Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Dasar Piktor


__ADS_3

Happy Reading😘


Saat ini semua sudah berkumpul di meja makan, Lala dengan cekatan mengambilkan nasi untuk Al seperti biasa.


"Bagaimana Ma? Enak gak?" Tanya Lala


"Eum, ini enak sekali sayang."


"Sayang, gimana?" Tanya Lala sambil melihat ke arah Al


Al yang sedang makan menghentikan suapan nya, lalu melihat ke arah samping. Tepatnya ke arah Lala.


"Enak sekali sayang! Makasih ya." Ucap Al sambil mengusap rambut Lala.


"Eeekhm, ekhm, Pa. Kok banyak nyamuk ya?" Ledek Mama Rose sambil menepuk udara


"Iya Ma, kok Papa berasa ada nyamuk ya?" Timpal Papa Blossom.


Pipi Lala bersemu merah saat mendengar godaan Orangtua Al. Sedangkan Al hanya menggelengkan kepala nya saja.


🌹


🌹


Dev baru saja sampai rumah sekitar pukul 7 malam. Terlihat jelas raut wajah lelah dari Dev.


Dia langsung menuju kamar nya untuk membersihkan diri. Dea yang melihat Dev masuk langsung mencium tangan nya dan membantu Dev membuka Jas nya.


"Kok tumben Mas telat?" Tanya Dea sambil mencoba melepas sepatu Dev, tapi di tahan oleh Dev.


"Jangan sayang! Aku bisa sendiri, lagi pun aku tak mau istriku menunduk dalam keadaan hamil." Ucap lembut Dev.


Dea pun langsung berdiri dan duduk di samping suaminya.


"Tadi Mas lembur, soalnya Alvin gak masuk kantor." Jelas Dev


"Gak masuk? Kenapa?"


"Dia habis kena musibah! Punggung nya kesiram sama sop panas."

__ADS_1


"Innalillahi, kok bisa Mas?" Kaget Dea


"Jadi tunangan nya itu mau di siram sop panas di salah satu restoran, Al yang melihat itu tentu saja tak tinggal diam. Makanya dia melindungi tunangan nya."jelas Dev.


" Uuuh, sweet banget sih!" Puji Dea


Dev yang sedang membuka kemeja nya melirik ke arah Istri cantiknya itu dengan tatapan tajam.


"Siapa yang sweet?"


"Ya Tuan Al lah Mas! Sweet banget kan? Melindungi tunangan nya, dan membiarkan tubuh dia terluka. Pasti kan punggungnya melepuh itu Mas." Ucap Dea


"Oh, jadi Al sweet ya? Terus aku nggak?" Dev berujar dengan nada tak suka.


Setelah itu dia pun melangkah menuju kamar mandi dengan hati yang kesal. Dea yang melihat itu tentu saja sangat bingung.


"Mas Dev kenapa sih? Kok jadi sewot?" Bingung Dea.


🌹


🌹


Semua orang sudah masuk kamar, begitu pun dengan Mama Rose dan Papa Blossom.


"Apa Lala ke kamar kak Al saja ya!" Gumam Lala nampak berpikir.


Setelah berperang dengan pikiran nya, Lala pun berjalan keluar kamar menuju kamar Al yang berada di sebelah kamarnya.


Lala ingin memastikan luka Al, sebab jika Lala belum melihatnya secara langsung Lala tak bisa tidur.


Tok


Tok


Tok


Lala mengetuk pintu Al dengan ragu ragu.


Al yang memang lagi meminun obat, akhirnya berjalan menuju pintu kamar dan saat di buka ternyata ada Lala di sana.

__ADS_1


"Sayang, kamu belum tidur?" Heran Al


Lala menggeleng, lalu masuk ke kamar Al tanpa di minta.


"Kenapa sayang?" Tanya Al sambil menutup pintu.


Lala langsung mendekat ke arah Al, dan mencoba menyibak baju Al.


Al yang melihat itu tentu saja sangat terkejut, dia menahan tangan Lala dengan tatapan heran.


"Sayang, kamu mau apa? Inget sayang kita ini belum menikah? Apa segitu gak sabarnya ya kamu?"


Lala yang mendengar itu segera mencubit perut Al dengan gemas, lalu menatap pria tampan itu dengan tatapan mendelik.


"Dasar piktor! Lala tuh mau lihat luka di punggung kamu! Bukan mau bikin anak?" Ketus Lala.


"Ya lagian salah kamu! Kenapa gak bilang, main buka aja kayak orang gak tahan." Cetuk Al.


"Iiiish, makanya tuh otak nya di rendem dulu pake pemutih biar kinclong. Udah sini Lala mau lihat luka nya."


Lala pun menyibak kembali baju Al, tapi Al menahan nya. "Kenapa?" Bingung Lala


"Aku gak papa sayang! Tadi juga udah minum obat." Jelas Al


"Tapi Lala mau lihat sayang." Paksa Lala dengan wajah memohon dan sedikit memaksa.


Al pun akhirnya membiarkan Lala menyibak baju nya lalu memunggungi Lala.


Mata Lala langsung berkaca kaca saat melihat kulit punggung Al melepuh. Dia yakin jika itu sangat sakit, tapi Al menahan nya.


Tanpa terasa air mata Lala menetes saat tangannya mengusap luka Al.


"Kenapa nangis?" Tanya Al bingung.


"Maafin Lala ya! Ini pasti sakit, kalau saja tadi Lala yang----"


"Gak akan aku biarkan, dan gak akan pernah terjadi selama aku ada di sisi kamu!" Ucap Al sambil memeluk Lala


"Jangan bicara seperti itu lagi. Luka ini gak sebanding dengan luka hati aku, jika melihat kamu terluka." Ucap manis Al

__ADS_1


Lala benar benar terharu mendengar nya. Dia beruntung sebab Tuhan sudah memberikan dia seorang pangeran idaman nya.


Bersambung........


__ADS_2