Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Lala Hamil


__ADS_3

Happy reading........


Di kediaman Blossom, saat ini Lala tengah diperiksa oleh dokter dari keluarga Al. Sebenarnya Lala sudah menolak, tetapi Mama Rose sangat khawatir terhadap keadaan Lala. Mama Rose juga sudah menelpon Al dan menyuruhnya pulang di jam makan siang.


"Bagaimana dok keadaan menantu saya?" Tanya Mama Rose saat dokter sudah selesai memeriksa keadaan Lala.


Dokter itu terdiam sambil menatap wajah Mama Rose, setelah itu dia bergantian menatap ke arah Lala. "Sebelumnya saya mau tanya? Apakah Nona Lala sudah datang bulan?" Tanya Dokter wanita yang berusia 40 tahun itu kepada Lala.


Mendengar pertanyaan itu, Lala menatap langit-langit kamarnya mengingat tanggal terakhir dia datang bulan. Dan seketika mata Lala membulat. "Iya dok, seharusnya saya datang bulan 2 minggu yang lalu!" Kaget Lala sambil menatap dokter yang ada di hadapannya itu.


Mendengar jawaban Lala, dokter itu tersenyum. "Perkiraan saya Nona Lala ini sedang hamil muda, dan perkiraan kandungannya memasuki usia 7 minggu."


Mama Rose menatap Lala dengan senang, lalu bergantian menatap ke arah dokter yang ada di sampingnya. "Beneran? Maksud anda menantu saya hamil?" Senang Mama Rose dengan wajah sumringah.


Dokter menganggukkan kepalanya, setelah itu dia permisi keluar untuk pulang. Mama Rose meminta pelayan untuk mengantarkan dokter itu keluar, sementara itu dia berjalan ke arah ranjang dan memeluk tubuh Lala dengan erat.

__ADS_1


"Ya ampun sayang, Mama senang banget denger kamu hamil! Wah, ini pasti kalau Al dengar, dia bisa jingkrak-jingkrak," ujar Mama Rose sambil menggenggam tangan Lala.


Hatinya begitu senang saat mendengar jika Lala sedang hamil. Sebagai seorang ibu tentu saja dia sangat bahagia, sebab sebentar lagi dia akan menjadi seorang Nenek. Dan akan mempunyai cucu, rumah kediaman Blossom pun akan terdengar ramai jika ada suara tangisan bayi.


"Rasanya Mama sudah tidak sabar sayang! Kamu harus jaga kesehatan ya! Mama nggak mau kamu dan cucu Mama kenapa-napa!" Ucap Mama Rose sambil mengusap perut rata Lala.


"Iya Mah!" Jawab Lala sambil tersenyum senang, dia mengusap perutnya dan menatap langit-langit kamarnya. 'Terima kasih ya Allah, engkau sudah mengabulkan doaku. Aku sangat bahagia sekali, karena Engkau telah menitipkan Anugerah ini di rahimku!' batin Lala bersyukur kepada sang pencipta.


Sedangkan di tempat lain, Al masih mengendarai mobilnya menuju rumah. Dia tadi dapat telepon dari Mamanya untuk pulang saat makan siang, tetapi karena tidak ada jadwal yang padat, Al pun langsung pulang sebab meeting juga akan adanya jam 03.00 sore.


"Sayang gimana keadaan kamu? Kamu baik-baik aja kan?" Tanya Al saat masuk ke dalam kamar dan segera duduk di samping Lala.


Lala hanya menjawabnya dengan senyuman saja. Entah bagaimana dia akan mengucapkannya kepada Al jika dirinya tengah hamil? Kebahagiaan yang Lala rasakan saat ini membuat dia tidak bisa berkata apa-apa.


"Sayang, kenapa diam aja? Aku kan tanya, kok malah senyum-senyum?" Tanya Al dengan panik saat melihat Lala hanya diam dan tersenyum.

__ADS_1


"Al kamu tenang dulu dong! Jangan panik kayak gitu," ucap Mama Rose sambil mengusap bahu Alvin.


"Terus bagaimana aku tidak panik Ma? Lala itu lagi sakit, lalu ditanya malah senyum-senyum? Sebenarnya Lala sakit apa Ma?" Tanya Al sambil menatap ke arah sang Mama dengan wajah cemasnya.


"Al, selamat ya! Kamu sebentar lagi akan jadi Papa," ucap Mama Rose sambil tertawa senang.


"Hah! Papa? Maksudnya?" Bingung Al masih dengan muka bengong, otaknya masih belum tersambung dengan ucapan Mama Rose.


"Ya ampun Al, masa kamu nggak ngerti sih? Lala sedang hamil. Dia hamil 7 minggu Al!" Jelas Mama Rose sambil menepuk pundak Al dengan kesal.


Mendengar ucapan sang Mama Al bengong, mulutnya menganga sambil menatap Lala dengan tatapan tidak percaya. "Benar sayang, apa yang Mama katakan?" Tanya Al dengan mata membulat tak berkedip sama sekali.


Lala mengangguk dengan senyuman manis dan bahagia di wajahnya. Al yang melihat itu segera memeluk tubuh istrinya dengan erat. Air matanya menetes tidak bisa dia tahan, air mata itu air mata kebahagiaan. Dia begitu bahagia sebab sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah.


Dengan bahagia Alnmenciumi seluruh wajah Lala, dari mulai kening, pipi, alis, mata, hidung dan bibir. Setelah itu Al mencium tangan Lala berkali-kali. Kebahagiaan yang dia rasakan saat ini tidak ada duanya dibandingkan kebahagiaan yang lain. "Terima kasih sayang, kamu sudah membuat hidupku sempurna. Kehadiran kamu di sisi aku, di dalam hidup aku, membuat aku benar-benar sempurna. Dan ditambah sekarang kamu akan memberikan aku seorang anak! Hidupku benar-benar lebih dari kata sempurna," ujar Al sambil mengecup kening Lala.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2