaku untuk melanjutkan pesugihan yang kakak lakukan apakah kakek gila?" tanya Kenzo benar-benar merasa marah dengan kakeknya Yang sepertinya tidak menganggap dia sebagai cucunya sendiri.
Bagaimana mungkin ada seorang kakek yang begitu tega menyuruh cucunya untuk melanjutkan pesugihan yang telah memakan begitu banyak korban untuk tumbalnya??
" Kalau kau tidak lanjutkannya, maka semua yang kita miliki sekarang akan musnah diambil kembali oleh Ratu siluman buaya. Apa kau sanggup untuk hidup dalam kemiskinan Setelah sejak lahir kau hidup dalam gelimang harta?" tanya Broto sambil melotot ke arah cucunya.
Bagas sejak tadi terus menggelengkan kepalanya. Melihat ayahnya yang saat ini sedang membujuk keponakannya untuk mau melanjutkan pesugihan yang telah dia lakukan selama puluhan tahun.
__ADS_1
Entah sudah berapa banyak nyawa yang dijadikan tumbal oleh ayahnya dalam melanggangkan kekayaan dan kejayaan keluarga mereka.
Rumah Sakit milik keluarga Bagas sudah banyak sekali cabangnya bahkan sampai ke luar negeri.
" Aku benar-benar tidak pernah menyangka kalau Ayahku benar-benar akan melakukan. Bagaimana mungkin dia begitu tega meminta kepada Kenzo untuk melanjutkan kesalahan yang dia lakukan?" Tanya Dokter Bagas kepada Trisna yang saat ini juga sedang mendengarkan percakapan antara Kenzo dan Broto.
Rara sejak tadi sudah berlinang air matanya melihat kekasih yang sedang ditawari untuk melakukan pesugihan dengan siluman buaya.
' Kalau sampai Kenzo menerima keinginan kakeknya. Bukankah itu artinya aku harus merelakan anak-anak kami untuk dijadikan tumbal?' bathin Rara yang benar-benar merasa Dilema dan sangat sedih memikirkan hubungannya bersama dengan Kenzo yang baru berusia seumur jagung.
Sejak tadi mereka bertiga terus menyimak pembicaraan antara Kenzo dan Broto di depan pintu kamar perawatan Broto.
Kenzo dan Broto yang saat ini sedang fokus untuk berbicara. Jadi mereka tidak terlalu mempedulikan ataupun tidak mengetahui keberadaan mereka bertiga.
" Tolong Kenzo! Jangan lakukan itu. Susah payah. Kakek telah membangun kerajaan bisnis keluarga kita. Bagaimana mungkin kau begitu tega untuk menghancurkannya begitu saja?" tanya Broto dengan nafas yang tersengal-sengal.
Kenzo benar-benar merasa tidak tega dengan kakeknya yang saat ini sedang berjuang melawan maut yang sepertinya sulit untuk menjemputnya.
Kakeknya sepertinya masih penasaran tentang Kenzo yang tidak mau untuk dibujuk agar mau melanjutkan pesugihan yang sudah dia lakukan puluhan tahun lamanya.
" Kenzo. Percayalah Nak. Kau tidak akan menyesalinya. Kau bisa mencari tumbal dari para anak buahmu yang mencari masalah dengan kamu. Atau dari pesaing bisnis mu atau seseorang yang membuat hatimu sakit!" ucap Broto membujuk Kenzo.
__ADS_1
Kenzo terlihat masih kuat imannya dan tidak terpengaruh oleh semua bujukan Broto.
" Kenzo kalau kau berubah pikiran. Ambillah manual yang sudah Kakek persiapkan untukmu di kamar kakek yang ada di brankas. Lakukan saja semua yang tertulis di sana. Maka kejayaan dan kekayaan akan menjadi milikmu." ucap Broto yang akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Kenzo sampai terhenyak melihat kakeknya yang sekarang sudah tidak bernyawa lagi di hadapannya.
Bagas melihat dengan mata kepalanya sendiri saat roh ayahnya dijemput oleh siluman buaya dan kemudian di ikat tangan dan kakinya untuk di jadikan budak di istana kerajaan Buaya.
Bagas sampai menangis terisak ketika melihat ayahnya yang diperlakukan begitu kasar oleh siluman penjemput itu.
" Entah kenapa di dunia ini masih ada manusia yang masih senang menjadi dudak dari Setan hanya untuk kekayaan dan kejayaan di dunia. Padahal bekerja keras hasilnya Jauh lebih kekal dan tidak perlu harus menjadi budak setan selamanya saat kita mati. Kenapa sampai rela melepaskan kehidupan abadi di akhirat sana, hanya untuk kesenangan sesaat Selama ada di dunia? Kehidupan manusia di dunia hanyalah sekejap mata. Akan tetapi kehidupan di akhirat akan abadi selamanya sampai kiamat tiba!" ucap Bagas bermonolog dengan dirinya sendiri ketika dia melihat ayahnya yang semakin jauh karena sudah dibawa pergi oleh penjemput yang berasal dari siluman buaya yang menjadi pesugihan ayahnya selama ini.
" Aku berharap semoga Kenzo tidak melanjutkan pesugihan ayahmu. Sungguh suatu bencana besar kalau sampai itu terjadi!" ucap Trisna sambil menggelengkan kepalanya.
Trisna melirik ke arah Rara yang sampai saat ini masih berkaca-kaca matanya. Trisna tahu bahwa Rara pasti sedang sedih mengetahui Kenzo yang telah ditawari oleh ayahnya untuk melanjutkan pesugihan yang sudah dilakukan Broto hampir puluhan tahun lamanya.
" Percayalah Ra. Aku yakin Kenzo pasti tidak akan terpesona dengan bujuk rayuan ayahnya. Apalagi Kenzo sudah melihat sendiri saat ayahnya tadi dijemput oleh siluman buaya untuk dijadikan budak di istana mereka. Aku yakin Kenzo pasti tidak mau mengalami nasib yang sama seperti ayahnya. Betul kan dokter Bagas?" tanya Trisna pada Bagas yang sampai saat ini masih meneteskan air matanya melihat kematian ayahnya yang begitu tragis.
Kesedihan yang luar biasa ketika Bagas bahkan tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan siluman buaya menjemput ayahnya dan menjadikan ayahnya sebagai budak mereka untuk selamanya sampai hari kiamat nanti.
" Kita berdoa semoga Kenzo tidak terpesona dengan pesugihannya Siluman Buaya itu!" ucap dokter Bagas yang kemudian langsung masuk ke dalam tasbih milik Trisna.
__ADS_1
Sejujurnya dokter Bagas tidak mau kalau sampai Trisna melihat kesedihan hatinya saat melihat ayahnya yang meninggal dan arwahnya langsung dibawa oleh siluman buaya menuju istana kerajaan mereka di alam siluman.