
Pangeran Abi Saka kemudian meninggalkan istana kerajaan ular perak saat ini? Hatinya benar-benar sedang hancur dan ia merasa telah dikhianati oleh ibunya sendiri. Pangeran Abi Saka turun ke alam manusia dan akhirnya ia luntang-lantung tidak jelas di jalanan karena ia bingung hendak pergi ke mana.
Trisna yang kebetulan baru saja pulang dari kantornya tidak sengaja melihat Pangeran Abi Saka yang saat ini sedang duduk di bangku taman yang letaknya tidak terlalu jauh dari Pondok Pesantren milik ayahnya. "Eh, bukankah itu adalah pangeran yang waktu itu menolongku dan juga babahku? Siapa ya namanya? Lupa aku!" Trisna kemudian mendekati Pangeran Abi Saka. "Kamu lagi ngapain di sini?" Trisna bertanya pada Pangeran Abi Saka yang terkejut karena ternyata ada orang yang bisa melihat dirinya. Padahal begitu banyak orang di taman itu, tidak ada satu pun orang yang bisa melihatnya atau mengajaknya bicara.
"Kok kamu bisa lihat aku sih?" tanya Pangeran Abi Saka pada Trisna. "Tentu saja aku bisa melihatmu. Aku kan punya mata batin. Kau tahu indra keenam?" tanya Trisna pada Pangeran Abi Saka.
Trisna merasa terheran ketika melihat Pangeran Abi Saka yang begitu sedih. "Ada apa? Kenapa kau turun ke alam manusia malah dengan wajah menyedihkan begitu?" tanya Trisna khawatir. "Apakah kau benar-benar bisa melihat kalau sekarang wajahku sedang menyedihkan?" Pangeran Abi Saka malah mengembalikan pertanyaannya, membuat Trisna merasa gemas.
Trisna tadinya berniat meninggalkan Pangeran Abi Saka karena merasa kesal, tetapi kemudian ia merasa kasihan karena Pangeran Abi Saka hanya bisa melihatnya dan merasa sedih. "Kau mau pergi ke mana? Jangan tinggalin aku! Cuma kau yang bisa melihatku. Kalau kau pergi itu artinya di sini aku bukan apa-apa dan tanpa siapa-siapa," Pangeran Abi Saka menarik telapak tangan Trisna yang menjadi bingung dengan kelakuannya.
"Sekarang ceritakan dulu sama aku. Kenapa kau turun ke alam manusia dengan wajah menyedihkan seperti itu?" tanya Trisna benar-benar penasaran kepada sang pangeran dari alam gaib.
"Eh, kalau tidak salah kau itu adalah pangeran yang membantuku dan babahku ketika aku berada di istana kerajaan siluman ular perak bukan?" tanya Trisna pada Pangeran Abi Saka yang cukup terkejut dengan pertanyaan itu. "Kamu tahu dari mana?" Pangeran Abi Saka mulai gugup.
__ADS_1
"Apa nama kamu?" tanya Trisna dengan wajah penuh pertanyaan. "Aku adalah Pangeran Abi Saka, putra dari Ratu Siluman Ular Perak," jawab Pangeran Abi Saka.
"Jadi kau adalah putra dari Ratu Siluman Ular Perak?" tanya Trisna mengkonfirmasi. "Apakah kau akan membunuhku setelah mengetahui itu?" tanya Pangeran Abi Saka. "Tentu tidak. Ibu dan kakekku sudah cerita sama aku. Kalau selama ini kaulah yang selalu memberikan mereka makanan dan juga pakaian. Sehingga mereka bisa bertahan begitu lama di dalam penjara bawah tanah yang dibuat oleh ibumu yang jahat itu," Trisna terlihat marah ketika menyebutkan nama Ratu Siluman Ular Perak.
Pangeran Abi Saka merasa sedih dan Trisna pun menanyakan alasannya. Akhirnya Pangeran Abisaka pun bercerita mengenai semua hal yang ia tahu dan ia lihat di dalam istana kerajaan ular perak. Ia juga mengetahui bahwa ia adalah anak dari khodam milik Kyai Ibrahim.
"Dia sudah bukan khodam milik ayahku lagi karena ternyata dia berselingkuh dengan ibumu. Ayahku sudah memutuskan hubungan dengan khodam yang memiliki aura sangat panas dan bersifat khianat." Trisna memberikan informasi itu kepada Pangeran Abi Saka. "Kenapa Kyai seperti Kyai Ibrahim bisa memiliki khodam seperti dia?" tanya Pangeran Abi Saka pada Trisna.
"Apa kau mau menolong aku?" tanya Pangeran Abi Saka pada Trisna. "Menolong apa?" tanya Trisna yang akhirnya mau duduk di samping Pangeran Abi Saka. "Aku sekarang benar-benar sedang marah terhadap ibuku. Karena selama ini dia selalu membohongiku. Aku ingin kabur dan bersembunyi dari pengaruhnya. Apa kau bisa membantuku untuk mencari tempat tinggal sementara untuk aku?" tanya Pangeran Abi Saka dengan memelas.
"Tolonglah aku! Aku tidak mau menjadi setan gentayangan seperti ini!" Pangeran Abi Saka memohon kepada Trisna. "Kau ini baru saja berkenalan denganku sudah merepotkanku!" ucap Trisna kesal pada Pangeran Abi Saka yang hanya bisa meringis.
Pangeran Abi Saka kemudian meninggalkan gadis itu dengan kesedihan di hatinya. Trisna merasa tidak nyaman karena hal itu. "Baiklah. Masuklah ke dalam tasbihku dan kau boleh tinggal bersamaku. Tapi ingat ya! Kau tidak boleh keluar sembarangan tanpa izinku supaya ayahku maupun kakekku tidak mencurigai keberadaanmu," ucap Trisna memberi ultimatum kepada Pangeran Abi Saka.
__ADS_1
Pangeran Abi Saka merasa senang karena diizinkan oleh Trisna untuk ikut dengannya. "Bagaimana kalau aku mendampingimu dulu untuk berbicara di taman ini? Rasanya aku belum mau masuk ke dalam tasbihmu dan terkurung di sana. Nanti saja ya kalau sudah dekat dengan rumah orangtuamu," Pangeran Abi Saka menawar kepada Trisna agar ia bisa berjalan bersama-geseran dengan gadis itu.
"Hmm, benar-benar tidak tahu diri! Udah minta tolong banyak nawar lagi!" kesal Trisna pada Pangeran Abi Saka yang hanya bisa meringis. Trisna pun menarik nafas dalam-dalam karena ia tidak mau membuat Pangeran Abi Saka merasa tertekan bersamanya.
Bagaimanapun, Trisna merasa berterima kasih kepada Pangeran Abi Saka karena telah membantunya dan kedua orangtuanya keluar dari istana kerajaan ular perak yang sangat berbahaya. Trisna juga merasa berhutang budi kepada Pangeran Abi Saka yang telah memberikan makanan dan pakaian kepada ibu dan kakeknya selama mereka menjadi tawanan Ratu siluman ular perak yang jahat dan licik. Mereka berdua kemudian berjalan beriringan menuju pondok pesantren milik Kyai Ibrahim.
Orang-orang yang melihat Trisna mengobrol dengan Pangeran Abi Saka terlihat sangat heran dengan apa yang mereka lihat.
"Kasihan, cantik-cantik jadi gila!" Trisna merasa tidak nyaman dan tersinggung dengan ucapan mereka, tetapi akhirnya dia sadar bahwa itu salahnya sendiri. Trisna lupa bahwa hanya dia yang bisa melihat Pangeran Abi Saka, yang sedang berkunjung ke alam manusia karena sedang merasa patah hati terhadap ibunya yang telah membohonginya tentang ayah kandungnya. Trisna mengerti penderitaan Pangeran Abi Saka saat ini, oleh karena itu dia menolongnya.
" Lihatlah gara-gara kau aku dikira gila oleh mereka!" terlihat Trisna misuh-musuh kepada Pangeran Abi Saka yang hanya bisa tersenyum kepadanya.
Bagaimanapun Pangeran Abi Saka merasa berterima kasih kepada Trisna yang mau menampungnya untuk sementara waktu.
__ADS_1