Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Menggoda Suami Sendiri


__ADS_3

Happy Reading 😘


Sudah seminggu lama nya Nina dan Fahri menikah, tapi selama itu juga hubungan keduanya masih sama sama dingin. Padahal Nina sudah berusaha menggoda Fahri dengan cara halus, tapi bukan nya respon baik yang dia dapatkan.


Fahri malah cuek saja tanpa memperdulikan Nina. Tapi Nina tak kalah akal, malam ini dia merencanakan sesuatu agar Fahri takluk padanya.


"Loh, kok kamarnya gelap?" Ucap Fahri yang baru saja masuk kedalam kamar.


Dari pantukan cahaya pintu, Fahri dapat melihat jika ada seseorang yang sedang berdiri menaiki kursi.


"Nin, itu kamu kan? Ngapain naik kursi?" Heran Fahri.


"Lampu nya mati Mas, aku tuh mau ganti lampu nya. Sudah! Mas kamu nyalakan." Ucap Nina


Fahri pun mencari saklar lampu dan menyalakan nya, saat lampu menyala alangkah terkejutnya dia saat melihat Nina hanya memakai handuk sebatas dada saja.


Badannya yang putih mulus, membuat Fahri menelan ludah nya dengan kasar dan tak bisa memalingkan wajah nya.


Nina tersenyum saat melihat wajah bengong Fahri dengan mata membulat tak berkedip.


'Kena kamu.' Batin Nina.


Saat Nina akan turun, dia pura pura terpeleset dan hampir jatuh. Fahri yang melihat itu tantu saja sangat kaget, lalu segera berlari dan menangkap tubuh Nina dalam gendongan nya.

__ADS_1


Saat Fahri menangkap tubuh istrinya, tanpa sadar ikatan handuk di bagian da-da Nina terlepas, hingga memperlihatkan hampir seluruh gundukan kenyal itu. Hanya bagian ujung nya saja yang tak terlihat sebab ketutup handuk.


Gluk


Dengan susah payah Fahri menelan ludah nya dengan kasar saat melihat gundukan itu. Nina sadar tapi dia membiarkan nya saja, Nina pikir tak ada salah nya menggoda suami sendiri ini.


Fahri masih dalam mode gugup dan salah tingkah, dia menurunkan Nina dengan perlahan. Nina malah dengan sengaja mengaitkan handuk nya kembali dengan gerakan menggoda agar Fahri semakin kepanasan.


'Hahaha... Kebakaran jenggot kan Lo' batin Nina mentertawakan Fahri.


"Makasih ya Mas, kamu sudah bantuin aku!" Ucap Nina


"I-iya, sa-ma sama." Gugup Fahri


Tubuh Fahri semakin menegang saat Nina memeluk nya. Apalagi benda kenyal itu menekan dada nya, membuat si oton di bawah sana semakin menegang.


"Ma-na Nin! Kecoa nya gak ada." Ujar Fahri sembari mencoba melepaskan pelukan Nina.


Tapi Nina malah semakin mempererat pelukan nya.


Duuaarr


Suara petir di luar rumah terdengar keras di sertai hujan yang mulai turun dengan deras nya. Hawa dingin seketika menyeruak masuk kedalam kamar kedua pengantin itu.

__ADS_1


"Nin...." Panggil Fahri


Hhmm


Nina hanya bergumam saja, tanpa mau menjawabnya. "Lepas Nin! Atau nanti aku--"


"Aku apa!" Potong Nina sambil mendongkakan kepala nya dan menatap Fahri.


"Atau nanti aku bisa kelepasan." Ucap Fahri dengan suara berat dan serak.


Nina tahu jika Fahri sedang menahan sesuatu di dalam tubuh nya. Tanpa malu Nina pun melingkarkan tangan nya ke leher Fahri.


"Emang kenapa kalau Mas kelepasan? Mas kan suami aku! Dan aku istri Mas." Jelas Nina dengan tatapan menggoda.


Fahri mencoba menahan nya, walaupun iya tak bisa sebab melihat dua gundukan kenyal milik Nina. Nafas Fahri juga sudah memburu dan menerpa wajah Nina yang berada di bawah nya, sebab tinggi Nina hanya sebatas dagu saja.


"Nin..... Tolong jangan akkhhh...." Fahri meng-erang saat merasakan tangan Nina mengelus miliknya di balik celana kolor yang dia pakai.


"Aku rasa tubuh kamu gak bisa bohong Mas." Ucap Nina sambil terus mengelus nya.


Fahri memejamkan mata nya, dia benar benar tak habis pikir dengan istrinya itu. Lalu dengan cepat Fahri pun menarik tengkuk leher Nina dan menci-um bibir nya, ciuman itu semakin dalam dan panas hingga menjadi sebuah tuntutan lebih.


Nina hanya bisa mengalungkan satu tangan nya sedangkan tangan yang lain masih berada di bawah sana. Walaupun sebenarnya Nina sangat kaget dengan ukuran nya, tapi demi menaklukkan suami baru nya itu, Nina pun harus rela seperti G***l jika di atas ranjang.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2