Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Benar Benar Terjadi


__ADS_3

Happy Reading.......


"Dev, kandungan Dea kan sekarang sudah memasuki umur 7 bulan. Kalian harus belanja keperluan bayi untuk anak kalian nanti," Ujar Mama Linda saat berada di meja makan.


"Iya bener tuh kata Mama, kalian harus belanja keperluan anak kalian. Kamu juga Dev, ambil cuti lah masa kerja terus? Istri kamu juga perutnya udah besar kayak gitu?" Timpal Papa Bachtiar.


Dave menoleh ke arah Dea. "Bagaimana sayang?" Tanya Dev pada Dea.


"Iya Mas, nanti kita belanja ya buat keperluan anak kita. Tapi sebelum itu kita ke rumah sakit dulu buat cek kandungan aku, kan besok sudah jadwalnya!" Ujar Dea, Dev mengangguk lalu mereka pun menghabiskan makan malamnya.


--------------------------


Pagi ini Dea dan juga Dev sudah siap untuk pergi ke rumah sakit, mereka akan cek up kandungannya Dea. Dev juga tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin dari anaknya, sebab selama ini setiap mereka USG mereka tidak mau jika mengetahui jenis kelamin anak mereka sebelum 7 bulan.


"Ma, Pa, kalau gitu Dev sama Dea berangkat dulu ya!" Pamit Dev kepada Mama dan Papanya.


"Iya hati-hati jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya. Ingat kamu bawa istri dan anak kamu," Ucap Mama Linda sambil mengingatkan Dev.


"Iya Mah, kalau gitu Dev Sama Dea pamit ya Assalamualaikum....."


"Waalaikumsalam.....!"


Selama dalam perjalanan Dev tidak henti nya mengelus perut Dea, dan Dev begitu bahagia sebab hari ini dia kan mengetahui jenis kelamin anak mereka itu boy atau girl.


"Sayang kamu maunya anak kita perempuan atau laki-laki?" Tanya Dev kepada Dea.


"Kalau aku terserah Allah, mau ngasih perempuan ataupun laki-laki, aku syukuri aja. Lagian mau perempuan ataupun laki-laki, mereka tetap rezeki dan anugerah yang Allah berikan kepada kita. Jadi kita harus bersyukur!" Jawab Dea sambil mengelus perutnya dengan lembut dan sesekali dia memekik kaget saat perutnya ditendang oleh sang anak.

__ADS_1


"Aku mau deh anakku kelak sifatnya seperti kamu! Baik, sopan, solehah, dan kalaupun pria aku ingin sifatnya seperti kamu yang begitu penuh pengertian, dan juga penuh kasih sayang," Ujar Dev sambil mengusap kepala Dea lalu beralih ke pipinya.


40 menit Mereka pun sampai di rumah sakit, Dev langsung menuju ke ruangan dokter yang biasanya mereka melakukan USG. "Selamat pagi Dok," Ucap Dea pada sang dokter.


"Selamat pagi Ibu Dea, Pak Dev, silakan Ibu Dea berbaring di atas kasur!" Ucap dokter itu sambil mempersilahkan Dea untuk berbaring di ranjang pasien.


Setelah itu Dokter wanita itu pun menyibak gamis Dea lalu menumpahkan gel yang terasa dingin di perut Dea, kemudian mulai menempelkan alat yang terhubung ke monitor yang ada di depan.


"Jadi jenis kelamin anak saya, perempuan atau laki-laki dok?" Tanya Dev dengan antusias dan nada tidak sabar.


"Selamat ya Pak, anak Bapak sepertinya berjenis kelamin perempuan," Ucap dokter itu, Dev Dan Dea saling memandang satu sama lain. Terlihat jelas raut kebahagiaan di wajah mereka, bagi mereka mau anak perempuan ataupun anak laki-laki mereka akan tetap bersyukur atas anugrah yang Allah berikan kepada mereka.


Selepas mereka periksa kandungan Dave dan Dea pun menuju mall untuk membeli perlengkapan untuk anak mereka. Karena mereka sudah tahu jenis kelamin anak mereka, maka Dev dan Dea akan membeli perlengkapan untuk bayi perempuan.


"Awas hati-hati sayang,.pelan-pelan saja!" Ucap Dev saat Dea menaiki eskalator.


Mereka pun mulai memilih dan memilah setiap barang-barang apa saja yang mereka beli, dari mulai baju, popok, kaos kaki dan perlengkapan lainnya. Kasur bayi,.stroller, ayunan bayi dan masih banyak lagi.


"Mas kalau kita belanja sebanyak ini, nanti dibawanya bagaimana?" Bingung Dea saat melihat begitu banyak barang yang mereka beli.


Dev tersenyum lalu mengelus perut Dea. "Kamu tenang saja Sayang! Nanti mereka yang akan mengantarkannya pakai truk ke rumah kita," Ucap Dev sambil mengecup kening Dea dengan lembut, dia sama sekali tidak peduli dengan tatapan orang-orang di sekitarnya.


"Mas malu ih, masa dicium di sini?" Protes Dea dengan pipi merona.


"Kenapa harus malu sayang? Kan kamu istri aku! Kecuali kamu selingkuhannya aku," Goda Dev sambil mencubit hidung dia.


Setelah membayar, Dev dan Dea menuju salah satu restoran untuk makan siang. Dev juga melihat jika dia sudah kelelahan. "Kita makan siang dulu ya sayang!" Ucap Dev namun Dea menggeleng.

__ADS_1


"Enggak Mas! Aku udah lelah, kita pulang aja yuk! Nanti makan siangnya di rumah aja." Tolak Dea karena sudah merasa kelelahan, terlebih perutnya yang semakin membesar membuat kaki Dea sakit jika harus berdiri terlalu lama.


Dev mengangkat tubuh Dea dan menggendongnya ke mobil,.dia tidak tega melihat istrinya kelelahan. "Mas kamu apaan sih? Turunin aku ih, malu tuh diliatin banyak orang Mas!" Protes Dea sambil mencoba menurunkan tubuhnya namun Dev menggeleng dengan cepat.


"Diamlah Sayang, nanti kamu akan jatuh. Aku tidak ingin terjadi apa-apa sama kamu dan juga anak kita! Kamu kan lagi kelelahan?" Ujar Dev sambil berjalan ke lantai bawah.


"Tapi Mas aku ini berat?"


"Bagiku kamu tidak berat sayang, kamu seringan kapas," Gombal Dev sambil terus berjalan. Dea tersenyum bahagia melihat perhatian Dev yang Bahkan tidak malu menggendong dirinya di depan umum.


Setelah mereka masuk mobil, Dev pun meninggalkan area Mall itu. Dan saat di tengah jalan Dea meminta Dev untuk menepikan mobilnya, sebab dia melihat ada tukang es cendol yang sedang mangkal di pinggir jalan dan dia meminta Dev untuk membelikannya es itu untuk dirinya.


Dev pun mengangguk, lalu keluar dari mobil untuk membeli es cendol. Sedangkan Dea menunggu di dalam mobil, karena Dev melarang dia keluar. Saat Dea tengah melihat suaminya menunggu es cendol yang dibuatkan oleh pedagang itu, tiba-tiba mata Dea tertuju pada satu titik di mana ada anak kecil yang ingin menyeberang jalan tetapi tidak satu orang pun yang menemaninya.


Dia melihat dari arah berlawanan banyak mobil yang berseliweran, Deaa yang melihat itu pun akhirnya keluar dari mobil. Dan saat dia keluar, dia melihat anak itu bergerak untuk menyeberangi jalan dan berbarengan dengan itu, ada sebuah mobil yang berjalan ke arahnya dengan kecepatan yang tinggi. Dea tidak tinggal diam melihat itu dia segera berlari ke arah anak itu dan menarik tangannya.


"Dek awaaaas......." Teriak Dea sambil menarik tangan anak kecil itu, namun naas tubuh dia terserempet mobil itu hingga terguling ke Jalan. Dev yang mendengar teriakan Dea seketika menoleh ke arah sumber suara itu, dan betapa kagetnya dia saat melihat Dea terguling di jalan dan bersimbah darah. Es cendol yang baru saja diterima seketika jatuh dari tangannya, lututnya bergetar lemas saat melihat istrinya tergeletak di di pinggir jalan.


"Sayang......." Teriak Dev dengan keras sambil berlari ke arah Dea yang sudah tergeletak dan bersimbah darah.


"Sayang bangun! Sayang...... Sayang....." Teriak Dev sambil menepuk pipi Dea. Dia melihat ke arah perut Dea dan darah sudah mengalir di kaki istrinya. Dengan Sigap Dev mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke dalam mobil, setelah itu dia melaju meninggalkan tempat itu dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit. Saat ini dia tidak peduli bahkan dengan apapun, di pikirannya saat ini hanya ada Dea, Dea, Dan Dea. Dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan istrinya.


Sampai lampu merah saja Dev langgar dengan kecepatan penuh,.setelah sampai rumah sakit dia langsung memanggil suster dan menggendong istrinya menuju ruang UGD. "Sus Tolong selamatkan istri saya!" Pinta Dev pada Suster.


"Baik Pak! Bapak tenang saja, kami akan berusaha semaksimal mungkin. Bapak tunggu di sini!" Ucap Suster itu sambil menutup pintu ruang UGD.


Tubuh Dev ambruk lantai, dia benar-benar merasakan lemas di sekujur tubuhnya. Dia merasa bahwa tubuhnya tidak memiliki tulang sama sekali, bahkan badannya saja yang berlumur darah dia tidak peduli. Dia menangis meraung mengingat bagaimana kondisi Dea tadi yang sudah tergeletak tidak berdaya hanya untuk menyelamatkan seorang anak kecil. "Kenapa kamu tidak mau mendengarkan aku sayang? Kenapa kamu malah menolong dia?" Gumam Dev sambil menangis terisak.

__ADS_1


Bersambung...........


__ADS_2