
Happy Reading 😘😘
Alvin baru sampai di apartemen nya, dia melihat jika Lala sudah tak ada di sana. Mungkin Lala sudah pulang pikir nya. Alvin juga melihat ruangan Apartemen nya sangat rapih dan bersih serta wangi.
"Bagus juga kerja gadis itu?" Ucap Alvin sambil mengelap meja dengan jarinya dan tak menemukan debu sedikitpun.
Al berjalan ke dapur untuk mengambil air minum, namun saat ia ingin membuka kulkas Al melihat sebuah Note yang di tempel di pintu kulkas bagian atas.
Al membaca nya, lalu seketika sebuah senyuman terbit di bibir nya. Dia melihat sebuah panci kecil yang masih nangkring di atas kompor lalu membuka nya.
"Eeummm... Wangi juga! Aku kok jadi laper ya?"
Alvin pun memanaskan sop daging itu lalu mengambil nasi yang sudah di masak Lala. Setelah itu dia makan.
Sedangkan di lain tempat. Dev juga baru sampai di mansion. Dev langsung mandi dengan air yang sudah Dea siapkan.
Dea juga sudah menunggu Dev di ranjang untuk membahas soal pernikahan Nina nanti.
15 menit Dev pun selesai membersihkan dirinya. Lalu ia mengambil baju ganti di atas ranjang yang sudah Dea siapkan.
Sedangkan Dea pura pura membuka ponsel nya untuk menghindari tatapan mata nya yang melihat jika Dev sedang bertelanjang dada.
Eekhm.
Dev berdehem kecil agar Dea menengok, tapi Dea pura-pura tak mendengar nya. Dia masih fokus membalas chat Nina.
Dev yg melihat itu mendengus kesal, lalu duduk di samping Dea dan menyenderkan kepala nya di bahu Dea.
Seketika aroma shampoo menguar ke indra penciuman Dea.
"Kamu lagi chatan sama siapa sih? Sibuk banget?" Ketus Dev.
Dea menaruh ponsel nya di atas nakas.
"Lagi chatan sama Nina Mas! Oya Mas, ada yg mau Dea bicarakan sama Mas." Ucap Dea.
"Apa itu?" Tanya Dev sambil merebahkan badan nya dengan kepala di atas pangkuan Dea.
Tangan lembut Dea mengusap rambut Dev dan memijat pelan kepala Dev. Membuat lelaki 25 tahun itu memejamkan mata nya, meresapi nikmatnya pijatan tangan sang istri.
"Aku mau pulang Mas!" Ucap Dea.
__ADS_1
Dev seketika membuka mata nya dan langsung duduk dengan wajah terkejut.
"Apa! Pulang? Tapi kenapa sayang? Sayang, aku tahu aku belum bisa membahagiakanmu? Aku tahu aku pria yang buruk, dan aku masih berusaha mencintaimu! Ku mohon jangan pulang. Kamu kan janji kalau kita akan berjuang?" Ucap Dev sambil memegang tangan Dea.
Entah kenapa saat Dea mengatakan ingin pulang, membuat Dev merasa sakit dan tak rela.
Dada nya terasa sesak seketika, entah kenapa dia seakan tak mau mengakhiri kebersamaan nya dengan Dea.
"Tapi Mas aku---"
"Sayang, aku tahu kamu marah sama aku gara gara waktu itu? Tapi jujur sayang, di hati ini sudah ada kamu! Walaupun aku masih meyakinkan itu." Jujur Dev.
Dea terdiam mendengar ucapan Dev, ada rasa bahagia saat Dev mengatakmengatakan jika ia sudah ada di hati Dev.
Dea membalas genggaman tangan suaminya. Dapat Dea lihat di kedua netra hitam Dev jika ada rasa tak rela di sana.
"Mas, bukan itu yang mau aku sampaikan?" Tutur Dea
Dev menatap Dea dengan wajah heran dan alis bertaut.
"Lah, tadi kamu bilang mau pulang?"
"Iya Mas, memang benar. Tapi aku pulang itu untuk suatu hal?" Jelas Dea.
"Nina sahabat aku mau menikah 2 minggu lagi Mas. Jadi aku mau minta izin sama kamu untuk pulang! Aku mau menghadiri pernikahan dia Mas."
Ada rasa lega di hati Dev saat mendengar ucapan istrinya itu. Dia pikir tadinya Dea minta pulang itu karena mau pisah sama Dev, tapi ternyata dia salah.
"Hehe.... Aku pikir kamu mau--"
"Mangkannya Mas, kalau aku ngomong itu di dengerin dulu! Ini mah ngomong juga belum selesai, udah main potong aja? Macam Es potong aja Mas, Mas.... " Heran Dea sambil menggelengkan kepala nya
"Ya kan Mas panik sayang! Mas pikir kamu mau pergi?"
"Gak ada alasan saat ini yang bisa membuat aku pergi Mas." Ujar Dea.
"Jadi gimana? Mas izinin aku kan?"
Dev mengangguk " Iya sayang! Nanti kita kesana sama sama. Tapi, sahabat kamu itu mau nikah sama siapa? Emang dia laku?" Ledek Dev.
Dea mencubit lengan suaminya dengan gemas.
__ADS_1
"Sembarangan! Semua manusia itu di ciptakan berpasangan Mas. Nina mau nikah sama laki laki yang dulu pernah Mas tonjok." Jelas Dea
Dev terdiam seakan memutar memorinya. Dia mengingat pria yang dia tonjok.
"Gak tahu sayang! Siapa sih?" Bingung Dev, sebab yg Dev tonjok banyak.
"Itu loh Mas, kak Fahri."
"Fahri..... Oh si curut itu? Jadi dia mau nikah sama sahabat kamu? Kok bisa?" Tanya Dev dengan wajah kaget.
"Iya bisa lah Mas. Mereka itu di jodohkan oleh orang tua nya Mas. Lagian kenapa Mas nyebut kak Fahri dengan curut?"
"Ya emang dia curut? Tapi bagus deh kalau dia menikah? Artinya dia gak akan ngejar ngejar kamu lagi?"
Dea yg mendengar itu malah tertawa. Dev yang melihat istrinya tertawa seketika menjadi bingung.
"Kenapa ketawa?" Bingung Dev.
"Ya lagian Mas ada ada aja! Emang nya kak Fahri ngejar-ngejar aku?"
Tok
Tok
Tok
Baru saja Dev akan menjawab, tiba tiba pintu di ketuk.
Dea yang mendengar itu segera turun dari ranjang, dan membuka pintu kamar.
Dan ternyata yang mengetuk adalah Arumi.
"Arumi, kenapa sayang?" Tanya Dea.
"Aunty, kata Oma suruh kebawah buat makan malam."
"Yasudah yuk! Mas, Mama nyuruh makan malam, turun yuk!" Ajak Dea.
Dev mengangguk lalu mengikuti kedua wanita itu turun ke bawah.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya dears😘sebab itu sangatlah berarti bagi author🙏Dan jangan lupa ikutan giveaway nya ya😍
__ADS_1
Bersambung......