Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Permintaan Ambigu


__ADS_3

Happy Reading


Di suatu tempat, di sebuah villa di tengah Pulau, seorang perempuan dengan pakaian pelayan sedang membersihkan sebuah ruangan. Dia mengepel lantai itu hingga bersih, keringat pun sudah mengucur di seluruh badannya sebab sehabis subuh dia selalu sibuk dan baru beristirahat malam hari.


Dia adalah Amber mantan kasih Dev. Dillon dan juga Hazel sengaja tidak menghabisi Amber waktu itu, sebab mereka tidak tega. Pada akhirnya Amber dijadikan pelayan di villa itu oleh Dillon, dia menyuruh Amber setiap hari untuk membersihkan Villa sebesar itu sendirian. Dan di sana juga sudah ditaruh pengawal untuk menjaga Amber agar tidak kabur.


"Kapan aku bisa keluar dari sini? Aku ingin melihat kehidupan di luar," Ucap ember sambil menatap ke arah luar jendela yang terlihat hanya lautan lepas.


"Apa ini takdirku! Apa aku akan selamanya di sini dan akan menjadi budak seksnya Dilon?' Batin Amber sambil menerawang jauh menatap lautan yang tidak tahu ujungnya.


Bahkan badan Amber saja sudah terlihat sangat kurus karena beberapa bulan ini dia benar-benar tertekan dikurung terus, apalagi jika Dilon pulang ke situ, tak ayal dia sering menyiksa dan memukul tubuh Amber.


Setelah membersihkan ruangan yang ada di lantai 2, Amber pun turun ke bawah untuk memasak masakan untuk pengawal yang ada di sana. Setiap hari kegiatannya tidak pernah berubah, hanya bersih-bersih dan memasak. Jika dia lalai sedikit saja maka Dilon akan langsung memberinya pelajaran melewati pengawal.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Kalian nginep di rumahnya Dev?" Tanya Mama Rose pada Lala dan Al yang baru saja sampai di rumah.

__ADS_1


"Iya Ma, soalnya Om Bachtiar nyuruh kita untuk nginep di sana, dan Dilon sama Hazel juga nginep di sana Ma!" Jawab Al.


"Mama sebenarnya ingin sekali kemarin ke sana, tapi kepala Mama pusing. Terus gimana kandungannya Dea baik-baik saja kan?" Tanya Mama Rose pada Al dan juga Lala.


"Alhamdulillah Ma, kandungannya Dea baik-baik aja," Jawab Al dengan singkat.


"Lalu Kalian kapan? Mama juga mau loh menimang cucu dari kamu Al? Masa kamu nggak mau sih jadi Dady?" Rajuk Mama sambil menatap ke arah Lala.


Al langsung merengkuh pinggang Lala. "Mama doakan saja ya! Aku dan Lala sedang proses," Ucap Al kepada sang Mama.


Mendengar itu Mama Ros langsung tersenyum bahagia, wajahnya terlihat antusias. Dia menatap kedua manusia di hadapannya. "Kalian serius? Jadi kalian udah siap punya anak?" Tanya Mama Rose dengan sumringah.


Mama Rose mengangguk, lalu memeluk tubuh Lala dengan erat. "Mama pasti doain kalian, supaya kalian cepat menjadi orang tua dan Mama bisa menjadi nenek."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Saat ini Dea tengah duduk bersama sang ibu di balkon kamarnya, dia bersandar di pundak sang Ibu sambil memegang tangan rapuh itu yang sudah mulai berkeriput.

__ADS_1


"Ibu tahu, tiada kebahagiaan yang Dea rasakan saat ini, kecuali bertemu dengan ibu. Maafin Dea ya, Dea tidak pernah pulang ke kampung. Bukan dia tidak mau tetapi Mas Dev melarang, karena takut terjadi apa-apa dengan kandungan." Ujar Dea sambil menitikan air mata kebahagiaan.


"Nggak papa sayang, Ibu juga ngerti. Ibu sangat bahagia sekali melihat kamu begitu disayang di rumah ini. Kamu memiliki suami dan juga mertua yang baik. Kamu tahu, kebahagiaan Ibu adalah melihat anak-anaknya hidup bahagia, tidak disakiti dan tidak menangis. Itu adalah kebahagiaan bagi setiap orang tua."


Dea memeluk tubuh Ibu Siti. "Bu maaf ya! Jika karena Dea, Ayah sempat celaka. Dea juga tidak tahu kehidupan orang kota begitu penuh dengan dendam jika mereka sudah diliputi rasa ambisi," Ujar Dea.


"Jangan menyalahkan diri kamu Nak! Setiap manusia itu punya sifat yang berbeda-beda, tidak semua manusia itu jahat. Hanya saja jika mereka sudah diliputi rasa ambisi itu, apalagi rasa dendam mereka akan melupakan mana yang baik dan mana yang nggak. Tapi percayalah satu hal Nak, Allah itu selalu ada untuk kita, Allah selalu melindungi kita dimanapun kita berada."


"Apa Dea boleh minta sesuatu sama ibu?" Tanya Dea.


"Boleh sayang, kamu mau minta apa sama ibu?" Ucap Bu Siti sambil mengelus kepala Dea yang tertutup dengan hijab.


"Dea mohon jaga Ayah ya Bu, jaga Kak Bagus juga. Dan jangan pernah menangis, Dea tidak ingin melihat kalian menangis. Dea sangat menyayangi kalian karena kalian adalah berliannya Dea," Tutur Dea dengan ambigu.


Bu Siti mengerutkan keningnya lalu melepas pelukan Dea. Dia kemudian menatap kedua bola mata sang putri yang sudah basah oleh air mata. "Kenapa kamu bicara seperti itu Nak? Ibu tidak suka kamu bicara seperti itu!" Tukas Bu Siti yang seketika merasa perasaannya tidak enak.


"Entah lah Bu, Dea hanya ingin bicara seperti itu saja! Dea sangat menyayangi kalian, Dea tidak mau jika kalian menangis. Sebab jika kalian bersedih Dea juga sedih, Dea mohon tetaplah tersenyum untuk Dea."

__ADS_1


"Kamu ini bicara apa sih Nak? Tentu saja ibu akan tetap tersenyum melihat kamu bahagia dan melihat Bagus bahagia. Apa yang perlu Ibu tangisi?" Bu Siti langsung memeluk tubuh Dea, dia benar-benar merasakan sesuatu yang tidak enak dengan ucapan Dea. Sedangkan Dea, dia pun tidak tahu kata-kata itu seakan meluncur dari mulutnya,.dia tidak tahu perasaan apa yang saat ini ada di dalam hatinya. Tetapi rasa itu begitu dalam, rasa yang begitu takut untuk kehilangan. Dia takut jika tidak bisa melihat senyum orang-orang yang dia sayang termasuk Dev.


Bersambung........


__ADS_2