
Happy reading.........
Pagi hari telah datang, Dea sedang menyiapkan sarapan untuk Dev dan juga keluarganya. Karena sudah lama dia tidak membuatkan sarapan untuk mereka.
Dengan penuh rasa syukur Dea membuatkan sarapan, bahkan senyumannya terus terpantri di wajah cantiknya. Dia sangat bersyukur kepada Allah, karena masih diberikan umur yang panjang, demi bisa bersatu dengan keluarganya kembali.
Setelah sarapan siap, Dea pun berjalan menuju ke kamar untuk melihat Berlian, sekaligus menyiapkan baju untuk Dev pergi ke kantor.
Saat Dea masuk ke dalam kamar, dia sudah melihat Dev selesai mandi. Setelah itu Dea pun mengambilkan baju,dasi dan jas, serta keperluan Dev yang lainnya.
Setelah itu Dea berjalan ke arah Berlian, dan ternyata anaknya masih tertidur pulas. Dia pun kembali ke dapur membuatkan kopi untuk Dev, setelah jadi dia membawanya ke kamar.
"Ini Mas kopinya, diminum dulu!" ucap Dea sambil menaruh kopi di atas meja.
"Nanti aku akan pulang cepat ya! Kita akan pergi untuk jalan-jalan, aku juga sudah menyuruh Al untuk mengurus keberangkatan kita ke Jerman," ucap Dev sambil meminum kopi buatan Dea.
"Loh, kok ke Jerman sih Mas?" Heran Dea sambil menatap suaminya.
"Aku kan sudah Janji sama kamu, kalau aku akan bawa kamu keliling dunia. Tapi sebelum itu, aku akan bawa kamu ke Jerman dulu, setelah itu baru kita ke Jepang."
Dea begitu terharu mendengar ucapan suaminya. Dia pikir kata-kata yang didengar dia saat koma, adalah sebuah bualan belaka. Tetapi ternyata Dev menepati janjinya.
Dev merengkuh Dea dalam pelukannya, dia benar-benar menikmati masa-masa dia dengan Dea. Apalagi selama 3 bulan ini dia hanya bisa memegang tangan Dea saja, tapi sekarang mimpi indah itu benar-benar dia rasakan.
__ADS_1
------------------------
Setelah selesai memandikan Berlian, Dea pun turun ke lantai bawah bersama dengan Dev, untuk sarapan. Dan saat sampai di sana ternyata semua sudah berkumpul, termasuk juga Alvin.
"Mama senang deh, karena kita sudah bisa berkumpul kembali dan bisa makan di meja makan ini lag. Kamu tahu! Setiap hari Mama selalu berdoa, supaya kita bisa berkumpul kembali seperti ini," ujar Mama Linda sambil menggenggam tangan Dea yang ada di sampingnya.
Mendengar itu Dea tersenyum, dia menatap semua orang yang ada di sana. Tapi Ibu Dea tidak ada, sebab keluarga Dea sudah pulang ke kampung dua hari yang lalu.
Setelah sarapan selesai, Dea pun mengantarkan Dev ke teras untuk menuju mobil. "Mas, hati-hati di jalan ya!" Ucap Dea sambil mencium tangan Dev dengan takzim.
Dev tersenyum, lalu dia mencium kening Dea, kemudian mencium Berlian. "Dady berangkat dulu ya sayang! Kamu jangan nakal-nakal sama Mama."Dev berucap kepada Berlian.
Sementara itu di kediaman Blossom, Lala sedang muntah-muntah. Dia sedari pagi terus memuntahkan apa aja yang dia makan, ataupun yang dia minum. t
Semua di nikmati oleh Lala, karena dia tahu jika itu sudah biasa dialami oleh ibu hamil. Apalagi ada Mama Rose di sampingnya, yang selalu menjaga Lala. Dan hari ini dia dan juga Mama Rose akan jalan-jalan ke salah satu mall yang ada di kota jakarta.
"Sudah siap belum Sayang?" Tanya Mama Rose saat memasuki kamar Lala.
"Iya Mah, udah." Setelah itu mereka pun berangkat diantar oleh sopir Mama Rose.
Lala memang sengaja ingin pergi ke mall soalnya dia ingin menghirup udara segar, karena beberapa hari ini dia terus di rumah. Badannya terasa lemas karena terus memuntahkan apa yang dia makan.
Sesampainya mereka di mall, Lala dan juga Mama Rose langsung menuju ke lantai 3. Mereka akan membeli sesuatu di sana karena kebetulan Mama Rose senang berbelanja.
__ADS_1
Namun saat sampai di lantai 3, Lala tidak sengaja menabrak seseorang. "Maaf..." Ucap Lala sambil membantu memunguti belanjaan orang itu yang dia tabrak.
"Tidak apa-apa Nak!" jawab perempuan separuh baya yang Lala tabrak tadi.
Belanjaannya sudah dibereskan, Lala pun berdiri bersama dengan perempuan itu. Namun saat Lala mengangkat wajahnya, dia seketika terpaku. Tubuhnya mematung dengan mata membulat, menatap wanita yang ada di hadapannya.
Sudah sekian lama Lala tidak bertemu dengan wanita itu, tapi sekarang mereka dipertemukan kembali. Tatapan Lala mengarah ke arah perut wanita yang ada di hadapannya, dan ternyata Wanita itu sudah melahirkan, dan wanita itu adalah Mama kandungnya Lala.
Melihat itu Lala langsung berbalik badan hendak meninggalkan wanita itu, tetapi dengan cepat Mama Lala menahan tangannya Lala. "Tunggu Mama Nak, kita perlu bicara."
"Lepas! Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi?" tukas Lala sambil melepaskan cengkraman tangannya.
Wanita itu menggeleng dengan cepat.
"La, Mama mohon dengarkan dulu penjelasan Mama! Mama kangen sama kamu Nak."
Kepala Lala menggeleng, lalu dia langsung berlari ke arah Mama Rose dan memeluk tubuh wanita itu. Mama Rose kaget saat melihat Lala menangis dan memeluk dirinya.
Memang saat acara pernikahan Lala dan Alvin, waktu itu. Hubungan Lala dan juga ibunya sudah membaik, tetapi semakin Lala berusaha memaafkan, hati Lala semakin sakit. Hingga pada suatu hari, dia memergoki ibunya kembali dengan pria lain. Dan itu membuat Lala benar-benar kecewa, sehingga hubungan mereka kembali renggang.
Mama Rose melihat ke belakang Lala dan ternyata ada Mama kandung Lala, dia pun mengerti dengan apa yang Lala rasakan saat ini.
Bersambung. . ........
__ADS_1