
Happy Reading 😘
Dea akan berlari ke mobilnya namun dia cegat oleh salah satu orang bertopeng itu, tangan nya di cekal dan di seret dengan paksa.
Dea terus berontak dan menginjak kaki orang itu.
Melihat orang itu meringis sakit, Dea langsung berlari menuju mobil dan saat dia sudah masuk kedalam nya dan hendak menutup mobil itu, tiba tiba sebuah tangan menahan nya dan menarik Dea keluar.
Dea sangat ketakutan, dia merasa bodoh karena sudah percaya pada nomor asing yang ia sendiri tak kenal.
'Ya Allah, tolong aku.' Batin Dea
"Lepaskan saya! Tolooong... Tolooong...."
Dea berteriak minta tolong, namun sayang nya jalanan disana sangat sepi. Supir nya Dea pun sudah mulai kuwalahan menghadapi 3 orang sekaligus.
"Teriak aja sekencengnya, tidak akan ada yang menolongmu nona. Hahaha......" Ucap pria bertopeng itu.
Dea terus berteriak, hingga satu pukulan mendarat pas di tengkuk nya, membuat Dea seketika pingsan tak sadarkan diri.
Orang itu tersenyum, dan hendak membawa Dea ke mobil nya. Tapi satu tendangan membuat aksi orang itu gagal.
"Siapa Lo! Gak usah ikut campur." Ucap pria bertopeng itu.
"Siapa gw gak penting! Tapi sekali Lo sentuh dia, abis Lo di tangan gw."
Pria bertopeng itu pun langsung menghajar pria di hadapan nya, dan untungnya pria itu jago dalam hal bela diri.
Bugh
Bugh
__ADS_1
Bugh
Suara pukulan terus menghantam wajah pria bertopeng itu. Ketiga orang yang sudah berhasil melumpuhkan supirnya Dea itu pun menyerang pria yang menolong Dea.
'Waduh, gawat kalau mereka ngeroyok gw nih. Gw harus kasih tahu Dev.' Batin pria itu sambil menekan jam di tangan nya, dan mengatakan agar Dev segera datang.
'Gw harap Lo segera datang Dev, bisa abis wajah tampan gw nih kalau di keroyok begini?' Batin pria itu dengan penuh harap.
Di lain tempat, Dev melihat jam di tangan nya berkedip berwarna merah. Dia merasakan suatu bahaya.
"Dev, cepet ke jalan cemara sekarang! Istri Lo dalam bahaya." Ucap seseorang yang ternyata adalah Dillon.
Dev langsung bangkit dan keluar dari ruangan nya. Mendengar dari suara Dillon itu bukanlah sebuah bercandaan.
"Loh, mau kemana Bos?" Tanya Al
"Al, ayo ikut gw cepat." Panik Dev.
"Kita ke jalan cemara! Cepat Al, ngebut" Titah Dev dengan wajah panik nya.
Dia mengeluarkan ponsel nya dan menelfon Dea, tapi tak di angkat angkat. Dev pun ingat jika dia harus mengecek penyadap di ponsel nya Dea.
Saat Dev membuka nya, betapa terkejutnya dia saat melihat pesan asing yang mengaku ngaku sebagai dirinya..
Tangan nya mengepal dengan rahang mengeras.
'Lihat saja kau Am, sudah berani bermain main dengan ku.' Batin Dev dengan geram.
Sedangkan di tempat lain, Dillon mulai kuwalahan menghadapi 4 orang di hadapan nya.
Sejago jago Dillon bela diri, tapi melawan 4 orang yang jago bela diri juga membuat Dillon kuwalahan.
__ADS_1
Apalagi Dillon tak tahu jika ke 4 orang itu adalah anggota geng serigala.
"Mana sih ni orang? Kok belum datang juga sih! Bisa bonyok Gw." Lirih Dillon saat mendapatkan satu bogeman mentah di perut nya.
Beberapa tonjokan sudah melayang ke wajah Dillon. Dia berusaha melindungi Dan yang hendak di bawa oleh salah satu pria bertopeng itu.
Tak lama Dillon tersungkur saat akan mencegah salah satu dari mereka yang membawa Dea.
Saat orang itu akan mengangkat tubuh Dea, tiba tiba sebuah tendangan keras membuat dia tersungkur.
Bruk.
"Jangan pernah menyentuh miliku." Geram Dev yang baru datang.
Sedangkan Al membantu Dillon berdiri.
"Lo gak apa-apa kan?" Tanya Al pada Dillon.
"Pala Lo gak papa! Lo gak lihat hah wajah tampan gw nih?" Kesal Dillo.
"Elah, bonyok dikit doang." Ledek Al
Dev segera menggendong tubuh Dea kedalam mobil nya, lalu dia membantu kedua sahabatnya untuk melawan 4 orang itu.
Dengan gagahnya Dev, Al dan Dillon melumpuhkan ke 4 orang itu.
"Dengar ya! Bilang pada bos mu itu, jangan macam macam dengan seorang Dev. Jika kalian sayang nyawa kalian, maka berhentilah sebelum ku babat habis kepala kalian." Bentak Dev dengan sorot mata tajam nya.
Ke 4 orang itu pun masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Bersambung......
__ADS_1