
" Apa?" Amelia benar-benar terkejut mendengarkan ucapan dari selingkuhannya.
" Ya selama ini aku selalu merekam dan juga memotret semua kegiatan kita di atas ranjang yang memang sengaja aku lakukan untuk selalu bisa membuatmu melayaniku!" Amelia benar-benar tidak pernah menyangka kalau dirinya ternyata berhubungan dengan seekor ular yang sangat berbahaya.
Dengan terpaksa Amelia akhirnya mengikuti apapun yang diinginkan oleh laki-laki itu. Karena dia tidak mau kalau dia jodoh miskin setelah bercerai dengan Kenzo.
Kenzo yang saat ini berdiri di Gambang pintu hanya bisa terdiam melihat semua adegan itu.
Kenzo yang selama ini memang tidak pernah mencintai Amelia dia tidak terlalu mempedulikan Apa yang dilakukan oleh wanita itu di dalam kamar mereka.
Kenzo hanya merekam semua yang dilakukan oleh mereka di atas ranjang maksiat mereka. Tanpa mempedulikan apapun lagi.
" Aku akan menjadikan bukti ini untuk membuat Amelia menyingkir dari hidupku untuk selamanya!" Kenzo kemudian masuk ke dalam kamar kedua putranya untuk membawa mereka keluar dari kediaman Broto.
" Papa?" Terlihat Abdul begitu bahagia setelah sekian lama akhirnya bisa bertemu dengan ayahnya.
" Papa, akhirnya papa pulang!" Majid juga tidak kalah bahagianya seperti kakaknya yang langsung memeluk tubuh Kenzo.
Hati Kenzo merasa sedih sekali melihat kedua anaknya yang tampak tidak terurus.
" Semoga setelah pernikahanku dengan Rara masa depan mereka akan terjamin. Nanti aku akan menaruh mereka di pondok pesantren Kyai Ibrahim. Agar mereka bisa belajar ilmu agama dan juga dilindungi oleh Kyai Ibrahim dari gangguan jin dan setan!" Lirih sekali Kenzo mengatakan hal tersebut karena dia tidak mau mengganggu kesenangan kedua tetangganya yang saat ini sedang meminta untuk bermain dengannya.
Kenzo benar-benar tidak mengert. Bagaimana mungkin keadaan putranya seperti anak yang tidak diurus sama sekali? Padahal dia telah memberikan dua orang pembantu di rumah itu untuk mengurus semua kebutuhan istri dan anaknya.
" Sayang. Kenapa kalian seperti yang tidak ada yang mengurus? Ke mana saja Ibumu dan juga para pembantu yang bekerja di rumah ini?" tanya Kenzo kepada kedua putranya yang tampak begitu lusuh dan juga lecek bahkan mungkin keadaan anak jalanan di pinggir jalanan masih lebih baik daripada kedua anaknya.
__ADS_1
" Mama selalu sibuk di luar dan dia juga tidak pernah mengizinkan kami untuk boleh keluar dari kamar ini. Sementara pembantu pun tidak diizinkan untuk masuk ke dalam sini oleh Mama. Jadi kami hanya diperbolehkan bermain di kamar dan makan dengan apa yang dikirimkan oleh Mama untuk kami berdua!" Ucap Abdul dengan menundukkan kepalanya.
Hati Kenzo benar-benar merasa terhiris mendengarkan apa yang dikatakan oleh Putra sebelumnya.
" Sayang nanti ketika berada di pengadilan. Ceritakanlah semua yang terjadi di rumah ini kepada pengadilan. Ingatlah sayang! Hal itu bisa mempengaruhi masa depanmu! agar Papa bisa memperjuangkan hak pengasuhan untuk kalian berdua!" Kenzo berusaha untuk meyakinkan kedua putranya agar jujur di pengadilan kepada hakim yang akan memutuskan perceraiannya bersama Amelia.
Kenzo sudah merekam semua yang ada di dalam kamar itu dan juga keadaan putranya yang akan menjadi bukti lengkap untuk menjatuhkan Amelia di pengadilan.
" Sudahlah sayang. Ayo sekarang kau mandi dan setelah itu papa akan mengajakmu untuk makan malam di luar bersama dengan nenek." Kenzo kemudian memandikan kedua putranya yang tampak begitu bahagia bertemu lagi dengan ayahnya yang Setelah sekian lama hanya berada di luar dan entah pergi ke mana.
Kenzo benar-benar merasa bersalah kepada kedua putranya yang merupakan darah dagingnya sendiri. Kenzo berjanji bahwa mulai sekarang dia akan berusaha untuk menjadi ayah yang baik untuk kedua putranya hasil pernikahannya bersama dengan Amelia.
Untung saja kongsinya bersama Ratu siluman buaya sudah berakhir. Sehingga tidak perlu mengorbankan kedua anak itu untuk menjadi makanan saudara-saudaranya yang ada di alam gaib yang merupakan keturunan dari ratu siluman buaya.
Setelah memandikan kedua anaknya, Kenzo langsung mencari pembantu yang bekerja di rumahnya.
" Segera kalian berdua bereskan semua barang-barang kalian. Karena mulai hari ini, aku akan memecat kalian!" Kenzo sudah kehabisan kesabaran dan dia tidak mau lagi memberikan toleransi kepada siapapun yang sudah mengacuhkan kedua putranya.
" Kenapa Tuan melakukan ini kepada kami? Apa salah kami Tuan?" tanya keduanya yang merasa tidak melakukan kesalahan.
" Untuk apa aku menggaji kalian berdua huh!? Sementara kalian tidak mau mengurua kedua anakku. Bahkan mereka dengan para gembel di luar sana jauh lebih menyedihkan!" cancel benar-benar murkah kepada kedua pembantunya yang sekarang hanya bisa menundukkan kepala mereka.
" Maafkan kami Tuan selama ini nyonya Amelia melarang kami untuk menyentuh kedua putramu. Katanya untuk apa orang yang mau mati saja diurus baik-baik?" cancel benar-benar sangat marah mendengarkan perkataan itu dia tidak pernah menyangka bahwa ternyata istrinya begitu kejam terhadap anak mereka.
" Apakah kalian berjanji akan mengurus kedua putraku kalau aku masih mengizinkan kalian untuk bekerja di sini?" tanya Kenzo kepada dua pembantunya yang langsung menganggukkan kepala.
__ADS_1
" Tentu saja Tuan! Kami itu sayang kepada tuan Abdul dan juga tuan Majid!" Kenzo kemudian menyuruh mereka untuk masuk ke dalam kamar dan mengizinkan mereka untuk bekerja kembali di rumahnya dengan satu persyaratan bahwa mereka harus mengurus anaknya dengan baik.
Kedua pembantu itu merasa berterima kasih karena Kenzo masih memberikan kesempatan dan memberikan Maaf untuk mereka yang sama hampir berapa bulan ini selalu mengacuhkan kedua anak Kenzo.
" Untung saja dan Kenzo masih mau memaafkan kita dan memperbolehkan kita untuk bekerja!" pembantu itu merasa bersyukur dan dia berjanji akan memenuhi janjinya kepada Kenzo.
Sementara itu Amelia dan selingkuhannya yang masih belum menyadari kehadiran Kenzo dan Saras di rumah itu tampak begitu bebas seperti berada di rumah mereka sendiri.
" Kau harus meminta rumah ini untuk menjadi kediamanmu. Setelah perceraianmu dengan Kenzo. Maka aku masih mau bersedia untuk datang kemari dan memuaskanmu." cancel yang saat ini sedang berada di ruang keluarga hanya tersenyum sinis mendengarkan perkataan laki-laki yang menjadi selingkuhan Amelia.
" Kau juga harus meminta banyak uang tunjangan perceraian dari laki-laki itu agar bisa membiayai kehidupanmu kedepannya. Oh ya Bulan depan aku ingin kita berlibur ke Korea!" Amelia hanya menganggukkan kepala dan menyetujui semua yang dikatakan oleh laki-laki itu tanpa berpikir panjang.
Kenzo yang melihat sisi lain dari Amelia hanya bisa menatap dia dalam kegelapan.
Entah kenapa sejak dulu cancel memang tidak pernah mencintai Amelia rupanya sekarang dia baru mengetahui alasan itu.
Amelia pun rupanya tidak pernah mencintai Kenzo oleh karena itu rumah tangga mereka rasanya begitu hambar dan juga tidak menyenangkan.
" Rupanya Amelia menikah denganku hanya untuk kekayaan. Semua kata cinta yang diucapkan hanyalah Kepalsuan untuk membodohiku!" Kenzo terlihat sangat marah. Tetapi dia pun tidak mau untuk mengotori hatinya dengan membenci Amelia.
Karena Kenzo sadar dirinya pun sama seperti Amelia tidak pernah mencintai wanita itu karena sejak dulu hingga sekarang cinta Kenzo hanyalah untuk Rara.
Pernikahan mereka berdua selama ini hanyalah formalitas di atas kertas untuk kepentingan masing-masing dan tidak ada cinta di dalamnya.
Kenzo tahu bahwa semua itu adalah kesalahannya yang telah memaksakan diri untuk menikahi Amelia.
__ADS_1