
Raja Abi Saka saat ini sedang menatap istrinya yang sedang memakan makanan yang dibawa oleh ajudannya dari alam manusia.
Raja Abi Saka terkesiap melihat betapa rakusnya sang istri yang sangat kelaparan. Selama tinggal di istana alam ghaib selalu berpuasa. Trisna baru merasakan bahwa saat ini dia benar-benar sangat lapar.
" Pelan-pelan lah makannya, sayang. Tidak ada yang berebut makanan denganmu!" Raja Abi Saka menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya.
Trisna hanya meringis mendengarkan ucapan dari Raja Abi Saka.
" Kau tidak tahu betapa aku sangat kelaparan selama beberapa hari ini. Sementara setiap malam kau selalu minta jatahmu. Aiya!! Apa kau sadar kalau kau sudah menganiaya istrimu sendiri? Hmm?" tanya Trisna kepada Raja Abi Saka sambil cemberut.
Raja Abi Saka hanya tertawa mendengar ucapan istrinya yang baginya terkesan begitu menggemaskan
" Maafkan aku sayang. Aku yang tidak peka dengan kamu. Lain kali kalau ada apa-apa, kamu harus mengatakannya langsung kepadaku. Oke?" tanya Raja Abi Saka kepada Trisna yang makan banyak sekali.
" Sudah, Aku sudah kenyang. Simpanlah dulu sisanya untuk aku makananku lagi." Trisna tersenyum sekarang.
Raja Abi Saka mendekati istrinya dan kemudian mencium pipinya dengan lembut.
" Sayang, kita usaha lagi yuk," ucap Raja Abi Saka berbisik di telinga Trisna yang membuatnya merasa geli.
" Usaha apa? Kau mau jualan atau mau buka perusahaan?" tanya Trisna dengan begitu polosnya membuat Raja Abi Saka menjadi gemas luar biasa.
Raja Abi Saka menggeleng lalu langsung mencium bibir Trisna.
" Aih, aku belum mandi weh, kau ini! Main nyosor aja sih!" Trisna protes dan mendorong tubuh Raja Abi Saka untuk menjauh darinya.
Raja Abi Saka ketawa saat dia melihat kelakuan istrinya yang semakin hari semakin membuat dia jatuh cinta dengan kepolasan dan juga hal-hal yang selalu membuatnya semakin tergila-gila.
__ADS_1
" Apa kau tahu?"
" Apa?" Trisna sudah memasang wajah waspada di hadapan Raja Abi Saka.
" Awas ya, kau jangan macam-macam!! Aku mau mandi dan setelah itu aku mau bobo cantik!" Raja Abi Saka mengikuti Trisna kemanapun melangkahkan kakinya.
Trisna terkejut ketika dia melihat ke belakang ternyata suaminya terus mengikutinya.
" Eh, kau mau apa?" tanya Trisna merasa tidak nyaman.
" Aku juga mau mandi, Sayang. Kita sama-sama saja, biar hemat air dan waktu!" Trisna tadinya mau protes tetapi tiba-tiba saja turunnya sudah melayang dan diangkat oleh suaminya.
" Ih apaan sih?? Nggak ya!! Nggak ada. Pokoknya aku nggak mau!" Krisna berusaha untuk melepaskan diri dari Raja Abi Saka tetapi Selalu gagal.
" Kayaknya kalau aku memasukkanmu ke dalam tasbihku. Kau tidak akan bisa berkutik kan?" tanya Trisna dengan senyum jailnya yang membuat sang raja malah muncul bibirnya dengan gemas.
" Aku bisa mendengar suara hatimu sayang. Kadi kau harus hati-hati untuk berbicara, ok?" Raja Abi Saka kembali ******* bibir istrinya yang telah menjadi candu untuk dirinya.
Raja Abi Saka sendiri tidak mengerti. Kenapa setelah menikah dengan Trisna rasanya dia semakin mencintai wanita itu. Gadis polos yang awalnya selalu membuat dia merasa kesal karena selalu menghina dan juga membuat dia merasa tertantang untuk menaklukkannya.
Kini, malah dirinya yang setelah ditaklukkan 100% oleh Trisna yang telah menjadi istrinya.
Saat mereka sudah berada di dalam kamar mandi khusus Raja dan Ratu, mereka berdua mulai aktivitas menyenangkan bersama dengan bersenda gurau dan saling melemparkan air yang berada di kolam yang begitu sejuk dan menyenangkan.
Kelopak bunga mawar yang begitu wangi yang ada di dalam kolam, menjadi momen romantis di antara mereka berdua. Raja Abi Saka semakin bersemangat untuk berusaha mendapatkan istrinya.
" Sayang, kita usaha yuk," Bisiknya lagi.
__ADS_1
" Usaha apa sih? Dari tadi kamu selalu saja bilang usaha, usaha. Mo usaha apa?" tanya Trisna yang seketika hilang mood gara-gara kesal hatinya.
" Usaha bikin putra mahkota, sayang. Yuk kayaknya di sini keren banget sayang. Aku suka suasana dan momen yang tercipta di sini benar-benar sangat romantis!" Raja Abi Saka berbisik di telinga istrinya.
Trisna langsung tersipu mendengarkan apa yang dikatakan suaminya.
" Ih, apaan sih?? Kamu selalu kayak gitu ih!!" Trisna langsung menghindar ketika Raja Abi Saka mulai berusaha menangkapnya.
Terjadilah aksi saling mengejar satu sama lain yang begitu menyenangkan hati keduanya semakin memperdalam rasa cinta yang sudah terpatri di hati masing-masing.
Pacaran halal benar-benar membuat mereka melupakan segalanya. Begitu mendapatkan Trisna dalam pelukannya, Raja Abi Saka langsung gerak cepat dan berusaha untuk membuat putra mahkota yang sudah ditunggu oleh segenap istana kerajaan.
Trisna benar-benar dibuat melayang oleh sang suami yang semakin Mahir dalam melakukan. Membuat dirinya melenguh tanpa dia sadari dan hal itu malah membuat Raja Abi Saka semakin bersemangat saja untuk melakukan usahanya.
" Sayang, Terimakasih, karena kamu sudah hadir dalam hidupku dan membuat semuanya terasa begitu indah." Trisna merasa bahagia dengan perlakuan yang begitu manis dari sang suami setelah percintaan mereka bersama di dalam kolam mandi khusus Raja dan Ratu yang selalu terjaga sejak dulu dari pandangan siapapun yang tidak memiliki akses untuk masuk ke dalamnya.
Setelah Mereka menyelesaikan acara mandi yang sudah membuat mereka merasa kelelahan dan juga kenikmatan. Raja Abi Saka kembali menggendong Trisna ke dalam kamar mereka lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
" Sayang, aku ambilkan pakaian dulu ya?" tanya Raja Abi Saka yang kemudian mengecup ringan bibir istrinya yang benar-benar telah menjadi candu untuk dirinya.
Raja Abi Saka seakan telah terperangkap di dalam pusaran cinta yang tiada berujung.
' Kenapa aku malah semakin mencintainya? Apakah ini benar?? Kenapa nasibku harus berakhir dengan mencintai seorang siluman yang menjadi raja dari segala raja di negeri alam ghaib?' bathin Trisna yang mulai merasa hatinya gelisah karena takut kalau dirinya akan semakin hanyut di dalam cinta yang ditawarkan oleh Raja Abi Saka.
Raja Abi Saka selama beberapa hari ini benar-benar telah membuatnya lupa dengan semua hal. Bahkan Trisna sudah melupakan perasaannya terhadap dokter Bagas yang sekarang entah memikirkannya atau tidak.
Terakhir mereka bertemu adalah di hari pernikahan Raja Abi Saka dah Trisna. Trisna menatap dokter Bagas dengan sendu karena merasa sedih cinta mereka tidak menemukan jalan untuk bertemu.
__ADS_1