
Happy Reading 😘
Hari ini sudah tepat 1 minggu Dea dan Dev liburan. Dan saat ini mereka sudah berada di jalan menuju Mansion Bachtiar.
Selama dalam perjalanan dari Singapura ke Indonesia, Dea terlihat sangat lemas bahkan wajahnya sedikit pucat.
Dev pikir mungkin istrinya itu mabuk perjalanan.
"Sayang, kamu kenapa?" Panik Dev saat melihat Dea oleng saat turun dari mobil.
Untung saja Dev segera menangkap tubuhnya.
"Gak papa Mas, aku hanya pusing saja. Mungkin mabuk perjalanan." Jawab Dea sambil memegangi kepala nya.
Dev tak bisa membiarkan itu, dia pun menggendong Dea hingga kedalam rumah.
"Dev, Dea kenapa?" Tanya Mama Linda dengan wajah cemas.
"Gak papa Ma! Hanya mabuk perjalanan saja." Ucap Dev.
Setelah itu dia pamit untuk membawa Dea ke kamar nya. Dengan susah payah Dev membuka pintu kamar, dan membaringkan tubuh Dea dengan perlahan.
"Kamu istirahat dulu ya sayang." Ucap Dev.
Dea mengangguk, lalu memejamkan mata nya. Sejujurnya Dea sedang menahan sakit di kepala nya yang teramat sangat.
Itu kenapa wajahnya terlihat pucat.
"Sayang, aku panggil dokter dulu ya." Ucap Dev dengan panik.
"Nggak usah Mas. Aku hanya butuh istirahat saja." Tolak Dea
Dev pun tak mau memaksa walau sebenarnya dia sangat cemas. Pintu kamar terdengar berbunyi karena ketukan.
Lalu Mama Linda pun masuk kedalam dengan sebuah cangkir di tangan nya.
__ADS_1
"Nak, Mama buatkan teh hangat buat kamu. Ini di minum dulu." Mama Linda menaruh teh itu di atas meja kecil di samping ranjang.
Dev membantu Dea untuk duduk, lalu mengambil cangkir itu dan membantu istrinya untuk meminum teh itu.
🌹
🌹
Hari semakin sore, Dea masih terus berbaring di atas kasur. Rasanya untuk bangun saja ia tak mampu.
Entah kenapa kepala nya masih saja pusing padahal Dea sudah meminum obat.
"Mas, aku mau ke kamar mandi." Ucap Dea sambil berusaha bangun.
Dev yang melihat itu segera membantu istrinya untuk bangun. Lalu secepat kilat Dev menggendong Dea ke kamar mandi dan mendudukkan nya di atas closet.
"Mas, aku bisa sendiri." Ucap Dea.
"Yasudah, kalau begitu Mas tunggu disini saja."
Dea menggeleng, dia malu jika Dev masih berada di sana.
"Sayang, apa yang harus kamu malukan? Aku bahkan sudah tahu luar dan dalam." Jawab Dev dengan senyuman menggoda
Dea berdecak sebal, sebab Dev selalu saja menggoda nya. Dengan terpaksa Dea pun membuka celana nya dan menuntaskan hajat kecil nya.
Setelah selesai Dev kembali menggendong tubuh Dea ke kamar. Dengan susah payah Dev menahan sesuatu dalam tubuhnya saat melihat putih dan mulusnya bagian yang terlihat saat Dea menurunkan celanan nya.
Tapi Dev sadar, dia tak mau membuat istrinya semakin sakit.
"Sayang, kamu makan ya."
"Nggak Mas! Aku lagi gak pengen makan, apa aku boleh minta sesuatu?"
"Apa itu sayang?"
__ADS_1
"Aku mau Pempek Mas! Tapi yang kapal selam." Pinta Dea
"Kapal selam? Mana ada sayang pempek kapal selam? Oh, maksud kamu Pempek yang di bikin di dalam kapal selam begitu?"
Dea menepuk jidatnya saat mendengar ucapan Dev. Dia pikir Suaminya itu tahu, tapi ternyata otak Dev tak sampai situ.
"Mas, bukan bikin di kapal selam. Masa kamu gak tahu sih Pempek kapal selam?" Kesal Dea.
"Ya terus yang gimana? Aku memang gak tahu! Makan Pempek aja aku gak pernah. Atau, maksudnya kamu mau makan Pempek sambil menyelam? Atau sambil lihat kapal selam?"
"Mass.... Bukan itu! Maksud Dea itu, yang bentuknya kayak kapal selam Mas?" Ketus Dea dengan wajah di Tekuk.
Dea merasa kepala nya malah semakin pusing. Sedangkan Dev malah mengetuk dagu nya dan sedang berpikir.
'Bentuk kayak kapal selam? Gede banget berarti? Apa iya Dea kuat makan segede itu? Agh, perkara Pempek kenapa jadi ribet sih?' batin Dev menggerutu.
Tersengar pintu kamar terbuka, dan masuklah Mama Linda. Dev yang melihat itu merasa lega.
"Ma, Pempek kapal selam itu kayak apa?" Tanya Dev.
Mama Linda menautkan kedua alisnya.
"Hah! Pempek? Kenapa kamu bertanya soal pempek?" Heran Mama Linda
"Itu Ma, Dea gak mau makan. Malah minta makanan itu? Aku kan gak ngerti." Tutur Dev.
Pletak
Mama menyentil dahi Dev, membuat pria tampan itu menatap bingung sang Mama dengan raut wajah kesakitan.
"Mama Kok sentil aku?" Protes Dev.
"Biar, biar saja! Biar otak kamu itu berjalan lancar. Zaman sekarang kan ada mbah google Dev, kamu bisa cari di sana." Jelas Mama Linda.
Dev menggaruk belakang lehernya. Dia merutuki kebodohan nya karena tak berpikir sampai ke situ.
__ADS_1
Bersambung......
Dev Dev, kayaknya otak kamu kebanyakan waktu di Singapura 🤣🤣🤣