Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Penglihatan Arumi


__ADS_3

Happy Reading.......


Di sebuah rumah di negara India, tepatnya di rumah neneknya Arumi. Saat ini Arumi sedang duduk bersantai bersama kedua orang tuanya dan juga adiknya.


Kebetulan Dira juga sudah melahirkan, dan kini bayinya sudah berumur 5 bulan. Dan setelah Dira melahirkan dia berada di India di rumah orang tuanya.


"Aaaaaagghhhh......!" Teriak Arumi sambil memegangi telinganya.


"Arumi, kamu kenapa?" Tanya Dira saat sedang menyusui anaknya.


"Mom,aku tadi dapat penglihatan. Aunty Dea Mom? Aunty Dea!" Panik Arumi.


Reza dan Dira saling memandang satu sama lain, mereka melihat wajah Arumi begitu cemas dan juga panik. "Memang apa yang kamu lihat Nak?" Tanya Reza pada Sang Putri.


"Pi, aku lihat kalau Aunty Dea ketabrak Pi. Dia ketabrak mobil," Ucap Arumi sambil menitikan air mata.


"Apa! Ketabrak mobil!" Kaget Reza dan Dira bersamaan. Arumi mengangguk dia langsung memeluk tubuh Sang Papa. "Pi, Arumi nggak mau terjadi apa-apa sama Aunty Pi. Tolong telepon Aunty Dea, Pi tolong......" Pinta Arumi.

__ADS_1


Reza mengangguk kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelpon Dea, tetapi tidak diangkat. Akhirnya dia menelpon ke nomor Dev tak lama telepon pun tersambung.


"Halo Dev, Kamu lagi sama Dea nggak? Dea nggak papa kan?" Tanya Reza dengan nada yang begitu panik.


"Iya Kak, halo. Aku lagi di kantor , tapi tadi nggak apa-apa sih pas aku mau berangkat ke kantor. Memangnya ada apa Kak? Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Dev dengan perasaan mulai tidak enak.


"Arumi tadi dapat penglihatan jika terjadi sesuatu pada Dea. Makanya Kakak telepon kamu untuk memastikan keadaan Dea. Dev kakak mohon, jaga Dea Dev. Kakak takut penglihatan Arumi itu jadi kenyataan!" Ujar Reza pada sang adik.


"Emang apa yang dilihat Arumi kak?" Tanya Dev dengan penasaran.


"Arumi melihat jika istri kamu akan tertabrak oleh mobil, itu kenapa Kakak menanyakan keadaannya Dea!" Jelas Reza.


"Gimana Pi? Aunty baik-baik aja kan?" Tanya Arumi, Reza mengusap kepala Arumi dengan lembut. "Aunty baik-baik saja! Om Reza juga akan pulang ke rumah untuk menjaga Aunty, jadi Arumi tidak usah khawatir ya."


Sementara itu Dev langsung keluar dari ruangannya dan menuju lift untuk pergi ke lantai bawah, dia juga memberitahu Alvin jika Hari ini meeting di handle oleh Alvin.


"Ya Allah sayang, kamu ke mana sih? Kenapa ponselnya nggak diangkat-angkat?" Cemas Dev sebab sedari tadi dia mencoba menghubungi Dea, tetapi tidak diangkat-angkat oleh Dea. Akhirnya dia menelpon Mama Rose tapi juga sama tidak diangkat, dan itu membuat Dev semakin frustasi.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain Dea dan juga Mama Rose sedang berada di taman belakang untuk menanam bunga ros berwarna kuning dan juga berwarna pink. Entah kenapa sedari pagi Dea meminta kepada pelayan untuk dibelikan bunga berwarna kuning dan pink.


"Sayang kamu kenapa sih, kok tiba-tiba pengen warna kuning sama pink? Kan di sini udah ada merah sama putih bunga mawarnya?" Heran Mama Rose sambil mencampur pupuk ke dalam pot.


"Nggak tahu Ma! Aku lagi pengen aja. Apa mungkin ngidam kali ya Ma? Aku ingin jika Mas Dev, Mama dan juga anakku kelak melihat bunga ini, akan selalu tersenyum dan akan teringat sama aku!" Jelas Dea sambil mencium bunga di hadapannya itu.


Mama Rose mengerutkan dahinya dan menatap menantunya dengan heran. "Sayang! Apa yang kamu bicarakan? Kenapa kamu bicara seperti itu? Tentu saja kami akan selalu tersenyum, dan hubungannya dengan bunga apa? Kenapa ucapan kamu begitu terasa ambigu di telinga Mama?" Heran Mama Rose.


"Ambigu bagaimana Ma? Dea cuma mau jika kalian melihat ini, kalian akan teringat sama Dea, udah itu aja!" Jelas Dea, dan ucapan Dea semakin membuat Mama Rose menjadi bingung.


"Memangnya kamu mau ke mana, sampai-sampai kami harus mengingat kamu?" Tanya Mama Rose dengan alis bertaut dan tatapan menyipit ke arah Dea.


"Nggak kemana-mana Ma! Dea cuma mau ada di sisi kalian, sudah yuk kita tanam lagi bunganya," Ucap Dea sambil terus menanam bunga mawar itu dengan wajah yang bahagia. Tetapi entah kenapa perasaan Mama Rose ketika menjadi tidak tenang saat mendengar ucapan ambigu menantunya.


Kata-kata Dea seperti pernah didengar dan teringat oleh Mama Rose. 'Kenapa kata-kata ambigu Dea seperti kata-kata almarhumah Mama ya?' Batin Mama Rose yang teringat dengan kata-kata terakhir sang Mama, seketika Mama Rose menggelengkan kepalanya.


'Nggak! Nggak mungkin! Dea pasti baik-baik saja, semoga Allah memanjangkan umurnya Dea. Tolong jaga keluarganya Dev Ya Allah, jangan pisahkan Dea dan Dev. Aku sungguh tidak akan pernah sanggup melihat bagaimana hancurnya Dev, jika mereka berpisah. Walaupun sejatinya aku tahu tiada manusia yang kekal dan abadi di dunia ini, tapi jika melihat mereka berpisah, hatiku juga akan hancur Ya Allah!' Batin Mama Rose sambil menitikan air mata.

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2