
Happy Reading😘
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Mama Rose saat melihat Lala menangis.
"Nggak apa-apa kok Ma! Aku tadi cuma kelilipan aja." Bohong Lala sambil menghapus air matanya.
Namun Mama Rose tentu saja tidak percaya, dia bisa melihat kalau Lala menangis bukan karena kelilipan. Setelah itu dia mengajak Lala untuk membayar belanjaan mereka ke kasir lalu menuju mobil.
Lala banyak diam selama di dalam mobil, tatapannya kosong mengarah keluar jendela. Dan itu tidak luput dari penglihatan Mama Rose, dia yakin jika telah terjadi sesuatu kepada Lala saat tadi di supermarket.
"Nak, apa nggak ada yang mau kamu bicarakan sama Mama? Kalau kamu emang udah menganggap Mama ini, sebagai Mama kamu. Kamu harusnya tidak boleh menyembunyikan apapun itu dari mama," Ucap Mama Rose sambil menggenggam tangan Lala dengan lembut.
Lala yang mendengar itu seketika langsung memeluk tubuh Mama Rose dan terisak. Dadanya kembali sesak, saat mengingat di mana ia tadi bertemu dengan Mama kandungnya.
Dengan lembut Mama Rose mengusap punggung Lala, mencoba menenangkan Lala bahwa dia ada di samping Lala dalam keadaan apapun. Setelah Lala merasa baikan, dia mengusap air matanya lalu menatap Mama Rose dengan mata yang sembab.
"Lala nggak papa Ma, hanya saja tadi Lala di sana bertemu dengan Mama kandung Lala," Jawab Lala dengan air mata yang kembali menetes.
Mama Rose yang mendengar itu segera memeluk tubuh Lala. "Sabar ya sayang, Mama tahu kok perasaan kamu seperti apa." Ucap Mama Rose.
__ADS_1
"Lala hanya nggak tahu aja Ma, harus bersikap apa sama Mama kandung Lala. Pelukan yang selama ini Lala inginkan, pelukan yang selama ini Lala rindukan, di saat Lala dan juga Papa jatuh. Di saat kami sedang menderita. Di saat kami sedang menata kehidupan kami, agar kami bisa hidup lebih baik. Tetapi mana? Dia malah tidak ada di samping kami, dan malah pergi dengan pria lain," Jelas Lala sambil kembali menangis.
"Sayang apapun itu, kamu harus bisa memaafkan Mama kamu. Seburuk apapun Mama kamu memperlakukan kamu, atau seburuk apapun Mama kamu jahat kepada kamu dan juga Papa kamu. Kamu harus bisa memaafkannya, karena surga kamu masih terletak di kaki ibu kamu. Dan Mama juga tahu perasaan kamu saat ini seperti apa! Tapi tidak ada salahnya, jika kita memaafkan seseorang," Jelas Mama Rose sambil mengusap air mata Lala.
🌹
🌹
🌹
Hari yang ditunggu-tunggu oleh Lala dan juga Al pun sudah datang, di mana hari ini adalah hari bersatunya Lala dan juga Al dalam satu ikatan pernikahan.
Sebagai sahabat tentu saja mereka juga senang melihat kebahagiaan sahabatnya. Apalagi saat ini Al akan melepas masa lajangnya, dan akan bergelar menjadi suami tersayang untuk Lala. Bukan lagi si pria dingin yang kaku dan juga datar.
"Ciiie..... Nggak usah tegang gitu Bro, santai aja," Ledek Dilon sambil menepuk bahu Al.
"Gimana gue nggak gugup! Emang lu nggak lihat nih, tangan gue aja sampai keringat dingin? Duh, gimana ini Dev? Kasih saran dong, Lo kan udah nikah?" Tanya Al pada Dev.
"Iya kasih saran apa? Orang dulu gue waktu nikah sama Dea, kan dianya nggak ada di samping gue. Jadi ya, gue mah santai-santai aja. Beda kalau mungkin dianya ada di samping gue! Mungkin gue juga akan gugup. Lo tanya bokap Lo aja lah, ngapain tanya gue," Ujar Dev dengan cuek.
__ADS_1
Sementara di kamar lain, Lala juga tak kalah gugup dari Al. Dia sedang di rias oleh MUA ternama di kota itu, dan Lala saat ini menggunakan adat Sunda untuk akad pernikahan dia dengan Al.
Acara pun dimulai Al juga sudah duduk di depan penghulu. Di belakangnya juga sudah ada Papanya AL dan juga sahabat-sahabatnya Al. Sedangkan Mama Rose menggandeng tangan Lala untuk menuju tempat di mana Al berada sekarang.
Make up yang Lala pakai saat ini tidaklah tebal, terkesan tipis tapi natural dan juga manis. Karena wajah Lala juga sudah cantik dan mani. Semua orang menatap Lala penuh kagum, kecantikan yang terpancar di wajah Lala benar-benar membuatnya menjadi pusat perhatian saat ini. Apalagi Al yang tidak berkedip sama sekali saat melihat Lala berjalan mendekat ke arahnya.
"Kamu sangat cantik Sayang," Bisik Al saat Lala duduk di sebelahnya.
Mendengar itu Lala menjadi malu, dia meremas kedua tangannya yang ada di atas pangkuan sambil menunduk, dan momen itu tidak disia-siakan oleh fotografer yang ada di sana.
Penghulu pun mulai menjabat tangan dan mengucapkan Ijab kepada Al, dan dengan satu tarikan nafas Al sudah mempersunting Lala menjadi istrinya dan mereka sudah sah menjadi suami istri.
Senyum kebahagiaan benar-benar terpancar dari wajah semua orang, apalagi saat ini Lala dan Al sedang memakaikan cincin satu sama lain dan sorak sorai gembira pun bergema di ruangan itu saat Al mencium kening Lala.
Bersambung.......
__ADS_1