Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Dasar Bebek Soang


__ADS_3

Happy Reading😘


"Nanti apa? Udah tahu sakit juga, masih aja protes." Kesal Lala


"Jangan membuatku menjebol pertahanan sayang."


Suara Al terdengar purau, tapi Lala merasa jika suara Al begitu karena Al merasa kesakitan.


Lala kembali mengoleskan salep itu pada punggung Al, tapi baru saja tangan nya akan menyentuh punggung kekar itu.


Tiba tiba Al menarik pinggang Lala lalu mendaratkan ciu man nya di bibir sexy Lala.


Perlakuan Al yang tiba tiba itu membuat Lala kesal, tapi Al malah menahan tengkuk nya. Akhirnya Lala mencubit dada bidang Al dengan keras. Hingga membuat tautan itu terlepas.


Al menatap Lala dengan tajam sambil mengusap dada bidang nya.


"Kenapa nyubit?" Kesal Al


"Pake nanya kenapa lagi? Harusnya itu Lala yang nanya sama kamu, kenapa nyium Lala? Orang lagi ngobatin kok malah di sosor! Dasar bebek soang." Gerutu Lala.


"Apa kamu bilang! Kok kamu nyamain aku sama bebek?" Ketus Al dengan tatapan tajam nya.


"Ya terus apa dong? Bebek mandi di kali? Bebek soang kan memang suka nyosor? Udah ah, Lala mau obatin lagi. Diem, atau Lala potong nanti." Ancam Lala dengan wajah garang nya.


Al bukan nya takut dengan ancaman Lala, dia malah tersenyum. Sebab wajah galak Lala bagi Al begitu manis dan sangat menggemaskan.


"Malah senyum senyum! Udah nunduk." Titah Lala.


Al malah menjawil hidung Lala dengan gemas hingga membuat Lala menjerit..

__ADS_1


"Sebaiknya kau pindah saja ke kursi sana! Obati dari sana, jika begini terus aku gak jamin aku gak akan mempe rkosamu." Ancam Al dengan kedipan sebelah matanya.


Lala terperangah, lalu melihat ke arah bawah. Tepatnya ke arah celana Al yang mulai mengembung. Dengan cepat Lala buru buru pindah ke kursinya dengan pipi merona malu.


'Duh Lala, oon banget sih Lo. Kenapa gak sadar dari tadi posisi Lo dudukin tuh belalai gajah?' Batin Lala merutuki dirinya.


Al terkekeh kecil lalu membalik badan nya dan membelakangi Lala. Dengan gerakan lembut Lala mengusap salep itu pada punggung Al.


Sebenarnya Al mulai merasakan perih di punggung nya, tapi ia tahan. Bukan karena Al takut di ledek Lala, hanya saja Al harus kuat di hadapan Lala.


Sebab ia tahu, jika Lala melihatnya kesakitan pasti Lala akan sangat sedih dan merasa bersalah.


Al tidak mau membuat wanita nya menangisi luka di tubuhnya.


"Sudah." Ucap Lala


Al kembali membenarkan duduknya lalu menjalankan mobilnya menuju rumah. Mata nya tertuju pada jam di tangan nya, di sangat terkejut karena sudah jam 1.30 siang.


Mana ponsel Al juga mati tadi soalnya kehabisan baterai sehabis chat sama Lala.


Sesampainya di rumah, Al melihat ke arah Lala. Dan ternyata Lala malah tertidur.


"Kasihan kamu sayang, begitu banyak orang yang tak tulus padamu." Lirih Al sambil mengusap kepala Lala.


Cup


Al menciun pipi Lala sebelum akhirnya dia keluar. Setelah itu Al menggendong Lala masuk kedalam rumah dengan keadaan ia masih bertelanjang dada.


Mama Rose yang kebetulan lagi nyantai di ruang tamu bersama sang suami terkejut begitu melihat Al menggendong Lala dengan keadaan tak memakai baju.

__ADS_1


"Al, kamu ke--"


Al menggeleng sebagai kode agar Mama Rose tak bertanya dulu. Setelah itu Al melangkah menuju lantai dua.


Mama Rose menutup mulutnya saat melihat punggung Al yang melepuh dan merah, raut wajah nya begitu panik dan cemas.


"Al, punggung kamu kenapa? Itu kenapa bisa merah dan melepuh Al?" Panik Mama Rose saat Al turun ke bawah sambil memakai baju, namun Mama Rose menghentikan gerakan tangan Al.


Tangan Mama Rose memegang luka itu, dan membuat Al meringis sakit.


"Kita kerumah sakit sekarang, dan tak ada bantahan Al." Ucap tegas Mama Rose


"Ma, aku harus ke kantor." Ucap Al.


"Biar Papa yang telfon Dev. Kita kerumah sakit, dan kamu harus jelaskan ini kenapa?" Ucap Papa


Al pun tak bisa menolak ucapan Mama dan Papa nya. Lalu dia ikut masuk kedalam mobil untuk kerumah sakit.


"Al, kenapa dengan punggung kamu?" Tanya Mama saat di dalam mobil.


"Ini kesiram sama sop panas Ma!"


"Bagaimana bisa?" Timpal Papa


Al pun menceritakan yang terjadi, dan tanpa terlewat. Mama dan Papa tentu saja sangat terkejut saat mendengar itu.


"Mama gak bisa bayangkan jika Lala yang kena Al! Mama mau kamu balas wanita itu Al. Itu sudah tindakan kriminal Al! Mama mau, kamu ke kantor polisi agar dia bisa di hukum." Geram Mama Rose dengan tatapan yang begitu tajam.


"Mama tenang saja, aku gak akan biarkan wanita itu bebas." Ucap Al dengan aura yang begitu dingin.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2