Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Permintaan Aneh Nina


__ADS_3

Happy reading....


Pagi ini semua sudah kumpul di meja makan untuk sarapan, bahkan Nina dan Fahri pun sudah berada di sana. Semua wajah-wajah bahagia terpampang jelas di di wajah mereka.


Namun ada insiden lucu pagi ini yang menyita perhatian banyak orang di meja makan.


"Mas aku mau buah jeruk dong!" Pinta Nina pada Fahri yang berada di sampingnya setelah sarapan selesai, dia melihat tumpukan buah-buah yang ada di atas meja makan dan membuat Nina benar-benar ngiler.


Fahri mengangguk lalu mengambil satu buah jeruk dan mengupasnya, kemudian dia menyuapi Nina. Tapi baru saja dua suapan, Nina sudah berujar kembali. "Mas aku juga mau apel," Ucap Nina.


"Sayang, tapi ini kan jeruknya belum habis? Dihabiskan dulu baru nanti makan apel," Ucap Fahri "Nggak mau! Aku mau Apel, anggur, jeruk, strawberry, pisang, melon, dan juga pepaya jadi satu Mas di dalam satu mangkuk, terus jangan lupa dikasih kecap," Jelas Nina dengan panjang lebar.


Ucapan Nina itu membuat semua yang ada di meja makan menganga dengan mata membulat. Mereka saling melirik satu sama lain, karena mendengar permintaan Nina yang begitu aneh menurut mereka.


"Nin, kamu ada-ada aja! Masa Iya buah sama kecap? Rasanya ya aneh lah?" Heran Dea dengan alis bertaut dan menatap sahabatnya itu dengan tatapan heran.


"Nggak tahu De, aku lagi pengen kayak gitu!" Jawab Nina sambil terus menggoyangkan bahu Fahri untuk membuatkan yang di mau.

__ADS_1


"Mungkin Nina memang lagi ngidam, memang kalau orang ngidam itu pasti aneh-aneh permintaannya," Ujar Mama Linda.


"Tapi apa Iya Ma buah dicampur kecap? Dea waktu ngidam nggak kayak gitu Ma?" Timpal Dev dengan heran, sebab dia ingat waktu kehamilan Dea masih muda, Dea tidak pernah ngidam makanan aneh seperti itu.


"Orang ngidam itu tidak harus makan-makanan asam terus, ada yang aneh-aneh yang nggak biasa dia makan, akhirnya dia suka. Yang nggak dia doyan dia suka makan, yang seperti Nina sekarang mau juga bisa." Jelas Mama Linda.


Al, Hazel dan Dilon saling menatap satu sama lain. Al kemudian menatap ke arah istrinya, dia membayangkan jika suatu hari nanti Lala ngidam bahkan mungkin lebih aneh. Dia membayangkan jika Lala bahkan meminta jus cabe dicampur dengan kecap, Al tidak bisa membayangkan itu. Seketika dia bergidik ngeri dan semua memandang ke arah Al dengan heran.


"Sayang kamu kenapa?" Heran Lala saat melihat suaminya bergidik.


"Nggak apa-apa, aku cuma bayangin aja kalau nanti kamu hamil terus kamu ngidam, jangan yang aneh-aneh ya sayang! Yang enak-enak aja kalau ngidam. Kalau bisa ngidamnya dekat aku aja, jangan jauh-jauh." Jelas Al., mendengar itu Lala langsung mencubit paha Al dengan keras dan menatap suaminya itu dengan tajam. Dia malu sebab semua orang sekarang teralih ke arahnya.


"Loh kenapa harus malu? Jan yang aku bilang bener. Lebih baik kamu ngidamnya yang enak-enak aja, deket-deket sama aku terus nggak apa-apa kok. Kalau perlu kita nggak bisa terpisahkan 24 jam," Ujar Al dengan manis.


"Woii.... Ingat di sini masih ada jomblo," Timpal Hazel sambil memutar bola matanya dengan malas, sementara semua orang terkekeh,


Fahri membuatkan makanan yang Nina pesan, setelah itu dia mengantarkan makanan itu ke ruang keluarga di mana semuanya sedang berkumpul saat ini. Sedangkan Lala dan Al sudah pulang ke rumah mereka, sebab Mama Rose sudah menelpon Al dan menyuruhnya untuk pulang.

__ADS_1


"Ini Sayang pesanan kamu, dihabiskan ya!" Ucap Fahri sambil membawa sebuah piring yang berisi dengan buah-buahan dicampur dengan kecap.


Nina mengangguk lalu memakan buah itu satu persatu. Semua mata yang ada di ruang keluarga menatap Nina dengan tatapan heran, mereka meneguk ludahnya dengan kasar termasuk dengan Dea. Dia bahkan tidak bisa membayangkan rasa apa yang ada di lidah Nina saat itu, membayangkannya saja membuat Dea benar-benar mual.


"Gimana sayang rasanya enak?" Tanya Fahri dengan mata menyipit.


"Euuum, enak banget sayang! Kamu mau?" Tawar Nina sambil mengarahkan satu buah melon yang sudah dilumuri kecap ke arah mulut Fahri, dengan cepat Fahri menggeleng sambil menutup mulutnya.


"Nggak sayang, aku udah kenyang. Kamu aja!" Tolak Fahri namun Nina memaksa.


"Ayolah sayang, kalau kamu nggak mau nanti anak aku ileran loh, aku nangis nih," Ancam Nina dengan manja.


Dengan terpaksa Fahri pun membuka mulutnya dengan mata terpejam dan wajah sangat menyedihkan. Semua yang berada di sana menatap Fahri dengan wajah yang begitu tegang, apalagi saat buah itu masuk ke dalam mulut Fahri.


"Ayo sayang dikunyah," Ucap Nin, Fahri mengangguk dengan wajah yang sudah tidak bisa diartikan lagi. Wajah Fahri benar-benar bergidik menahan rasa yang campur aduk, manis, asin dan juga gurih menjadi satu dan itu benar-benar membuat Fahri mual.


"Gimana Sayang, enakan?" Tanya Nina, Fahri hanya mengangguk dengan wajah mesem-mesem, setelah itu dia langsung berlari ke dapur dan memuntahkan makanan yang ada di mulutnya. Setelah itu dia meminum air sebanyak-banyaknya, sebab rasanya benar-benar tidak enak Fahri merasa seperti memakan kecap tanpa campuran apapun dan rasanya benar-benar tidak bisa diartikan oleh Fahri.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2