Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Holstentor


__ADS_3

Happy reading.............


Setelah kepergian keluarga Hazel, saat ini Nina tengah duduk bersama dengan kedua orang tuanya di ruang tengah. Tanggal pernikahan Nina dan Hazel pun sudah ditentukan, dan mereka akan melaksanakan pernikahan dalam waktu dua minggu lagi, dan untuk pernikahan mereka juga sudah diurus oleh orang-orang Hazel.


"Bu, bagaimana ya sama ancamannya Mas Fahri tadi? Jujur, Nina takut Bu, Pak. Nina takut, jika nanti Mas Fahri akan mengacaukan pernikahan Nina dan juga Bang Hazel."


"Kamu tenang saja ya! Ibu yakin kok, kalau Hazel sudah menyiapkan penjagaan untuk pernikahan kalian. Dan itu kenapa, pernikahannya juga akan dilangsungkan di kediaman Hazel kan? Dan Ibu yakin, jika Hazel pasti tidak akan membiarkan Fahri masuk ke sana, karena pasti penjagaannya sangat ketat."


Mendengar ucapan ibunya, Nina sedikit merasa lega. Dia membenarkan apa yang ibunya katakan, jika pasti Hazel akan memberikan penjagaan yang ketat, dan tidak akan memberikan Fahri untuk masuk dan mengacaukan acara sakral mereka.


Setelah berbincang, Nina pun masuk ke dalam kamarnya. Dia berencana akan menelpon Dea, untuk mencurahkan isi hatinya. Karena, entah kenapa Nina tidak mau bercerita kepada orang tuanya, dia tidak ingin menjadi beban pikiran bagi orang tuanya. Karena Nina tahu, mereka sudah terlalu banyak memikirkan masalah, dan Nina tidak ingin menambah itu.


Nina memegang ponselnya, dia hendak menelpon Dea, tetapi Nina ragu. Dia takut jika akan mengganggu Dea, akhirnya dia pun mengirim pesan kepada Dea, tetapi sudah 10 menit tidak ada balasan dari Dea, dan Nina yakin jika Dea sedang bersama dengan suaminya. Dia tidak ingin mengganggu waktu kebersamaan Dea dengan Dev, beserta juga Berlian.


"Sebaiknya, aku telepon nanti malam saja deh. Takutnya nanti ganggu Dea di sana! Nggak enak sama Dev," gumam Nina, sambil menaruh teleponnya kembali di atas nakas.

__ADS_1


-----------------------


Di lain tempat Dea sedang menghabiskan waktu bersama Dev dan juga Berlian. Mereka mengelilingi kota Jerman ke tempat-tempat indah, untuk bersua foto menyimpan kenangan, jika Dea pernah bersama dengan orang-orang yang dia cintai pergi ke negara itu.


Saat ini DeDev dan juga Dea sedang berada di Holstentor. Sebuah tempat wisata yang berbentuk kastil yang berada di Jerman, mereka sedang menyambangi tempat itu untuk bersua foto dan juga bersenang-senang menikmati pemandangan.


"Wah... Mas, ini kayak yang di film-film masa kerajaan ya. Ada kastilnya gitu, ini bekas apa sih?" Tanya Dea dengan penasaran.


Dea juga menanyakan sejarah tentang kastil itu kepada Dev. "Sebenarnya, benteng ini didirikan pada tahun 1464,dan awalnya benteng Ini dijadikan sebagai gerbang kota dengan menara berbentuk bundar utara dan selatan, dengan gerbang berbentuk Arka. Sekarang bangunan ini dijadikan museum, karena untuk mempertahankan sejarah kota yang telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1987," jelas Dev kepada Dea.


----------------------------


Di tempat lain, tepatnya di kediaman Blossom. Saat ini Lala dan juga Mama Rose, sedang duduk di ruang tamu sambil menikmati rujak buatan Lala.


Dan saat ini kandungan Lala sudah memasuki 4 bulan, dan sebentar lagi mereka akan mengadakan acara tasyakuran 4 bulan untuk Lala di kediaman Blossom.

__ADS_1


"Nak, kamu mau acara seperti apa?" Tanya Mama Rose kepada Lala.


"Aku nggak mau gimana-gimana Ma. Yang penting kita undang anak yatim aja buat acara nanti. Nggak usah yang mewah-mewah, sederhana aja. Tapi kalau Mama mau mengundang beberapa teman Mama juga tidak apa-apa, biar acaranya makin rame dan makin berkah," ujar Lala sambil memakan mangga muda dan mencoelnya dengan sambel kacang.


Di kehamilan Lala saat ini, dia begitu sering memakan buah-buahan yang asam. Bahkan makanan yang manis Lala sama sekali tidak suka, malah akan langsung muntah. Seperti teh manis atau pun makanan sejenis pisang. Lala lebih suka makanan yang asam-asam, seperti jeruk peras, mangga muda, dan juga belimbing wuluh.


Pernah suatu malam, Lalan ngidam ingin mangga muda. Padahal Jam sudah menunjukkan jam 02.00 pagi, dan mau tak mau Alvin pun mencari di mana ada mangga muda berada, tetapi setiap penjual buah yang dia datangi tidak ada mangga muda. Akhirnya saat Alvin melewati jalan raya, dia melihat pohon mangga di pinggir jalan dan akhirnya Alvin pun memanjat pohon itu untuk mengambil mangga demi istrinya, dan sampai jatuh hingga membuat tangannya memar.


"Oh iya Mah, nanti aku mau ke makam Ayah ya! Aku mau ziarah, sudah lama juga aku tidak ke sana," pinta Lala kepada Mama Rose.


"Boleh sayang, nanti kamu ditemani Alvin ya ke sana! Jangan sendirian, ingat lagi hamil."


Lala menganggukkan kepalanya, kemudian dia pun memakan rujak yang ada di hadapannya kembali dengan lahap.


Bersambung. . ........

__ADS_1


__ADS_2