
Happy Reading😘
Dev datang ke kantor dengan wajah bahagia, sangat terlihat jelas pancaran kebahagiaan dari wajah Dev.
Semua karyawan yang melihat itu tentu saja sangat bingung, pasalnya Dev tak pernah tersenyum begitu saat masuk kantor.
"Eh, kayaknya Tuan Dev lagi seneng deh! Dari tadi senyum mulu?" Ucap salah satu karyawan pada teman nya sambil berbisik.
"Iya kayaknya. Tapi biarkan saja lah, itu bukan urusan kita. Tapi, kalau lihat Tuan Dev tersenyum gitu kok gw jadi klepek klepek ya."
Desas desus bisik bisik para karyawan pun terdengar ke telinga Al yang baru saja sampai.
Dia pun langsung menuju ruangan sahabatnya itu, karena Al juga penasaran.
Saat Al masuk ke ruangan Dev, ternyata benar apa yang di katakan para karyawan. Dia melihat Dev sedang tersenyum sambil melihat ponsel.
"Woy, Lo kenapa? Senyum senyum kayak kurang obat aja! Lo lagi dapet tender gede hah?"
"Dasar Lo asisten gak ada sopan santun! Pake ngatain Bos Lo gila. Gw potong semua gaji Lo baru tahu." Ketus Dev.
"Ya lagian Lo kenapa? Kayaknya hari ini Lo bahagia banget?"
"Gimana gw gak bahagia Al! lo tahu, sebentar lagi gw akan jadi Dady Al. Dady...." Ucap Dev dengan bahagia.
"Waaw, maksud Lo Dea lagi hamidun?"
"Hamil Al, bukan hamidun." Kesal Dev.
"Iya kan sama saja! Tapi, selamat ya Bro. Gak gw sangka topcer juga kecebong Lo." Al memeluk sahabat nya itu dan menepuk bahu Dev.
"Iya dong, Dev gitu loh! Kecebong gw mah, kecebong super. Jadi cepet dia beranak pinak nya."
Mendengar itu, Al berdecak. Dev jika di puji pasti akan bangga setinggi langit.
"Lah, kecebong katak aja bangga." Ledek Al
__ADS_1
"Yee... Sirik aja Lo!"
🌹
🌹
🌹
Di kamar Dea sedang duduk di balkon sambil video call sama Nina.
Tapi sebelum itu Dea juga sudah menelfon keluarganya dan memberitahu soal kehamilan nya. Tentu saja keluarga Dea sangat senang mendengar itu.
"Sekali lagi selamat ya De. Gw juga harap, gw bisa nyusul Lo." Ucap Nina di sebrang sana.
"Iya Nin, makasih. Aamiin.... Semoga kamu juga cepet nyusul ya!"
"Aamiin..... Oh ya De, aku penasaran deh sama orang yang merusak sawah Ayah kamu! Apa pelakunya belum ketahuan De?"
"Belum Nin. Do'ain ya Nin, supaya pelakunya cepat tertangkap."
"Iya De, itu pasti."
Mereka seperti dua orang yang sudah bertahun-tahun tidak telfonan dan mengobrol.
"Sayang, ini Mama bawain kamu rujak. Enak kan panas panas gini makan rujak." Ucap Mama Linda yang datang ke balkon.
Untung saja Dea dan Nina sudah selesai menelfon.
"Iya Ma, waaaa.. Kayaknya enak nih Ma." Ucap Dea sambil mengambil jambu air merah dan mencoel sambal nya.
"Gimana sayang? Enak kan?"
"Iya Ma, enak banget."
"Ma, kak Dira mana? Di ajak aja sini Ma ngerujak."
__ADS_1
"Oh, Dira. Dia tadi pamit sayang mau senam ibu hamil."
Dea mengangguk paham lalu dia pun memakan rujak itu bersama Mama mertuanya.
🌹
🌹
🌹
Lala saat ini sedang berada di makam sang Papa, dia ingin mencurahkan segala sesuatu pada sang Papa.
Dia juga curhat soal pertunangan nya bersama Al. Dan Lala juga bilang jika ia sangat beruntung bisa bertemu Al dan keluarga nya.
"Pa, Lala pulang dulu ya! Nanti Lala akan sering sering kesini, dan nanti Lala akan bawa Kak Al kesini." Ucap Lala sambil mengusap batu nisan itu.
Setelah membacakan do'a untuk sang Papa di atas sana. Lala pun pergi dari area pemakaman itu.
Dia menaiki taksi yang di pesan nya.
Tapi Lala tak langsung pulang ke rumah Al. Dia singgah dulu ke suatu tempat yang dulu pernah menjadi sebuah kebahagiaan buat Lala.
Tempat dimana disana tumbuh rasa sayang dan cinta, sekaligus tempat awal penderitaan Lala dan Papa nya. Tempat yang begitu banyak menyimpan banyak kenangan manis dan pahit buat Lala.
"Ternyata rumah ini tak pernah berubah." Gumam Lala di dalam taksi sambil memperhatikan sebuah rumah mewah.
Ya, Lala pergi ke rumah nya dulu. Rumah dimana ia pernah tinggal dan bahagia. Rumah mewah yang selalu di junjung oleh sang Mama dulu.
Rumah yang memberikannya kebahagiaan sekaligus penderitaan. Air mata Lala seketika menetes saat mengingat semua kenangan di dalam rumah itu.
Begitu sangat sesak hingga menbuat Lala memukul dada nya.
"Jalan pak." Ucap Lala pada pak supir.
Lala menghapus air mata nya, saat ini yang Lala tuju adalah masa depan. Tapi untuk kuliah saja Lala rasanya sudah tak mau.
__ADS_1
Tapi paksaan dari Mama Rose dan Al, membuat Lala harus melanjutkan kuliahnyakuliahnya kembali.
Bersambung.......