Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Mencoba Menjaga Jarak Sejenak


__ADS_3

Happy Reading ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Dev malam ini akan menjemput Kaka nya ke bandara, sedangkan Dea kerumah sakit untuk mengantarkan makanan.


"Kamu bener tak mau ikut?" Tanya Dev.


"Maaf Mas, nggak dulu!" Jawab Dea lalu turun dari mobil dan masuk kedalam rumah sakit.


Entah kenapa sejak kejadian tadi siang, sikap Dea berubah menjadi dingin. Tak seperti biasanya yang hangat dan nyaman.


Dea berjalan masuk dengan hati yang masih tebalut luka. Luka yang basah dan masih sangat perih.


'Maafkan aku Mas, jika aku sekarang menjaga jarak darimu! Aku hanya mau membentengi diriku agar tak mudah untuk jatuh dalam pesonamu. Walaupun kamu suamiku, namun aku belum tahu kemana hatimu akan berlabuh?


Apakah kepadaku atau ke mantan pacarmu itu? Aku hanya tidak mau terlalu sakit jika nanti hatimu memilihnya Mas. Aku akan terus mempertahankan rumah tangga kita, tapi untuk membuka hatiku sepenuhnya untukmu! Aku belum bisa Mas. Aku akan lakukan itu jika aku sudah yakin kalau kamu memang mencintaiku.' Batin Dea


Krrieeett


"Assalamu'alaikum.... " Ucap Dea saat masuk kedalam ruang rawat Mama Linda.


"Waalaikumsalam.... Nak, kamu sendirian?" Tanya Papa saat Dea mencium tangan nya.


"Iya Pa! Tadi sama Mas Dev, tapi Mas Dev nya jemput kak Reza ke bandara." Jelas Dea.


Kemudian Dea menyiapkan makanan yang dia bawa untuk di nikmati kedua mertua nya.


"Nak, biar Papa saja ya!" Ucap Papa saat melihat Dea akan menyuapi Mama.


"Gak usah Pa! Papa makan saja ya. Ini biar Dea saja." Ucap Dea.


Papa pun akhirnya mengangguk, lalu memakan makan malam nya. Sedangkan Dea duduk di samping Mama Linda dan menyuapi nya.


Mama Linda sungguh terharu dengan perhatian Dea, dia benar benar beruntung bisa memiliki menantu seperti Dea.


"Nak, maafkan Dev ya! Mama berharap rumah tangga kamu dan Dev akan panjang dan langgeng." Ucap Mama sambil memegang tangan Dea.


Dea tersenyum dan membalas genggaman tangan itu.


"Ma, Dea akan berusaha mempertahankan rumah tangga Dea dan Mas Dev. Dea akan terus berusaha, tapi jika Mas Dev nya sendiri yang mengundang nya dalam rumah tangga kami, dan dia lebih memilih wanita itu, maka Dea bisa apa Ma?" Jawab Dea dengan wajah sendu.


"Mama paham perasaan kamu Nak! Pokoknya Mama dan Papa akan selalu dukung kamu, buatlah wanita jal*ng itu terhempas sayang." Ucap Mama sambil mensuport Dea.

__ADS_1


"Iya Ma! Dea akan terus berusaha."


"Papa yakin Dev gak bakal selingkuh Nak! Papa tahu Dev. Dia tipekal orang setia seperti Papa, iya gak Ma?" Timpal Papa sambil berkedip genit pada Mama Linda.


"Papa ini, udah tua juga masih aja genit?" Cebik Mama dengan nada sewot.


"Umur boleh tua Ma! Tapi jiwa harus tetap muda."


Mama memutar bola matanya nya dengan malas.


"Malu Pa! Disini ada mantu kita tahu?"


Dea benar benar bahagia telah hadir dalam lingkungan keluarga Dev. Dia benar benar bahagia melihat keharmonisan rumah tangga mertua nya.


Setelah makan malam, Dea dan kedua mertuanya pun berbincang bincang. Mereka membahas soal pesta pernikahan yang akan di gelar.


Mama dan Papa memang berencana akan menggelar acara resepsi pernikahan Dea dan Dev di sebuah hotel bintang 5.


Pintu ruangan terbuka, nampaklah Dev dan juga seorang pria tampan dan wanita serta anak kecil masuk kedalam ruangan itu.


Pria di sebelah Dev langsung memeluk Papa Abraham dan mencium tangan nya. Begitu pun dengan wanita dan anak kecil itu.


"Kabar baik Za." Jawab Mama


Pandangan Reza teralihkan ke Dea, dia tersenyum dan mengulurkan tangan nya.


"Kamu pasti Dea kan? Saya Reza kakak nya Dev, dan ini istri saya nama nya Indira, dan anak perempuan kami namanya Arumi." Ucap Reza.


"Saya Dea Kak! Salam kenal." Ucap Dea sambil tersenyum hangat pada Reza dan istrinya.


"Dev, kamu pandai sekali pilih istri? Dia sangat cantik dan anggun." Puji Indira.


"Iya dong Kak!" Bangga Dev, sedangkan Dea hanya diam dengan senyuman nya.


"Halah, kalau gak di pilih Mama mah, mana bisa dia menikah sama Dea?" Sindir Mama.


Reza mendekat ke arah sang Mama, lalu memeluk nya dan mencium kening nya. Terlihat jelas raut wajah kecemasan di wajah tampan Reza.


"Ma, kenapa Mama bisa sakit? Apa yang membuat Mama begini?" Cemas Reza.


"Kamu Tanya aja tuh sama adikmu itu? Apa yang membuat Mama begini?" Ketus Mama Linda sambil melirik ke arah Dev.

__ADS_1


Sedangkan yang di lirik hanya menunduk takut.


"Dev, apa yang kamu lakukan?" Tanya Reza.


Dev terlihat sangat gugup, dia tak berani menatap sang kaka. Orang yang dia takuti selain Mama Papa nya adalah Reza, kakak nya.


"Eum, itu Kak.... Anu...."


"Anu apa!" Bentak Reza


"Za, nanti saja kita bahas di rumah! Ini kan rumah sakit, jadi jangan ribut di sini." Ucap Papa menengahi.


Huuff


Reza menghela nafas nya lalu menatap Dev dengan tajam.


"Awas kau Dev nanti di rumah." Ancam Reza.


Dea melihat anak kecil wanita yang terus melihat ke arah nya dengan wajah malu malu. Dia pun berjongkok di hadapan anak itu.


"Hallo cantik, nama kamu siapa?" Tanya Dea dengan lembut.


"Arumi Aunty." Jawab Arumi dengan wajah menunduk.


"Kenalkan, nama Aunty, Dea. Kamu boleh panggil Aunty dengan Aunty Dea." Ucap Dea sambil mengulurkan tangan nya.


Arumi dengan ragu menjabat tangan Dea.


"Aunty sangat cantik! Aunty juga baik. Arumi suka Aunty. Aunty jangan sedih ya, nanti Arumi beliin eskrim." Ucap Arumi.


Dea tersenyum dengan bingung, sementara Indira langsung memeluk anak nya.


"Maafkan Arumi ya De. Dia memang begitu, kalau bicara suka nyeplos!" Ucap Indira dengan senyum canggung.


"Gak papa kak! Nama ya juga anak kecil?" Jawab Dea.


Sebenarnya Dea cukup bingung, kenapa Arumi bisa tahu kalau dia memang sedang bersedih. Apa sangat ketara di wajah nya jika Dea sedang sedih.


Padahal Dea sudah menyembunyikan nya dengan apik, agar tak bisa dilihat oleh Dev maupun mertua nya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2