Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Jangan Berharap Untuk Hakmu


__ADS_3

Happy Reading ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Acara pemakaman akan di lakukan esok hari, sebab waktu sudah malam jadi pemakaman akan di tunda sampai besok.


Alvin juga membantu Lala mengurusi kepulangan jenazah pak Wijaya, sebab ia merasa kasihan jika Lala yang melakukan nya sendiri.


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Malam ini harusnya menjadi malam yang indah bagi sepasang pengantin baru, malam yang di nantikan dengan penuh rasa cinta.


Malam dimana dua insan akan menyatukan cinta nya dalam balutan selimut dan dingin nya malam serta peluh yang bercucuran.


Tapi tidak dengan Nina dan Fahri, kedua nya sama sama terdiam di tepi ranjang yang di hiasi dengan kelopak mawar yang begitu indah. Bahkan kamar itu sudah dindekor oleh Dea untuk penyatuan status mereka.


Eekhhm


Fahri berdehem untuk menetralkan rasa canggung antara dia dan Nina. Kedua nya sama sama duduk saling membelakangi.


"Dengar Nin, kau tahu kan jika kita menikah itu tanpa dasar cinta, jadi aku harap kau ta---"

__ADS_1


"Kau berharap agar aku tak meminta hak ku! Begitu? Hahaha.... Kau pikir aku mau? Apa kau pikir, aku akan memberikan mahkota ku padamu? No, kau salah besar Tuan Fahri. Kita memang menikah tanpa dasar cinta sama sekali. Aku juga tahu kok, kemana hatimu itu berlabuh! Tapi ingatlah, kau itu seorang lelaki. Dan ku harap kau bukanlah seorang pengecut! Sadarlah, kau itu salah besar sudah mencintai istri orang. Dan kau juga seharusnya sadar, jika Dea sampai kapanpun tak akan pernah mencintaimu." Potong Nina dengan nada sindiran.


Fahri yang mendengar itu merasakan sebuah sesak, sesak sebab apa yang di bilang Nina adalah sebuah kebenaran.


"Kau tak berhak mencampuri urusanku! Dan kau tak tahu apa apa tentang perasaanku." Ucap sarkas Fahri.


Nina malah terkekeh mendengar ucapan pria tampan yang kini bergelar menjadi suaminya itu.


"Kau bilang aku tak tahu apa apa? Oh, benarkah itu? Kau salah besar Tuan. Aku tahu semua, semua perasaan mu pada Dea, sahabatku. Aku hanya mau mengingatkan mu saja, jika Dea sudah bahagia bersama pria lain. Dan jangan kau hancurkan kebahagiaan nya!" Jelas Nina sambil berdiri dan berjalan ke arah cermin rias nya.


"Aku tahu, jika kau juga tak berminat melakukannya dengan ku kan? Jadi, santai saja." Ucap Nina sambil membuka jilbab nya dan mulai menyisir rambut nya.


Fahri meneguk ludahnya dengan kasar saat rambut hitam sebahu Nina tergerai indah. Tak dia sangka jika Nina sangat cantik tanpa jilbab, tapi Fahri segera menggelengkan kepala nya.


"Kenapa kau membuka jilbab mu hah? Apa kau sengaja ingin menggodaku?" Tuduh Fahri.


Nina bukan nya tak mau sopan pada suaminya, dia hanya tidak mau jika harga dirinya di injak injak oleh Fahri.


Nina ingin Fahri bertekuk lutut dan mencintainya lebih dulu. Nina akan buat Fahri berpaling dari Dea, walaupun mungkin itu sangatlah sulit.


๐ŸŒน


๐ŸŒน

__ADS_1


๐ŸŒน


"Sayang, gimana ya sahabat kamu itu? Ini kan malam pertama nya?" Tanya Dev sambil memeluk tubuh polos Dea, sehabis mereka habis melakukan penyatuan.


"Aku rasa tidak akan terjadi Mas." Jawab Dea dengan tangan yang menelusuri wajah tampan suaminya.


"Kenapa begitu?" Heran Dev.


"Ya, karena mereka kan tak saling cinta! Aku juga hafal betul Nina seperti apa Mas. Tapi aku yakin, jika nanti kak Fahri akan jatuh cinta pada Nina."


"Apa seyakin itu?" Dea mengangguk sambil mengusap bibir Dev.


Dev yang melihat itu segera menangkap tangan istrinya, dan menatap Dea penuh naf*u. "Jangan menggodaku sayang." Ucap Dev dengan suara yang mulai memberat.


Dea merasakan seuatu yang bangun di bawah sana dan menggesek paha nya.


"Siapa juga yang menggoda kamu Mas! Aku hanya senang saja memegang bibir kamu." Jujur Dea.


"Kenapa begitu?"


"Karena bibir ini sangat nackal, dia membuat semua tanda merah di seluruh tubuh Dea." Jujur Dea dengan lirih.


Dev tersenyum menyeringai. "Bibir ini jugalah yang memberikanmu kenikmatan sayang!"

__ADS_1


Dea menunduk dan menyembunyikan wajah nya di leher Dev, membuat pria itu tak bisa lagi menahan nya saat merasakan nafas hangat Dea yang menerpa leher nya, dan mereka pun melakukan penyatuan kembali di bawah gelap dan dingin nya malam.


Bersambung......


__ADS_2