
Happy reading..........
Dev duduk dengan gelisah, sesekali dia berdiri mondar-mandir di depan UGD lalu duduk kembali. Dia begitu takut kehilangan Dea, dia ingin tahu kondisi istrinya seperti apa? Tapi dokter tak kunjung keluar dari ruangan itu membuat hati Dev benar-benar gundah gulana.
Tak lama pintu ruangan UGD terbuka, dan dokter pun keluar, Dev yang melihat itu tentu saja sangat senang sekaligus takut. "Dok, bagaimana keadaan istri saya dok? Dia baik-baik saja kan? Tidak terjadi apa-apa kan dengan istri dan juga anak saya? Bagaimana dengan kandungannya dokter?" Dev langsung menyerbu dokter itu dengan segudang pertanyaan.
"Istri Bapak saat ini keadaannya sedang kritis, dan kami terpaksa harus mengoperasi kandungannya, karena bisa membahayakannya. Jadi kami harus melakukan tindakan segera Pak! Jadi kami mohon izin untuk mengoperasi istri Bapak."
"Lakukan apapun dok untuk istri dan anak saya! Selamatkan mereka dok!" Pinta Dev dengan wajah yang begitu sedih dan sudah tidak bisa digambarkan lagi. Dan bagaimana air mata juga sudah membanjiri wajah Dev.
"Baik Pak, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk anak dan juga istri Bapak. Kalau gitu silakan Bapak tanda tangani persetujuannya!" Dev yang melihat itu segera menandatangani surat persetujuan untuk dilakukannya operasi terhadap Dea dan juga anaknya.
Setelah itu dokter pun masuk kembali ke ruang UGD, sementara Dev masih di depan sambil menonjok tembok dengan kesal. Dia kesal pada dirinya sendiri, karena dia tidak bisa menjaga Dea dan juga anaknya.
"Kenapa aku turuti Dea untuk meminum es itu? Kenapa aku biarkan dia sendiri! Ya Allah, tolong selamatkanlah istri dan anakku ya Allah. Aku tidak akan pernah sanggup kehilangan mereka Ya Allah!" Ucap Dev sambil mengangkat kedua tangannya ke atas dengan air mata yang sudah tidak berhenti mengalir sedari tadi.
Mama Linda dan juga keluarganya Dea baru saja sampai di rumah sakit, mereka langsung berlari ke arah resepsionis menanyakan ruangan di mana Dea berada, setelah itu mereka berlari menuju UGD.
__ADS_1
"Dev......" Panggil Mama Linda.
Dev yang merasa dipanggil segera menengok, dia melihat Mama, Papa, dan juga keluarga mertuanya datang. Dev segera menghambur memeluk sang Mama, dia menangis tersedu-sedu diperlukan sang Mama.
"Sabar Dev, kita berdoa untuk keselamatannya Dea ya! Lalu bagaimana keadaannya Dea sekarang?" Tanya Mama Linda dengan wajah panik.
Bu siti mendekat kearah Dev, lalu menggoyang bahu Dev. "Bagaimana keadaan Dea Dev? Dia baik-baik saja kan? Tidak terjadi apa-apa kan dengan Dea?" Tanya Bu Siti dengan linangan air mata yang sudah membanjiri wajahnya.
"Kata dokter, kondisi Dea kritis. Dan sekarang lagi dilakukan operasi agar anak aku juga selamat. Ma, Buk, aku salah! Aku telah meninggalkan Dea sendirian di mobil. Ini semua salahku, aku gagal menjadi suami dan juga ayah yang baik. Aku telah membuatnya celaka Ma, Ini semua salahku!" Ucap Dev menyalahkan diri sendiri sambil memukul kepalanya berkali-kali.
Mama Linda yang melihat Dev begitu Terpukul dan menyalahkan diri sendiri pun, segera memeluk tubuh Dev dengan erat mencoba menenangkan sang anak.
"Kenapa Dea bisa kecelakaan Dev?" Tanya Ayah Rozak pada Dev, dia sedari tadi menahan sesak di dadanya tapi dengan sisa tenaganya Ayah Rojak mengangkat bicara dan bertanya kepada Dev.
Dev yang mendengar itu segera menghapus air matanya, lalu menatap ke arah Papa mertuanya. "Tadi Dea minta dibelikan cendol, lalu Dev menyuruh Dea untuk menunggu di mobil, sedangkan Dev membeli cendol itu. Tapi ternyata dia keluar dan menyelamatkan seorang anak kecil yang ingin menyeberang, dia terserempet hingga terguling," Jawab Dev dengan suara terbata dan purau, dia benar-benar tidak sanggup menceritakan bagaimana kejadian itu bisa menimpa Dea.
Hidup Dev seakan benar-benar hancur saat ini, masih sangat jelas terbayang bagaimana Dea terguling di aspal dengan perut besar. Sungguh benar-benar tidak bisa dibayangkan oleh Dev bagaimana sakitnya Dea waktu itu.
__ADS_1
Ayah Rozak yang mendengar itu menundukkan kepalanya, air matanya sudah basah dan menetes membanjiri lantai. Tangannya terkepal kuat menahan sesak yang ada di dalam dadanya saat ini, seketika tubuh Ayah Rozak merosot ke lantai. Dia menangis tersedu-sedu dan meraung. "Putriku......!" Ucap Ayah Rozak yang sudah tidak bisa lagi menahan Isak tangisnya yang sedari tadi dia Tahan.
Sedangkan Bu Siti yang melihat suaminya seperti itu, benar-benar sudah tidak bisa menahan diri lagi. Dia pingsan di dalam dekapan Sang putra, semua orang menjadi panik. Akhirnya Ibu Siti dibawa ke salah satu ruangan untuk diperiksa oleh dokter.
"Ini semua salah aku! Aku tidak menjaga Dea dengan baik, aku tidak bisa menjaga putriku dengan baik Ma! Aku suami dan Ayah yang gagal!" Ucap Dev terus menyalahkan diri sendiri.
Mama Linda dan juga Papa Bachtiar memeluk tubuh anaknya, mencoba menguatkan anaknya agar tidak terus menyalahkan dirinya dan terpuruk.
"Kita berdoa Dev, kamu adalah seorang suami juga seorang Ayah! Kamu harus kuat, kamu nggak boleh lemah kayak gini. Kalau Dea tahu kamu lemah kayak gini? Bagaimana dia akan bertahan? Kamu adalah kunci dia untuk bertahan, kalau kamu lemah, maka Dea pun ragu untuk bertahan. Maka kamu harus kuat Dev, kamu harus kuat!" Ujar Papa Bachtiar menyemangati Dev.
Mendengar ucapan Papanya, Dev menghapus air matanya dengan cepat.
"Papa benar aku harus kuat! Aku nggak boleh lemah, aku harus kuat di hadapan Dea dan juga putriku. Aku adalah seorang suami dan Ayah aku harus kuat!" Ucap Dev yang kembali terisak.
Sungguh tidak bisa digambarkan saat ini perasaan Dev seperti apa? Hancur berkeping-keping, itu yang dia rasakan, sesak bagai tiada udara yang masuk ke dalam rongga paru-parunya, apalagi saat melihat bagaimana istrinya terpental dan berguling di di aspal. Membuat dadanya sesak, air matanya sudah benar-benar tidak bisa dihentikan, suaranya bahkan bagai tercekat di tenggorokan.
"Ya Allahu Robbi, engkau yang memiliki zat segalanya. Engkaulah yang menciptakan seluruh makhluk hidup! Engkau pula yang memberikanku jodoh, maka aku mohon kepadamu ya Allah, selamatkanlah jodohku. Selamatkanlah anakku! Selamatkanlah mereka ya Allah, karena mereka adalah berlian di dalam hidupku!" Pinta Dev sambil mengangkat kedua tangannya dan kembali terisak.
__ADS_1
Bersambung..........